*** bagaimanakah seorang Buddhist melihat debat debatan agama, yang 
biasanya terjadi antara pemeluk agama agama Ibrahim, yakni Kristen 
dan Islam?
Silakan ikuti artikel dibawah ini.

AH




Ketika semua umat beragama saling beradu argumen dan pendapat

Henry Jusrin

Kenapa saya angkat tema ini pada artikel saya kali ini? Ya, karena 
memang sekarang ini kerukunan umat beragama sedang diuji kesetiaanya 
dengan banyaknya konflik antar umat beragama, baik di Indonesia, 
maupun di dunia. 

Banyak kasus kriminal mengangkat tameng dari semua kesalahan mereka, 
yaitu agama. Mereka menamakan diri mereka atas nama agama dalam 
berperang antar umat manusia. Banyak juga yang menghina umat agama 
lain. Karena kebutaan mereka, mereka menghina umat agama lain, 
menginjak-injak harkat dan martabat agama yang orang lain itu peluk. 
Sehingga timbullah perpecahan di antara umat beragama.

Kenapa sih ini semua terjadi ? simpel saja sebenarnya. Mereka 
berpikir satu hal bahwa agama mereka lebih baik. Mereka termakan 
ajaran-ajaran dari agama mereka masing-masing, tanpa mencernanya 
lebih lanjut. Mereka hanya mengiyakan semua kata-kata dari masing-
masing kitab suci mereka masing-masing, mereka berkata " Ini kan kata-
kata Tuhan. Ia pasti tidak salah." Atau "ini kan Dharma yang Sang 
Buddha ajarkan. Pasti Sang Buddha tidak salah dong!" Benar. Itu semua 
benar. Bahkan saya acungi sepasang jempol saya untuk itu semua. 
Tuhan, itu tidak pernah salah. Sang Buddha sendiri juga tidak salah. 
Ia adalah Guru Dharma yang selalu terjaga semua ucapannya, dan Ia 
tidak akan mengucapkan sesuatu yang salah tentang Dharma.

Sebenarnya, kita semua harus tahu. Bahwa Dhamma yang sesungguhnya, 
tidak hanya diterima secara mentah-mentah, tanpa penjelasan yang 
jelas. Sang Buddha sendiri mengatakan bahwa "Ia harus meneliti apapun 
yang dijelaskan, baik dari kitab suci, baik itu dari guru agamanya 
sendiri." (kurang lebih itulah intinya -red). Jadi, ketika kita 
mendengar sebuah tuntutan dari sebuah kitab suci, ataupun dari 
seorang guru agama, kita harus menganalisanya secara mendalam. Karena 
semuanya, ajaran yang benar, adalah ajaran dimana kita sendiri yang 
meyakini ajaran itu benar.

Tuhan jahat?? Ha! Anda salah besar. Justru ketika anda melihat suatu 
tuntutan dari sebuah kitab suci, sebetulnya anda yang sedang dikuasai 
oleh Mara, yang menyumbat telinga dan hati anda dari kata-kata Tuhan 
yang Maha sempurna. Anda justru menjatuhkan pemeluk agama lain dengan 
interpretasi anda sendiri yang dangkal, Anda berpikir bahwa agama si 
A itu agama pembunuh, atau agama si B itu berhala banget, patung 
semua disembah. Anda harus melihat ke dalam diri anda sendiri. Anda 
sebenarnya yang menyembah berhala, karena Anda `menyembah' dan 
meyakini pendapat Anda yang salah, dan mematrikan kesalahan itu di 
dalam diri Anda, sehingga diri Anda menjadi buta, dan anda justru 
semakin dekat dengan alam penderitaan yang menyakitkan.

Marilah kita semua. Kali ini saya tidak menyuruh Anda semua untuk 
berdoa. Saya hanya meminta bahwa, tolong, mengacalah pada diri 
sendiri. Sadari, dan resapi, bahwa Dhamma yang benar sesungguhnya 
adalah Dhamma olahan kita. Karena Dhamma harusnya diresapi di dalam 
diri kita. Bukan kita terima mentah-mentah.



Kirim email ke