digiring aje dua2nye, beres khan
laen kale, sandiwaranye jgn pake artis perempuan donk, bikin ane ngeluarin air 
mate buaye nihh, seudiiih bener

pinter bgt aktingnye, lulusan 'akhirnye datang jg yee'
hehe


----- Original Message ----
From: M.J Thamrin <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[email protected]
Sent: Friday, August 29, 2008 12:02:42 AM
Subject: [ppiindia] Aksi FPI terbaru


Dari Detik.com (
http://www.detiknew s.com/read/ 2008/08/28/ 203509/996513/ 10/perempuan- 
yang-dijambak- massa-fpi- di-pn-jakpus- lapor-polisi
)

*Perempuan yang Dijambak Massa FPI di PN Jakpus Lapor Polisi*
Ken Yunita - detikNews

*Jakarta* - Perempuan yang ditampar dan dijambak oleh massa FPI dalam sidang
Habib Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan melapor ke polisi.
Perempuan berambut sebahu itu tidak terima atas perlakuan massa FPI yang
menganiayanya.

"Besok pagi saya akan ke Polda untuk melaporkan penganiayaan ini," katanya
kepada detikcom, Kamis (28/8/2008).

Perempuan yang enggan disebut namanya itu kemudian menceritakan kronologi
bagaimana penganiayaan itu terjadi. Saat itu, dia dan beberapa temannya
memang sengaja datang ke pangadilan untuk menyaksikan persidangan Rizieq.

"Kami datang pagi sekali. Kami duduk di bangku paling depan," ceritanya.

Namun sekitar pukul 10.00 WIB, massa FPI mulai berdatangan. Seorang ibu-ibu
mencoba menggusur dengan kasar sambil menyebut kata 'kafir' berulang-ulang.

"Minggir kafir, minggir kafir," tuturnya.

Perempuan itu tentu saja tidak mau pindah karena sudah menempati bangku
tersebut lebih dulu. "Saya tidak mau pindah, saya punya hak untuk duduk di
sini," katanya.

Akhirnya, kata dia, ibu-ibu tersebut duduk di sebelah perempuan itu. Tak
cukup sampai di situ, si ibu malah mendorong, menyikut dan menyodok. "Saya
akhirnya berdiri, tiba-tiba saya dicengkeram oleh seorang pria berjubah,"
katanya.

"Terus saya bilang, ya inilah kenapa Islam disebut teroris," katanya.

Mendengar kalimat itu, si ibu-ibu berteriak-teriak mengatakan bahwa dia
menyebut FPI teroris. "Lalu laki-laki yang tadi mencengkeram saya memukul
kepala saya dan si ibu tadi menjambak rambut saya," ujarnya.

"Padahal saya tidak pernah bilang FPI teroris," tandasnya.

Untung saja polisi segera bertindak dan perempuan itu keluar dari ruangan
persidangan. *(ken/gah) *

[Non-text portions of this message have been removed]

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke