Aku terdampar pulang, dalam bentuk yang paling awal

Atau barangkali seperti yang disebut Ernst Cassirer,
aku manusia,
telah menemukan metode adaptasi baru bagi lingkungan.
Suatu akuisisi baru yang meng-transformasikan seluruh kehidupan aku,
manusia,
tidak hanya dalam sebuah realitas yang lebih besar,
namun juga sebuah dimensi realitas baru.

Tuhanku menjadi lebih kuat, dan lebih manusiawi
Hubunganku dengan Tuhan menjadi lebih kompleks dan dialektis.
Ke-aku-an ku menjadi terelaborasi dan berkembang dalam dan melalui
hubungan dengan Tuhan, bahkan secara perlahan mendapatkan keberanian
untuk ber-argumen dengan Nya
Namun bukan dalam arti Dia telah mengambil bentuk yang telah aku
temukan dalam diri ku (hal itu malah membuat semakin lama semakin jauh
darinya).

Dan di sini, ketika sebelah bumi tertidur,
aku menuangkan harapan akan orang2 sehat dan berpendidikan dengan
baik, sosok2 internasionalis, yang menginginkan perdamaian dan
stabilitas, kemajuan dan kemakmuran yang universal.
Semoga Tuhan tidak meminta kita berperang untuk tuhan, semoga Dia
tidak menginginkan kebodohan, kemiskinan dan perang.

Semoga tidak ada pengkotak2an manusia, sebentuk kita dan sebentuk mereka

Jika di luar sana benar2 tidak ada Satu Kebenaran Yang Agung, yang
bertindak sebagai basis kesadaran manusia awam yang mengglobal di masa
depan, dan jika di luar sana benar2 tidak ada Satu Moralitas Yang
Benar, maka mungkin Nietzsche benar, bahwa kebenaran2 kita hanyalah
ilusi yang kita tidak dapat hidup di dalamnya.

Namun tidak,
akulah salah satu bukti kebenaran itu
wujudku, manusiaku

Namun lalu mengapa kita semua tidak hidup berdampingan dalam damai ?
Mencoba memainkan permainan dialog dalam suasana adil dan jujur,
sehingga setiap dari kita bisa membuktikan apa yang dirasakan di lubuk
hati dan sejarahnya, itulah dia yang berhasil



Kirim email ke