Mampir ke Indramayu: Jangan lupa menikmati Pedesan Entog, Sambal Dadak dan Ikan 
Perdut

Jika melintas di jalur Pantura, Anda harus punya panduan untuk mampir mengisi 
perut. Masalahnya, tak mudah menemukan hidangan yang sesuai selera dan masih 
segar rasanya. Jika perut sudah lapar di kawasan utara Jawa Barat, mampir saja 
ke Indramayu. Kota Mangga ini punya sejumlah hidangan khas yang mungkin pas 
dengan selera Anda.

RM Ibu Seha

Soal makanan enak, rumah makan Ibu Seha boleh jadi rujukan. Rumah makan yang 
sudah berdiri sejak awal tahun 90-an ini punya berbagai hidangan khas yang 
pantas jadi pengganjal perut yang lapar. Andalannya, Kombinasi Ayam Kampung 
Goreng dan Sambal Dadak. Sudah banyak sekali orang yang kepincut dengan duet 
maut ini.

Ayam gorengnya menggunakan ayam kampung. Jadi sudah pasti gurih. Apalagi ayam 
disajikan lengkap dengan remahan bumbunya yang sangat gurih. Dijadikan cocolan 
dengan nasi hangat, makin nikmat rasanya. Sedangkan sambalnya disajikan di atas 
sebuah cobek mungil. Sambal berwarna merah gelap ini punya cita rasa khas. 
Menggunakan paduan cabai merah, cabai rawit, tomat dan terasi. Semuanya 
mentahan. Kecuali terasinya digoreng terlebih dulu. "Terasi udang khas 
Indramayu inilah yang membuat pelanggannya ketagihan," terang Ny. Erlani 937), 
yang mengelola rumah makan milik sang ibu, Ny. Nurseha.

Selain dua menu andalan tadi, RM Ibu Seha juga masih punya aneka pepes yang tak 
kalah enak. Ada Pepes Hati, Ampela, Ikan Mas, Peda, Jambal, Tahu, Jamur, sampai 
Pepes Ayam Kampung. Masih ada pilihan lauk lainnya seperti Sambal Goreng, Sop 
Buntut, Sop Jamur Ayam, Bistik Daging Sapi, Udang Tepung yang renyah, hingga 
Bandeng Isi Tanpa Duri.

Menyambut bulan puasa dan Lebaran tahun ini, RM Ibu Seha memperluas dan 
mempercantik ruangan. Kapasitasnya kini lebih dari 40 pengunjung dengan toilet 
dan mushola khusus pengunjung. Rumah makan ini buka sejak pukul 09.00-21.00 
WIB. Letaknya di Jl. Jenderal Sudirman No 55. Telp (0234) 271737-271261.

Pedesan Entog Bang Combat

Hidangan ini cuma ada di Indramayu. Kedai yang paling kondang sudah tentu punya 
nama asli Bang Combat (45) yang punya nama asli Dadang Supriatna. "Nama Combat 
itu karena dulu ayah saya berasal dari kesatuan Combat," terang Dadang, sang 
empunya kedai.

Namun Anda harus tahu bahwa hidangan ini khusus untuk penyuka rasa pedas. 
Namanya saja sudah pedesan, tentu saja rasanya pedas. Sajian ini menggunakan 
daging entog yang berarti itik. Bukan bebek, apalagi angsa. Daging entog 
dimasak dengan bumbu rempah dengan rasa cabai rawit dan merica yang cukup 
dominan. Paduan bumbu ini membuat kuahnya cokelat gelap, dan keruh. Saat 
mencicipi, ada rasa semu manis yang sedikit menyeruak. "Manisnya ditambahkan 
sedikit kecap," imbuhnya.

Rasa manis ini tapi jauh tertutup dengan rasa pedas cabai berpadu dengan hangat 
merica. Membuat penikmatnya dijamin langsung "segar" saking pedasnya. Daging 
entog berserat lebih tebal ketimbang ayam. Namun di kedai ini Anda tak perlu 
takut alot karena sudah dimasak hingga 2 jam. Selain dagingnya empuk, tak 
terdeteksi sama sekali aroma anyir khas unggas. Semua terbenam dalam pekatnya 
rempah menu pedesan. Sehari, Dadang perlu memasak dua kali untuk pelanggannya.

Entog sebelumnya kalah populer dibanding bebek atau ayam. Namun sejak Dadang 
menjualnya pada tahun 2001, mendadak entog naik pasaran. Kini memperolehnya pun 
cukup susah. Dadang sendiri per hari hanya memperoleh pasokan 15-20 ekor entog. 
"Padahal permintaan pelanggan jauh lebih tinggi," keluhnya.

Namun Dadang mengantisipasi dengan membuatkan pedesan ayam kampung. Selain itu 
menu alternatif ini juga untuk mengantisipasi pelanggan yang tak suka menu dari 
entog. Seporsi dijual Rp 11 ribu, sudah plus nasi. Kedai ini terletak di Jl 
Olahraga, Karanganyar. Tepat di depan Sport Center Indramayu. HP 081912924634. 
Kedai sederhana berkapasitas 20 pengunjung ini buka sejak pukul 10 pagi-8 
malam. Namun khusus bulan puasa, Dadang membuka kedainya sejak pukul 4 sore. 
Selain pedesan, kedai ini juga menyediakan menu Sop Iga Sapi dan Ayam Kampung 
Goreng.

Ikan Bakar Perdut

Soal ikan bakar, kedai ini biasanya jadi rujukan penikmat hidangan laut. 
Lokasinya padahal lumayan jauh. Terletak di Jl Raya Juntinyuat, 
Indramayu-Cirebon. HP 081395543636. Jalur ini merupakan salah satu alternatif 
mudik melalui jalur pantura dari Indramayu-Cirebon. Anda akan melewati jalur 
kilang Balongan Pertamina. Jaraknya sekitar 12 km dari Kota Indramayu. Lalu 
masuk ke arah pantai Glayem sekitar 200 meter.

Menyantap ikan bakar di rumah makan ini terasa begitu asli. Maklum saja, 
letaknya begitu dekat dengan Tempat Pelelangan Ikan Minasari. "Jadi ikan, udang 
dan cumi sudah pasti segar," ujar Kadir (22), yang mengelola usaha milik 
ayahnya.

Pilihannya ada ikan bawal hitam/putih, udang, cumi dan baronang. Harganya 
berkisar antara Rp 50 ribu-70 ribu per kilogram. Namun Anda boleh memilih 
dengan berat antara 1/4 kilogram, 1/2 kilogram atau per satu kilogram. Jadi 
bisa disesuaikan dengan jumlah pengunjungnya. Dalam sehari, Kadir mengaku 
minimal menghabiskan 40 kilogram ikan.

Semua jenis hidangan laut ini dibakar dnegan jenis bumbu yang memadukan rasa 
gurih dan manis. Namun saus cocolannya yang punya rasa khas. Coba saja cicipi, 
pasti ingatan langsung melayang pada cocolan rujak buah. Ya, saus pekat ini 
mirip sekali dengan saus rujak. Ada rasa kacang, cabai, gula merah, dan asam.

Di rumah makan ini kita disuguhi keakraban dengan laut. Jaraknya begitu dekat 
denga laut lepas. Hanya sekitar 10 meter saja. Hembusan angin laut pun ikut 
memberi sentuhan natural. Jika bersantap sore menjelang malam, Anda juga 
disuguhi pemandangan cantik dari cahaya pembakaran di kilang Balongan di 
kejauhan. Indah sekali. Kapasitasnya juga cukup luas, mampu menampung lebih 
dari 150 orang.

Ngomong-ngomong, kenapa ya namanya perdut? Sang ayah, Bpk. Rasidi, kerap disapa 
dengan nama Pak Gendut. Rupanya nama ini diambil dari singkatan Peraturan 
Gendut yang memelesetkan istilah Peraturan daerah alias Perda. "Jadilah namanya 
Ikan Bakar Perdut," terang Kadir berkelakar.

Sate Barokah
Untuk Anda yang ingin menghangatkan badan dengan hidangan kambing, Indramayu 
punya satu kedai yang kondang. Kedai Sate Barokah. Ciri khasnya adalah potongan 
daging kambing yang berukuran cukup besar. Satenya diselipkan lemak sehingga 
saenya terlihat berkilat akibat lelehan sebagian lemak. Nikmat betul.

Sate ini dijual dengan harga Rp 16 ribu per tusuk. Dagingnya cukup empuk. 
Disajikan dengan saus kacang atau saus kecap dengan irisan bawang merah, cabai 
rawit, tomat, dan perasan jeruk nipis.

Jika ingin hidangan berkuah, ada gulai atau sop. Jika ingin yang lebih ringan, 
pilih saja sop. Hidangan berkuah bening ini tersaji panas dengan aroma hidangan 
khas timur tengah. Aroma kapulaga dan merica cukup dominan. Dipadu dengan 
wortel, kentang, dan taburan daun bawang makin menambah kesegarannya. Badan pun 
langsung terasa hangat. Sup ini berisi daging empuk plus tulangnya.

Jika tak suka hidangan kambing, Anda juga bisa memilih Sate Ayam. Kedai ini 
terletak di Jl Letjen Soeprapto No 10 Telp (0234) 271917. Selain hidangan di 
atas, tersedia juga menu Nasi Kebuli dan Kambing Guling. "Tapi menu ini harus 
melalui pesanan dulu," jelas Ahmad (28), yang membantu mengelola kedai ibunya, 
Ny Zainah.

Rumah makan ini buka sejak pukul 8 pagi-11 malam. Kapasitasnya bisa menampung 
sekitar 30 pengunjung. Dalam sehari, Ahmad mengaku membutuhkan 2-3 ekor 
kambing. 

Empal Gentong H. Mang Muk

Empal Gentong memang asalnya dari Cirebon. Namun di Indramayu, hidangan ini 
juga tak kalah popular. Kedai yang sering dituju untuk menikmati hidangan 
berkuah kuning ini adalah milik H. Mukani (56), yang kerap disapa Mang Muk.

Menyantap Empal Gentong racikannya memang tak butuh tenaga. Pasalnya, semua 
isinya sudah dimasak hingga 4 jam. Jadi sangat empuk. Empal Gentong Mang Muk 
memanfaatkan semua bagian sapi. Dari ujung hidung, kuping, sampai jeroannya. 
Jadi seporsi Empal Gentong bisa bervariasi isinya. Tergantung selera si pembeli 
yang bebas memilih. Setelah dipotong-potong kecil, lalu diguyur kuah kuning 
kental yang rasanya gurih sekali. Rupanya Mang Muk menambahkan santan dalam 
kuahnya. Lalu ditaburi daun bawang dan bawang goreng untuk menambah selera 
makan. Dalam sehari, Mang Muk mengaku menghabiskan 25-30 kilogram daging dan 
jeroan.

Seporsi Empal Gentong dijual Rp 15 ribu. Selain itu juga tersedia Sate Sapi 
yang dibakar dengan saus kecap plus saus kacang yang pedas betul. Saus 
kacangnya sangat pekat. Dibuat dari kacang yang diblender halus, lalu dimasak 
kembali dengan bawang merah, tomat, dan ceplik alias cabai rawit dalam bahasa 
Brebes.

Kedai ini terletak di Jl Jendral Sudirman No 147. HP 087828923803. Buka setiap 
hari sejak pukul 7 pagi-9 malam. Kapasitasnya bisa untuk menampung sekitar 
40-an pengunjung.

Warung Burbacek

Burbacek? Wah, menu seperti apa lagi ya? Namanya memang unik. Begitu juga 
hidangannya. Burbacek adalah singkatan dari Bubur Rumbah Cecek. Ada juga yang 
sering menyebutnya dengan nama Bubur Bacek. Kalau dilihat-lihat, sajian ini 
agak mirip dengan Bubur Menado, namun tentu saja rasanya jauh berbeda.

Hidangan ini menyajikan bubur nasi yang diberi sayuran yang disebut rumbah. 
Komposisinya terdiri dari kangkung, genjer, semanggi dan taoge yang direbus. 
Lalu ditambahkan cecek alias kulit sapi yang sudah direbus sampai empuk. 
Kemudian diguyur kuah kacang encer yang dicampur dengan air petis ikan. Rasanya 
unik sekali. Gurih, pedas, dan rasa petisnya sungguh cocok bagi warga Indramayu.

Buburnya juga tidak lembut. Lebih mirip nasi yang dimasak lebih lama, namuan 
belum mencapai bentuk bubur. Jadi butir nasi masih agak terlihat. Seporsi 
Burbacek dijual dengan harga Rp 4.500 saja. Kedai yang paling terkenal adalah 
milik Yu Nani yang teletak di Jl Dharma Ayu, Sindang. HP 081912960148. 
Lokasinya terletak di belakang Pasar Caplek, tak jauh dari GOR Singapodra di Jl 
MT Haryono. Kedai ini buka sejak pukul 10 pagi-3 sore saja. 

Selain Burbacek, kedai sederhana yang sudah berdiri lebih dari 20 tahun ini 
juga punya aneka menu yang tak kalah enak. Seperti Gombyang Kepala Ikan Jambal 
yang berkuah gurih, Otak-otak, Sayur Sop, hingga aneka pepes yang nikmat. Ada 
Pepes Jambal, Pepes Peda, Ayam, Telur Jambal, Telur Belanak, Jamur Sampai Dage 
(sejenis oncom). "Totalnya ada 32 jenis pepes," terang Ny. Ijah (50), kakak Yu 
Nani yang ikut mengelola kedai ini. 

Saji - Rabu, 20 Agustus 2008



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke