http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/16/06543748/eureka.inilah.quotsemut.dari.marsquot

*Eureka, Inilah "Semut dari Mars"*


JAKARTA, SELASA — Semut spesies baru yang ditemukan di hutan Amazon ini
hidup di bawah tanah dan buta selama hidupnya. Para ilmuwan yang
menemukannya yakin semut tersebut masih keturunan langsung semut purba yang
pertama kali menghuni Bumi.

Seorang mahasiswa program studi biologi evolusi Universitas Texas, AS,
Christian Rabeling, menemukannya pertama kali di hutan hujan Empresa
Brasileira de Pasquisa Agropecuaria di Manaus, Brasil, tahun 2003. Ia adalah
satu-satunya koloni semut yang hidup di bekas pohon yang membusuk di dalam
tanah.

Maka, pantas kalau penemunya memberi nama Martialis heureka yang artinya
semut dari Mars saking unik dan anehnya. Semut tersebut tak lagi menggunakan
indera penglihatan dan tak membutuhkan pigmen atau pewarna tubuh karena
telah beradaptasi dengan lingkungan yang gelap gulita. Sebagai gantinya, ia
memiliki tubuh memanjang dan capit yang panjang yang diduga untuk meraba dan
menangkap mangsa.

Martialis heureka tidak hanya tercatat sebagai spesies baru, tapi juga
membentuk kelompok genus tersendiri, bahkan subfamili baru. Subfamili
terakhir ditemukan tahun 1967. Saat ini semut terbagi dalam 21 subfamili.

Sampel DNA yang diambil dari kakinya menunjukkan bahwa semut dari Mars
menempati pangkal pohon evolusi semut. Dari sifat genetikanya, semut
diperkirakan mulai muncul sejak 120 juta tahun lalu dari nenek moyang yang
sama dengan tawon. Para ilmuwan meyakini semut segera tersebar ke dalam
habitat yang berbeda-beda, di tanah, dedaunan, dan sebagainya.

"Penemuan ini mendukung pendapat bahwa semut predator yang buta dan hidup di
dalam tanah muncul di awal evolusi," ujar Rabeling. Meski demikian, hal
tersebut bukan berarti nenek moyang semut buta dan hidup di tanah. Namun,
saat mulai berevolusi, semut telah beradaptasi dengan lingkungan tanah hutan
tropis.

Rabeling mengatakan, Martialis heureka memberi petunjuk bahwa rahasia
evolusi semut mungkin masih tersembunyi di balik hutan hujan tropis.
Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of
Sciences ini juga memberikan informasi baru untuk mempelajari lebih mendalam
keragaman hayati serangga, khususnya semut.

WAH
Sumber : LIVESCIENCE


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke