Bang.. kok jadi dengerin khotbah sih ??? Pan kite mesti ke pengadilan ? dukung guru kite ??
TAKBIR !!!! ALLAHU AKBAR !!! ALLAHU AKBAR !!! JAMBAAAAAAKKKKK !!!!! On Tue, Sep 9, 2008 at 7:44 AM, si pitung <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > biksu abu hanifah lg khotbah? dengerin aaah > wkakakwkaka..dah dateng lom menuhin undangannye teriIBlis? khan dah ane > DELEGATE tuh ke ente wkakakwakaka > > > > ----- Original Message ---- > From: abuhanifah_2000 <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Sunday, September 7, 2008 10:52:21 AM > Subject: [ppiindia] Makna puasa > > > Kita berada dalam bulan Ramadan (kini dengan gaya Arab disebut > Romadhon), artinya bulan puasa. > > Beberapa perda mengatur hal hal yang ajaib, dinmana semua masyarakat > dinminta ikut ikutan puasa, sampai sampai di banjarmasin tamu hotel > diharuskan makan di kamar selama waktu puasa (bagus tidak di garasi). > > Padahal, kalau kita pikirkan secara dewasa, puasa adalah perilaku > sesuai perintah agama untuk mengagungkan Allah, yang dilakukan masing > masing dengan legawa dan sukarela, Tidak memaksa diri, apalagi orang > lain. lalu minta dihormati karena sedang puasa! > > Puasa, adalah sebuah proses bathiniah yang sudah dikenal jauh jauh > jauh sebelum nabi Muhammad lahir, dan dikenal dalam setiap, sekali > lagi, setiap ajaran agama dan kebudayaan. > > Sebagai contoh, puasa juga dikenal dalam agama Buddha, dimana sang > Siddharta telah mengajarkan jauh sebelum nabi Muhammad ada. > > Coba kita baca bersama (mudah mudahan tak ada yang katakan " ini > bukan agama gue, gak relecan"): > > Puasa Dalam Agama Buddha > Willy Yandi Wijaya > > Dalam agama Buddha, juga dikenal sebuah istilah yang dapat diartikan > sebagai "puasa". Namun, hendaknya jangan ditafsirkan sebagai puasa > tidak makan dan minum selama sekitar 15 jam seperti dalam agama Islam. > > Puasa dalam agama Buddha sedikit berbeda dan diperbolehkan minum. > Dalam agama Buddha puasa itu disebut Uposatha. Puasa ini tidak wajib > bagi umat Buddha, namun biasanya dilaksanakan dua kali dalam satu > bulan (menurut kalender buddhis dimana berdasarkan peredaran bulan), > yaitu pada saat bulan terang dan gelap(bulan purnama). Namun ada yang > melaksanakan 6 kali dalam satu bulan, tetapi puasa (uposatha) > tersebut tidak wajib. > > Uposatha artinya hari pengamalan (dengan berpuasa) atau dengan > pelaksanaan uposatha-sila pada hari atau waktu tertentu (dapat > disebut hari uposatha).. Puasa tersebut dilaksanakan dengan menjalani > uposatha-sila. Uposatha-sila( aturan yang berjumlah delapan) antara > lain: > > Tidak membunuh > Artinya adalah tidak melakukan pembunuhan atau melukai makhluk hidup. > Makhluk hidup di sini adalah manusia dan binatang. Tumbuhan tidak > termasuk) > > Tidak mencuri > Artinya adalah tidak melakukan perbuatan yang mengambil barang tanpa > seizin pemiliknya. > > Tidak melakukan hubungan seks > Artinya adalah tidak melakukan hubungan badan baik dengan apa pun > juga, dan tidak melakukan kegiatan seks sendiri(masturbasi) . Intinya > adalah tidak boleh melakukan kegiatan yang memuaskan diri secara > seksual. > > Tidak berbohong > Pengertian ini jelas. Artinya tidak berbohong sehingga merugikan > orang lain secara langsung atau pun tidak langsung dengan niat buruk. > > Tidak berkonsumsi makanan yang membuat kesadaran lemah dan ketagihan > (alkohol, obat-obatan terlarang) > Artinya jelas. Jika seseorang mengkonsumsi untuk tujuan medis dalam > jumlah kecil dan tidak hilang kesadaran, maka tidak terjadi > pelanggaran. > > Tidak makan pada waktu yang salah > Pengertian di sini adalah bahwa seseorang tidak boleh makan setelah > lewat tengah hari hingga subuh/dinihari. Patokannya adalah untuk > tengah hari, ketika matahari tepat diatas kepala atau pukul dua > belas. dan untuk subuh/dinihari adalah ketika tanpa lampu, seseorang > dapat melihat garis tangannya sendiri atau ketika matahari terbit. > Jadi seseorang boleh makan (berapa kali pun) hanya pada waktu > dinihari/subuh sampai tengah hari (sekitar jam 12). > > Tidak bernyanyi, menari atau menonton hiburan. Juga tidak memakai > perhiasan, kosmetik, atau parfum. > Pengertiannya jelas dan untuk mendengarkan musik pun tidak > diperbolehkan. Jika musik atau kosmetik digunakan untuk terapi atau > untuk menolak penyakit, maka seseorang tidak menjadi melanggar aturan. > Tidak duduk atau berbaring di tempat duduk atau tempat duduk yang > besar dan tinggi > Pengertiannya di sini adalah tidak tidur di atas tempat yang > tingginya lebih dari 20 inci termasuk juga duduk. Tidur atau duduk di > tempat yang mewah juga tidak diperbolehkan. > > Jadi puasa (uposatha) seorang umat Buddha dinyatakan sah, apabila ia > mematuhi ke-8 larangan tersebut seperti yang tertulis di atas. Jika > salah satu larangan tersebut dilanggar—baik sengaja atau tidak— > berarti ia puasanya (uposatha-nya) tidak sempurna. > > Ada satu jenis kegiatan lagi dalam agama Buddha yang bisa > disebut "puasa", yaitu vegetaris. Vegetaris berarti tidak makan > makanan bernyawa (dalam hal ini daging). Atau bisa dikatakan hanya > memakan sayur-sayuran. Dalam pelaksanaan vegetaris ini, umat Buddha > yang vegetarian ini tidak makan daging, termasuk jenis bawang- > bawangan. Untuk telur atau susu, ada vegetarian yang masih makan, ada > yang tidak. Namun vegetarian murni tidak makan telur atau pun susu. > Dalam melaksanakan puasa ini (vegetaris), seseorang boleh makan kapan > pun dalam 24 jam, namun hanya makan sayur-sayuran, tidak boleh daging > dan bawang-bawangan. Puasa ini (melaksanakan vegetaris) tidak wajib > bagi umat Buddha. Biasanya umat Buddha melaksanakannya tanggal 1 dan > 15 berdasar kalender lunar (berdasar revolusi bulan), ketika bulan > purnama menurut perhitungan Cina. > > Kesimpulannya dalam agama Buddha, terdapat puasa namun definisinya > berbeda. Puasa jenis I, disebut Uposatha intinya tidak makan dari > setelah siang hari sampai subuh. Puasa jenis II, disebut vegetaris > intinya tidak makan makanan yang berasal dari makhluk hidup (dalam > hal ini daging). > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > > ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

