Lalu bagai mana dengan orang Papua yang sampai hari ini masih memilih menggunakan koteka(pakaian tradisional laki-laki) dan moge/sali(pakaian tradisional wanita) walaupun mereka mempunyai pakaian?
--- On Mon, 9/22/08, si pitung <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: si pitung <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [ppiindia] Penolakan RUU Pornografi Dilatarbelakangi Islamophobia To: [email protected] Date: Monday, September 22, 2008, 2:49 AM Penolakan RUU Pornografi Dilatarbelakangi Islamophobia By Republika Contributor Senin, 22 September 2008 pukul 11:02:00 MEDAN -- Gerakan sekularisasi dan Islamophobia atau ketakutan terhadap Islam diduga melatarbelakangi aksi penolakan RUU Pornografi dan Pornoaksi yang akan disahkan DPR. Semua gerakan itu menghendaki agar Indonesia menjadi negara sekuler dan jauh dari norma agama, kata Direktur Pusat Kajian Konstitusi, Hukum dan HAM (Puskohham), Drs. Ansari Yamamah, MA kepada ANTARA di Medan, Senin. Menurut Ansari Yamamah , penolakan terhadap RUU Pornografi lebih didominasi pengaruh kelompok yang mengalami Islamophobia atau ketakutan terhadap pemberlakuan ajaran Islam. Kelompok tersebut tidak ingin Indonesia yang menganut azas Ketuhanan Yang Maha Esa terus dikenal sebagai negara beragama. Kelompok itu "mengkambinghitamka n" kebebasan berekspresi sebagai "alat" untuk menolak RUU yang membatasi praktik yang melanggar susila tersebut. Indonesia ingin dijadikan sebagai negara sekuler yang memisahkan norma agama dan ketentuan dalam berbangsa dan bermasyarakat, kata Ansari . Padahal sebagai bangsa timur Indonesia dikenal dan dihormati dunia Internasional karena memiliki kriteria sebagai negara beragama, kata Dosen IAIN Sumut itu. Ia menambahkan, pemberlakuan UU Pornografi jika disahkan DPR nantinya diyakini tidak akan mengurangi ketertarikan turis terhadap wisata di Indonesia, sebagaimana yang dikhawatirkan sebagian warga Bali. Jika UU Pornografi diberlakukan, Pemda Bali dapat menyikapinya dengan membuat peraturan daerah (perda) dengan membatasi atau melokalisasi area berbikini. Kebijakan tersebut terbukti efektif sebagaimana diberlakukan Malaysia dan beberapa negara di Timur Tengah seperti Sudan dan Syria. Bahkan, kata Ansari, Belanda yang merupakan negara "sekuler sejati" juga membatasi praktik pornografi dengan melarang rakyatnya untuk telanjang di depan umum. Warga hanya boleh telanjang atau memakai pakaian bikini di tempat tertentu seperti di Pantai Scheveningen di Kota Den Haag, kata alumni Leiden University Belanda itu. (ant/ah) [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

