http://www.antara.co.id/arc/2008/9/20/debu-bintang-tunjukkan-tabrakan-planet/


*Debu Bintang Tunjukkan Tabrakan Planet*


Washington (ANTARA News) - Massa debu yang mengambang di sekitar sistem
bintang binary di kejauhan menunjukkan bahwa dua planet seperti-Bumi saling
menghancurkan dalam suatu benturan keras, demikian laporan beberapa peneliti
AS, Jumat.

"Itu seakan-akan Bumi dan Venus saling bertabrakkan," kata Benjamin
Nuckerman, astronom di University of California, Los Angeles (UCLA), yang
melakukan studi tersebut, dalam satu pernyataan.

"Para astronom tak pernah menyaksikan sesuatu yang seperti ini sebelumnya;
tampaknya tabrakan besar yang menimbulkan bencana dapat terjadi di satu
sistem planet yang sepenuhnya matang."

Tim dari UCLA, Tennessee State University dan California Institute of
Technology itu, yang menulis di Astrophysical Journal, menyatakan kelompok
tersebut melihat debu yang mengorbit satu bintang yang dikenal sebagai BD+20
307, sejauh 300 juta tahun-cahaya dari Bumi, di konstelasi Aries.

Satu tahun-cahaya adalah jarak tempuh cahaya dalam perjalanan selama
setahun, atau sekitar 9,5 triliun kilometer. Jadi, pada dasarnya, pengamatan
itu melihat ke masa 300 juta tahun silam.

"Jika ada kehidupan di masing-masing planet, tabrakan besar akan
menghapuskan apa saja dalam waktu satu menit: peristiwa yang akhirnya
menimbulkan kepunahan," kata Gregory Henry dari Tennessee State University,
seperti dikutip Reuters.

BD+20 307 tampaknya terdiri atas dua bintang, keduanya memiliki ukuran,
temperatur dan massa yang sama dengan Matahari-nya Bumi. Kedua planet
memutar inti massa bersamanya setiap 3,5 hari atau lebih.

"Tubrukan planet di BD+20 307 itu tak diamati secara langsung, diduga akibat
dari banyaknya partikel debu yang mengorbit pasangannya dalam jarak yang
kurang lebih sama dengan jarak Bumi dan Venus dari Matahari kita," kata
Hentry.

"Jika debu ini memang menunjuk kepada kehadiran planet yang berhubungan
dengan Bumi, maka ini merupakan contoh pertama yang diketahui mengenai
planet dengan massa apa pun yang mengorbit di sekitar binta binary yang
dekat."

Pada Juli 2005, tim tersebut melaporkan kelompok itu telah melihat sistem
tersebut, yang saat itu diduga terdiri atas satu bintang saja. Sistem
tersebut dikelilingi oleh debu mengorbit yang lebih hangat dibandingkan
dengan binta lain seperti-Matahari bagi ahli astronomi.

"Ini menimbulkan dua pertanyaan yang sangat menarik," kata Frncis Fekel dari
Tennessee State University. "Bagaimana orbit planet menjadi kehilangan
kestabilan dalam sistem matang yang dingin semacam itu? Dapatkan tabrakan
semacam itu terjadi di sistem tatasurya kita?" (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke