http://www.antara.co.id/arc/2008/8/27/hillary-serukan-pendukung-demokrat-pilih-obama/
Hillary Serukan Pendukung Demokrat Pilih Obama

Oleh A. Jafar M. Sidik

Setelah bertarung amat melelahkan dan menguras energi serta dana dalam 
penentuan calon presiden AS dari Partai Demokrat, Senator Hillary Rodham 
Clinton dengan mengesankan telah menyatakan berdiri di belakang pencalonan 
Senator Barack Obama sebagai Presiden AS.

"Saya bangga sekali berdiri di sini malam ini. Sebagai seorang ibu yang bangga, 
sebagai demokrat yang bangga, sebagai senator New York yang bangga, dengan 
bangga saya mendukung Senator Barack Obama," kata Hillary dalam pidatonya pada 
Konvensi Partai Demokrat di Denver, Colorado, yang disiarkan langsung CNN, Rabu 
waktu setempat.

Hillary memupus spekulasi dan analisis banyak kalangan di AS bahwa pendukungnya 
kecewa dengan kekalahannya sehingga tak akan mendukung Barack Obama sebagai 
Presiden AS mendatang.

Sebaliknya, Hillary justru meminta pendukungnya untuk Obama demi keutuhan 
Demokrat dan kebaikan bangsa Amerika Serikat.

"Sahabatku, waktunya kini berjuang demi tanah air yang kita cintai. Tak masalah 
anda telah memilih saya atau Barack (Obama), waktunya sekarang untuk bersatu 
dalam satu partai dengan tujuan tunggal," seru Hillary.

Dalam pidatonya yang emosional, amat menyentuh dan beraura kenegarawanan hingga 
para peserta konvensi tak tahan untuk tak henti memberi aplaus, Hillary 
menegaskan adalah lebih penting mempertahankan keutuhan partai ketimbang 
menyesali sebuah kekalahan.

"Barack Obama adalah calon saya dan dialah yang semestinya menjadi presiden 
kita," kata Hillary. "Kita satu tim dan tak seorang pun boleh berpangku tangan. 
(Maka itu) Pemilu ini adalah pertaruhan demi masa depan kita. Ini adalah 
pertarungan yang mesti kita menangkan," lanjutnya.

Kandidat capres wanita AS yang kalah dalam kompetisi yang disebut sejumlah 
kalangan paling alot dalam sejarah pemilu AS ini menyatakan Obama adalah masa 
depan AS.

Ia berharap impian-impiannya seperti perlindungan asuransi kesehatan untuk 
rakyat AS bisa diwujudkan oleh Barack Obama karena ia tak melihat kandidat lain 
berani melakukannya.

Hillary sempat menggambarkan John McCain, lawan Barack Obama dalam Pemilihan 
Presiden nanti, sebagai sejawat dan sahabatnya, namun karena tak bisa 
melepaskan bayang-bayang dari Presiden George Bush maka McCain dilihatnya tidak 
lebih baik dari Bush.

"Kita tak menginginkan empat tahun lagi (kesalahan) dari delapan tahun 
(kesalahan semasa kepemimpinan Bush)," kata Hillary.

Secara tidak langsung Hillary mengisyaratkan akan ada perlawanan dari sejumlah 
kelompok sangat berkuasa yang tidak menginginkan rakyat AS sejahtera dan 
terjamin kesehatan ekonomi serta kehidupan sosialnya.

"Kita harus terus jalan (berjuang). Tapi sebelum kita melenggang, kita mesti 
memilih dulu Barack Obama. Mari pilih Barack Obama dan Joe Bidden demi masa 
depan negeri kita," ajak Hillary mengakhiri pidatonya.(*)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke