http://www.detiknew s.com/read/ 2008/09/21/ 153145/1009890/ 10/dephan-
tni-harus- jadi-lokomotif- kebangkitan- ekonomi-nasional
Minggu, 21/09/2008 15:31 WIB
Dephan & TNI Harus Jadi Lokomotif
Kebangkitan Ekonomi Nasional
Muhammad Nur Hayid -
detikNews
Jakarta - Lemahnya militer dan pertahanan suatu bangsa
merupakan cerminan dari lemahnya harga diri suatu bangsa di mata internasional.
Karena itulah, pembangunan TNI dan pertahanan yang kuat niscaya dilakukan di
Indonesia.
"Dephan dan Mabes TNI harus menjadi lokomotif yang akan
menarik gerbong perekonomian nasional. Sebab jika kita berharap pembangunan
pertahanan baru bisa dilaksanakan setelah perekonomian membaik, kapan kita bisa
memulai," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendera kepada detikcom,
Minggu ( 21/9/2008).
Menurut adik kandung Yusril Ihza Mahendra ini, jika
Dephan dan Mabes TNI diberdayakan, Indonesia akan kembali menjadi negara yang
berwibawa dan dihormati di mata internasional. Diharapkan dengan cara itulah,
Indonesia akan mampu bangkit mendongkrak perekonomian nasional secara
menyeluruh.
"Kita tidak mungkin menunggu lebih lama lagi ketidakpastian
ini. Karena itu, Dephan dan Mabes TNI harus leading bahkan menjadi leader bagi
departemen-departem en lain seperti departemen perindustrian, Kominfo dan
BUMN,"
terang Yusron.
Karena itu lanjut Ketua DPP PBB ini, Dephan dan Mabes TNI
harus menjadi konseptor, think thank bahkan pemrakarsa yang akan mengarahkan
industri pertahanan menjadi sesuatu yang bermakna secara ekonomi dan industri.
Jika langkah ini ditempuh, sektor pertahanan tidak akan lagi menjadi cost
center, tapi sebaliknya akan menjadi profil center.
"Saya tentu tidak
katakan bahwa TNI harus bisnis, apalagi undang-undang melarangnya. Intinya,
bagaimana Dephan dan Mabes TNI menjadi motor atau pemrakarsa,"
terangnya.
"Ini adalah jawaban terhadap pertahanan kita yang lemah akibat
minimnya anggaran atau lesunya perekonomian nasional kita. Jika usul ini
dijalankan, bukan hanya menjadi jawaban anggaran pertahanan yang kecil, tetapi
juga akan menjawab masalah perekonomian nasional," terang doktor lulusan Jepang
ini.
Menurut Yusron, Indonesia mempunyai 10 industri strategis seperti PT
DI, PAL, Pindad, Krakatau Steel dan lain-lain. Dalam sejarahnya, banyak fakta
membuktikan bahwa industri pertahanan sanggup membawa kemakmuran bagi sebuah
bangsa.
Misalnya, lanjut Yusron, Ekonomi ala presiden Reagan (Reaganomic,
termasuk rencana Star War), munculnya fenomena MIC (Military Industrial
Complex)
di AS pada masa presiden Eisenhower yang menjadikan bank swasta dan militer
menjadi satu kekuatan serta contoh di Argentina dengan konsep DIC (defense
Industrial Complex) dengan modal Mesir dan teknologi Jerman.
"Mengapa
kita tidak membikin yang seperti ini. Tentara profesional bukan berarti tentara
cuma latihan dan tidur, tapi harus bekerja," terangnya.
"Kalau kita mau
dihormati dunia, kita harus kuat secara ekonomi dan militer. Sejarah sudah
buktikan, sejak Pax Romana, Britanica dan Pax Americana sekarang ini, diplomasi
selalu didukung kekuatan militer," pungkas politisi yang mantan wartawan
ini.(yid/iy)
Satrio Arismunandar
Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023, Fax: 79184558,
79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.comhttp://satrioarismunandar.multiply.com
[Non-text portions of this message have been removed]