Pertanyaan anda: "Yang anarkis teramat banyak tapi pengapa 
pemberitaan mengenai fpi yangislam demikian bombastic? think about 
it...", mudah sekali dijawab.

Karena fpi sendiri yang sekaligus melakukan kekerasan sambil 
mengatasnamakan Islam. Bahkan nama Islam mereka panggul dalam nama 
organisasi mereka. Apabila organisasi yang memakai nama agama berbuat 
santun, sangat sosial, menunjukkan contoh yang sangat baik, maka 
banyak orang, baik yang seagama ataupun dari agama lain, yang sangat 
simpati.

Bukankah begitu?

AH



--- In [email protected], "Isminov Zubeir" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> > Sebenarnya, saya tidak pernah peduli dengan FPI, ...
> > ... baru saya peduli! Saya menolak aksi kekerasan dan menang 
sendiri!
> 
> .
> .
> .
> dalam obrolan di warung kopi, saya dan temen2 kerja pernah satu dua
> kali  membincangkan hal-hal semacam itu. Memang jarang, yang satu 
dua
> kali itu pun terjadi ketika satu dari kami terlibat langsung, jadi
> objek penderita tentunya. 
> 
> Mengapa malas omongin begituan?
> 
> Saya masih ingat pertama kali ada yang ngebahas kebobrokan kondisi
> 'kemasyarakatan' di republik ini. Rata-rata dari kami mengernyitkan
> dahi. Apa pula si fulan ini, macam baru tinggal sehari ini saja di
> indones. Menjadikan sebagai topik pembicaraan satu hal buruk dari
> 'kemasyarakatan' di endonesia (dan mengenai pemerintahan) adalah
> seperti omong: matahari terbit dari timur lagi yaa pagi ini? Ngga 
lucu
> banget, deh.
> 
> 
> Tapi kerna sudah dimulai, dan memang bikin penasaran saya jabanin 
deh.
> Menurut saya pertama, ini jelas faktor pemberitaan media. Kedua ini
> soal Islam. Dua hal itu berjalin. Media melihat islam sebagai topik
> yang layak jual; atau mereka dibayar khusus untuk itu. 
> 
> Yang anarkis teramat banyak tapi pengapa pemberitaan mengenai fpi
> yangislam demikian bombastic? think about it...
>


Kirim email ke