http://www.tni-au.mil.id/content.asp?ContentId=4706

*PANGLIMA TNI BUKA GLADI LAPANGAN HANUDNAS "TUTUKA XXXII/08" *
Pen Kohanudnas, 9/16/2008

*Panglima TNI Jendral TNI Djoko Santoso* selaku Pimpinan Umum gladi lapangan
pertahanan udara nasional (Glalap Hanudnas) didampingi Komandan Sekolah Staf
dan Komando (Dansesko) TNI Marsekal Madya TNI IB. Sanubari sebagai Direktur
Latihan (Dirlat) dan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional
(Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Pandji Utama sebagai Komando Pengendali
Operasi (Kodalops), membuka Glalap Hanudnas "Tutuka XXXII tahun 2008",
melalui Voice tele konvren di ruang Pusat Operasi Udara Nasional (Popunas)
Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (16/9).



Deputy Olah Yudha "Tutuka XXXII/08" Kolonel Pnb Barhim menjelaskan, kepada
Panglima TNI, bahwa pelaksanaan manuver lapangan (Manlap) gladi Hanudnas
"Tutuka XXXII/08" ini, akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 16
hingga19 September 2008 dengan lokasi diwilayah Komando Sektor Pertahan
Udara Nasional (Kosekhanudnas) I Jakarta dan Kosekhanudnas III Medan, yang
sebelumnya telah didahului dengan penataran gladi Hanudnas Tutuka, bagi para
Pengawas dan Pengendali (Wasdal), tim Penilai dan para pelaku latihan
hanudnas sejak tanggal 10 Sept 2008 yang lalu di Makohanudnas Jakarta dan di
Pusdiklat Hanudnas Surabaya.



Gelar Glalap Hanudnas "Tutuka XXXII/08" yang merupakan latihan puncak
Kohanudnas ini, sebagai uji rencana operasi (RO) dan rencana kontijensi
(Renkon) dan Doktrin Opsgab TNI, Doktrin Angkatan dan Doktrin Hanudnas,
serta sebagai ukur kesiapsiagaan operasi sistim pengamatan, identifikasi dan
penindakan ancaman musuh dari udara yang nyata. Dalam Glalap Hanudnas
"Tutuka" ini, seluruh sistim Hanud baik Hanud Titik, Hanud Terminal dan
Hanud Area akan diuji dalam RO Tutuka XXXII/08 kata Kolonel Pnb Barhim.



Hanud Area merupakan antisipasi terdepan terhadap ancaman pesawat musuh yang
akan memasuki atau telah masuk wilayah udara nasional RI, hal ini penindakan
menjadi tugas tanggung jawab pesawat-pesawat tempur TNI AU, dan apabila
pesawat musuh tersebut ada yang olos dari penyergapan Hanud Area, maka
penindakan menjadi tugas Hanud Terminal, dalam hal ini Dentasemen Peluru
Kendali (Denrudal) jarak sedang dan menengah dari unsur TNI AD, dan Rudal
dari unsur TNI AL/ KRI yang mempunyai kekuatan Hanud serta pesawat tempur
TNI AU, apabila pesawat musuh masih lolos dari penyergapan Hanud Terminal,
maka penindakan menjadi tugas Hanud Titik dengan menggunakan Meriam anti
serangan udara dan Rudal jarak pendek dari unsur TNI AD,lanjut Barhim.



Hadir dalam pembukaan Glalap Hanudnas "Tutuka XXXII/08" tersebut, Dansesko
TNI Marsdya TNI IB Sanubari sebagai Dirlat, Danseskoau Marsda TNI Yunianto
selaku Kawasdal, Asisten Operasi (Asops) Kas TNI, Asopsau, Asops AL,
Pangkoopsau I, Pangarmabar, Dansesko AD, Dansesko AL, Kapuspen TNI dan para
Asisten Kohanudnas serta sejumlah pejabat lainya, Demikian keterangan Kepala
Penerangan Kohanudnas Mayor Sus Suharto SH.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke