Kita semua pernah mengalami tertipu oleh indra kita 

Tongkat kelihatan bengkok di dalam air, 
dan orang yang dilihat dari jarak jauh ternyata hanyalah pohon
(hiks..pasti sedikit rabun)

Mengerti itu lebih besar daripada meragukan, 
dan sempurna itu lebih besar daripada tidak sempurna

Adalah Descartes, yang mempunyai ide, sesuatu yang sempurna itu
seperti apa, tetapi ia sendiri tidaklah sempurna.
Sehingga dia menyimpulkan, bahwa ide kesempurnaan pasti datang dari
suatu tempat. 
Ide itu pasti datang dari Allah, karena Descartes sendiri terlalu
tidak sempurna untuk memikirkannya.

Maka Allah pasti ada.

Descartes yakin bahwa manusia dilahirkan dengan ide2 bawaan.
Dalam hal ini, ia seperti Plato. 
Kita mempunyai ide mengenai Allah, kita lahir dengan ide2 tertentu di
dalam diri kita yang dapat kita temukan melalui akal budi.

Namun dengan adanya kekerasan yang mengiringi sarana untuk itu, salah
satu nya agama, memunculkan pertanyaan2 yang mengganggu tentang
peranan agama dalam masyarakat modern.

Apakah agama bermanfaat ?
Apakah agama sudah usang ?
Apakah agama menimbulkan bahaya ?
Apapun jawabannya, agama2 tengah menjamur di mana2

Terkadang juga, agama dan negara bekerja sama, merampas kedamaian.
Sehingga Lennon, berimajinasi bahwa dengan melupakan baik negara
maupun agama dapat menciptakan perdamaian.
Imagine telah menyulut imaginasi generasi yang meyakini bahwa agama2
dapat memecah belah dan tidak relevan.

Seorang penulis Yunani, Xenophanes meratap, ...
"Homer dan Hesiod telah mengaitkan kepada pada dewa segala sesuatu
yang di kalangan manusia merupakan aib dan kesalahan -- pencurian
serta percabulan dan penipuan antar sesama ..."


Dibutuhkan dialog yang autentik, menambah wawasan, tantangan dan
masukan, dalam usaha mencari perdamaian.
Agama yang bertanggung jawab harus menciptakan etika yang bertanggung
jawab bagi kehidupan global yang bertanggung jawab.

Teolog Belanda Hans Kung meneliti bahwa tidak akan ada perdamaian
global tanpa perdamaian religius. 
Bukankah ketika dalam perseteruan, yang saling berhadapan seringkali
adalah orang2 yang religius, dan barangkali juga orang yang baik di
lingkungannya, dan yang menjadi musuh mereka juga orang2 religius,
yang menggempur mereka juga orang2 religius, begitu juga tentara2 yang
menghancurkan kota dan rumah. Mereka semua menyebut nama Allah ketika
mereka saling menembak satu sama lain, dan ketika mereka mati.

Komunitas global kita secara kritis sedang sakit.
Kita harus berhenti melakukan tindak kekerasan melawan orang2, yang
sering dilakukan bahkan kepada orang2 sebangsa sendiri.
Setiap pribadi bertanggung jawab bagi kesejahteraan secara keseluruhan.
Ketika agama tidak memberikan kritik, hasil yang korektif, atau pun
yang konstruktif bagi dorongan atau kecenderungan batin yang
menyakitkan, agama menjadi antek kejahatan.

Apakah ateisme lebih baik daripada agama ?
Apakah kebenaran itu ?

Kita mencari kebenaran karena kita membutuhkan arah yang dapat
diandalkan bagi kehidupan. 
Kebenaran adalah jalan kesejahteraan bagi pribadi begitu juga bagi
seluruh masyarakat lokal maupun global. Masyarakat yang sehat
memerlukan rasa hormat yang sehat terhadap ke-bhineka-an.

Seperti yang saya pahami, ketika kita memahami Pencipta kita sebagai
Dia yang secara pribadi aktif serta tak terbatas mengasihi kita dan
orang2 lain, termasuk musuh2 kita, itulah pemberdayaan pemulihan
pribadi dan juga pemulihan bagi bangsa2.

Kita menemui jalan2 bercabang selama perjalanan ziarah kehidupan, 
namun mengingatkan pada kata2 Robert Fross, yang mengungkapkan misteri
dan kegembiraan dalam memilih sebuah jalan di antara berbagai jalan : 

"Aku akan menuturkan ini dengan sebuah desahan,
Suatu ketika dari masa ke masa mulai dari sekarang,
Dua jalan berpencar di sebuah hutan, dan aku --
Aku mengambil jalan yang jarang dilalui, 
Dan itu telah menjadikan segalanya berbeda."



 






Kirim email ke