Jakarta tidak mau berhenti mengeksploitasi Papua kah...

Emas sudah dijarah, Minyak sudah dijarah, sekarang giliran Budaya Papua di 
jarah lagi. Tidak ada kebutuhan mendasar menguntungkan rakyat. Inilah gaya 
Indonesia yang sukanya menyejukan kaum pasar internasional dan melupakan 
keutuhan rakyat dalam negeri. 

Sangat bangga jika atraksi Asmat itu di lakukan keliling Tanah Papua agar orang 
Papua mengerti budaya satu sama lain...kok malah dijadikan ifen ekonomis 
semata. Sangat konyol dan tak beralasan atraksi jauh-jauh padahal masayarakat 
setempat juga tidak ada re-generasi dalam mempraktekan budaya sendiri. 

Ajarilah rakyat secara benar dan mendidik Bangsa Pribumi dengan alamiahnya, 
hentikan gaya pasar yang hanya habiskan aset rakyat. Bangsa Papua di Bagian 
Barat butuh pendirian Kolinialisme Indonesia yang benar-benar menyatukan 
kemerdekaan bagi rakyat Papua itu sendiri, hentikan cara-cara penghisapan...
************************


--- Pada Rab, 3/9/08, EPI MOGOPIA <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: EPI MOGOPIA <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [SIMPA] Atraksi Asmat Rambah Belanda
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Tanggal: Rabu, 3 September, 2008, 9:38 PM










    
            

04 September 2008 04:55:52


Atraksi Asmat Rambah Belanda

JAKARTA-Upaya pemerintah untuk memperkenalkan kesenian tradisional terus 
dilakukan. Salah satunya adalah dengan memperkenalkan kesenian suku Asmat dari 
Papua pada masyarakat Belanda sebagai bagian dari Trade, Tourism and Investment 
(TTI). Rombongan Bupati Asmat bertandang ke Belanda pada 28 Agustus - 5 
September 2008.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda J.E. Habibie mengemukakan bahwa kunjungan 
tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan Kawasan Timur Indonesia serta 
mempromosikan atraksi seni budaya Indonesia. 
"Kegiatan tersebut diisi dengan demonstrasi memahat kayu yang sudah melegenda 
di seluruh dunia, demo memasak makanan Papua, serta tari-tarian tradisional 
Asmat yang menarik minat seratus lebih masyarakat serta sejumlah media massa 
Belanda," ujarnya dalam keterangan resmi kemarin (3/9). 
Fanny Habibie, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa seni pahat Asmat sangat
 kental dipengaruhi oleh spirit yang mempengaruhi si pemahat dan berusaha 
dituangkan dalam patung yang dibuat.
"Sehingga hasil akhir dari karya seni itu tampak berjiwa dan tidak semata-mata 
benda mati sebagaimana patung lain. Secara umum, budaya suku Asmat sangat unik 
dan terus bertahan hingga sekarang sehingga menjadi salah satu tujuan kunjungan 
utama Indonesia," lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Asmat Yuvensius A. Biakai mengemukakan bahwa 
sebagai bagian dari Indonesia, Asmat berharap dapat memberikan andil besar 
serta mendukung pembangunan RI. 
"Disadari bahwa kondisi geografis yang terisolir dan daerah berawa-rawa cukup 
menyulitkan proses pembangunan Asmat, sehingga rencana besar yang hendak 
diwujudkan ialah membangun bandara internasional dan pelabuhan guna memperluas 
akses dan mendorong peningkatan pariwisata Asmat," imbuhnya. 
Dalam demo memahat patung kayu, tampil tiga warga Asmat dengan pakaian 
tradisional yang memahat
 sambil sesekali melafalkan semacam mantra untuk meminta "dukungan spiritual" 
dari alam sekitar. 
Sedangkan ibu-ibu dari Papua Indonesia dan Belanda bergabung untuk demo memasak 
makanan khas Papua berupa Papeda dengan sup ikan dan hasilnya langsung 
disuguhkan kepada para pengunjung yang tampak puas menikmati sajian lezat 
tersebut.
Puncak dari penampilan seni budaya Asmat adalah pertunjukan tari-tarian 
tradisional yang unik dan kadangkala langsung dikomando oleh Bapak Bupati. 
Banyak di antara tarian Asmat dilakukan untuk acara ritual, namun salah satu 
tarian yang ditampilkan berjudul Persahabatan.
Ini merupakan tarian yang bersifat lebih terbuka dan semua orang dapat menari 
bersama, sehingga tak ayal pada saat dipertunjukkan di akhir acara, hampir 
semua penonton ikut menari tari tersebut mengikuti gerakan para penari Asmat.
Selain pertunjukan seni budaya, rombongan Asmat juga melakukan acara dialog 
interaktif di Radio Nederland tanggal 1
 September 2008 dan Business Meeting bersama para pengusaha Belanda pada 
tanggal 2 September 2008.


        Dapatkan nama yang Anda sukai!  

Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke