Hingga tutup tahun 2008, harga minyak kemungkinan akan mendekati nilai model 
matematis harga minyak yang pernah saya publikasikan di forum ini, yaitu 
berkisar US $ 135/barel. Model yang pernah saya publikasikan dahulu, 
sederhananya adalah suatu bentuk "linierisasi" dari harga minyak yang 
fluktuatif. Dengan bermodalkan data harga minyak di masa lalu, Anda bisa 
membuat model linierisasi untuk masa yang akan datang. Nah dengan mendapatkan 
model matematisnya, Anda bisa memprediksi, hingga tingkat berapakah yang bisa 
dicapai, untuk 1,2,3,...x tahun, yang akan datang. Jadi, Anda punya beberapa 
gambaran, untuk kondisi di masa depan. Tidak buta sama sekali. 
------------------------------------------
http://www.antara.co.id/arc/2008/8/27/akibat-ancaman-badai-harga-minyak-dunia-dekati-117-dolar/
Akibat Ancaman Badai, Harga Minyak Dunia Dekati 117 Dolar


Singapura (ANTARAn News) - Harga minyak dunia naik di perdagangan Asia, Rabu, 
dipicu kekhawatiran badai Gustav akan menerjang Teluk Meksiko, tempat beradanya 
instalasi penting sektor energi AS, para dealer menyatakan.

Kenaikan juga ditopang oleh kemungkinan semakin meningkatnya ketegangan antara 
Rusia dan Barat, menyusulk pengakuan Moskow atas Ossetia Selatan dan Abkhazia 
sebagai independen, kata mereka.

Kontrak utama New York untuk minyak mentah jenis lihgt sweet pengiriman Oktober 
naik 67 sen menjadi 116,94 dolar per barel setelah mengalami kenaikan 1,16 
dolar pada penutupan di lantai perdagangan AS, Selasa.

Minyak mentah Laut Utara, Brent juga untuk pengiriman oktober naik 23 sen 
menjadi 114,86 dolar AS per barel.

"Pasar minyak tetap merasa cemas dengan Badai Gustav, dengan prediksi 
menunjukkan badai kemungkinan bergerak ke Teluk Meksiko," kata David Moore, 
analis komoditi pada Commonwealth Bank of Australia yang berbasis di Sydney.

Gustav juga menerjang Jamaika dan Kuba, dan mungkin anjungan minyak lepas 
pantai di Teluk Meksiko pada pekan ini -- sebuah ancaman yang dapat mendorong 
harga minyak berjangka naik.

Sementara, perusahaan raksasa energi Inggris-Belanda, Royal Dutch Shell 
memgatakan pihaknya berencana mengevakuasi beberapa stafnya dari fasilitas 
Teluk karena ancaman Gustav.

"Berdasarkan jalur Gustacv saat ini diperkirakan dapat menerjang Teluk Meksiko 
akhir pekan ini, kami sedang membuat perencanaan logistik untuk mengevakuasi 
staf yang tidak penting untuk kegiatan produksi atau pengeboran," kata Shell 
dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan AFP.

"Evakuasai dapat dimulai pada awal Rabu. Produksi di sana saat ini tidak 
terpengaruh."

Para analis Barclays Capital menulis dalam catatan kepada para nasabahnya: 
"Gustav terus menunjukkan sebuah potensi ancaman terhadap instalasi minyak dan 
gas di kawasan Teluk dan akan terus dipantau secara seksama." 

Pada Selasa pagi, harga minyak telah turun karena melemahnya data Jerman memicu 
kekhawatiran tentang pelambatan pertumbuhan ekonomi global dan melemahnya 
permintaan energi global.

Meningginya ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat setelah tindakan 
militer Moskow di Georgia juga memicu kekhawaitran tentang pasokan.

Para investor mencemaskan akan adanya gangguan baru pada jaringan pipa yang 
mengalirkan minyak mentah Azerbaijan dari Laut Kaspia ke pelabuhan Ceyhan di 
pesisir Mediterania Turki.

Harga minyak mengalami penurunan dari rekor tertinggi di atas 147 dolar AS pada 
11 Juli lalu setelah menembus 100 dolar AS pada awal tahun ini. (*)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke