Rusia sahabat Indonesia

-----------------------------------------------

http://www.antara.co.id/arc/2008/9/21/komisi-i-dpr-akan-prioritaskan-pembahasan-pengadaan-sukhoi/

*Komisi I DPR Akan Prioritaskan Pembahasan Pengadaan Sukhoi*


Jakarta (ANTARA News) - Komisi I DPR akan memprioritaskan dan mempercepat
pembahasan pengadaan jet tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara dari Rusia.

"Prioritas paling tinggi. Kalau bisa selesai minggu depan," kata anggota
Komisi I DPR dari Fraksi PAN, Djoko Susilo, di Jakarta, Minggu, mengenai
pengadaan Sukhoi yang masih menunggu persetujuan DPR.

Komisi I DPR antara lain membidangi soal pertahanan, luar negeri, dan TNI.

Sebelumnya *Dirjen Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan, Marsekal Muda
TNI Eris Herriyanto* di Jakarta, Sabtu (20/9), mengatakan kedatangan tiga
unit pesawat jet tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara dari Rusia hingga kini
masih menunggu persetujuan DPR.

"Sekarang kami masih menunggu persetujuan DPR karena tanpa persetujuan L/C
tak bisa keluar. Memang lama, tapi ini prosedur dan mekanisme yang harus
dijalankan. Kita tunggu saja," kata Eris.

Djoko mengatakan, Komisi I DPR tidak bermaksud memperlambat pengadaan
pesawat tersebut.

Ia menjelaskan bahwa surat tentang pengadaan pesawat itu masuk baru-baru
ini, padahal Komisi I DPR sudah mempunyai agenda seperti membahas Piagam
ASEAN.

"Kalau surat masuk langsung dibahas, orang menuduh ada apa," katanya.

Dikatakannya, jika ada pengajuan pembahasan sesuatu hal, maka Komisi I perlu
mengatur jadwal kembali.

Selain itu, katanya, saat ini panitia anggaran juga sibuk menuntaskan
Rancangan APBN.

Jadi, katanya, harus ada prosedurnya. "Dibahas dulu di tingkat kelompok
kerja pertahanan, laporkan ke komisi, dan kemudian DPR. Kami kan, juga harus
tahu kontraknya seperti apa, banknya dan sebagainya," kata Djoko.

Djoko mengatakan secara pribadi mendukung pengadaan pesawat Sukhoi tersebut.

Rapat pertama, katanya, akan dilakukan dengan Dephan yang mempunyai program
pengadaan itu.

"Dephan harus jelaskan tentang program itu dulu, baru kami ambil keputusan.
Tidak lama, kok," katanya.

Bahkan Djoko berharap pembahasan itu bisa dilakukan minggu depan.

Ditanya apakah pengadaan tersebut bisa dilakukan sebelum TNI memperingati
hari jadi pada 5 Oktober mendatang, Djoko berharap hal itu bisa terjadi,
namun tidak hanya tergantung DPR. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke