Dear all,
Saking banyaknya email yang saya baca dan banyak yang mempetanyakan Surga Milik
siapa atau agama apa? Neraka milik siapa dan agama apa? dan siapa orang kafir?
Menurut hemat saya yang memiliki latar belakang pendidik sangat prihatin
melihat perkembangan ini, yang ujung-ujung kita akan mudah diadu domba, sekedar
masukan bagi para pendidik juga terutama guru agama mari kita ingat sejarah
nenek moyang kita dan yang penting jangan mengajarkan tentang
pengkotak-kotakan/kelompok-kelompok yg lahir karena agama, sosialisasikan
kepada anak bangsa ini bahwa dengan adanya kotak2 atau kelompok2 tersebut hanya
akan memudahkan kita bangsa indonesia khususnya mudah diadu domba oleh orang
asing, dan kehancuran itulah yang diinginkan. Kita adalah bangsa yang cerdas
dan nenek moyang kita telah mewariskan apa yang disebut "Bhineka
Tunggal Ika", jangan disia-siakan hal itu, meskipun masih banyak lagi yang
mendukung kebinekaan bangsa indonesia, namun baru satu yang saya garis bawahi
yaitu "Bhineka Tunggal Ika", yang lainnyapun juga panting termasuk UUD'45 dan
Pancasila itu sendiri. Terdorong tulisan yang macam2 dari email maka saya
siratkan tulisan saya ini untuk disosialisasikan kepada anak bangsa baik
pendidik (termasuk ustadz dan uatadzah) maupun bukan, karena kita pasti
mencintai tanah air tecinta ini, silahkan direnungi dan diresapi guratan saya
di bawah ini
agomo iku pakaianing jiwo, manungso ora perlu ngurusi
urusane agemaning jiwo, amargo mung manungso karo gusti Allah-e dewe-dewe
tanggung jawabe, mulo iku bener anane yen kito bongso indonesia andebeni
"Toleransi
Agomo".
>>>Agama itu pakaian rohani, manusia tidak perlu
mempermasalahkan agama, karena manusia akan mempertanggung jawaban kepada
tuhan/Allah-nya masing-masing, benar adanya kita bangsa indonesia memiliki
"Toleransi Agama", Kalau kita mempermasalahkan siapa yang kafir dan
siapa yang masuk surga maka kita tidak akan pernah dewasa. dan mudah diadu
domba oleh orang lain/asing. hayati dan resapilah hal ini serta sosialisasikan
kepada generasi muda penurus bangsa, tidak berguna kita membentuk kotak-kotak
atau kelompok-kelompokm, dan telah dinyatakan pula bahwa dengan perbedaan itu
janganlah engkau saling bermusuhan atau bunuh membunuh, yang mempunyai arti
"Kebineka Ika-an", sebenarnya bangsa kita adalah bangsa yg hebat dan
bisa menterjemahkan, sehingga kita memiliki landasan "bhineka tunggal
ika" betapa breliannya Gajah Mada (nenek moyang kita) dalam menyikapi
hidup dan kehidupan ini, namun kita diadu domba dengan perbedaan-perbedaan itu.
pilu teriris nyeri ...
hidup di tanah ibu pertiwi sendiri ...
yang makmur oknom
jiwa raga pertiwi ... bersama orang asing
ummat di dunia
ini sama di hadapan Allah ...
alam semesta
beserta isinya sama di hadapan Allah ...
yang biotik dan
abiotik ...
tapi mengapa
manusia banyak yang bodoh ...
mengkotak kotakan
dirinya mengaku orang muslim ...
Allah tidak
pernah mengkotak kotakan semesta alam seisinya di hadapannya
Aku serukan pada
ummat muslim ... bersatulah ...
tidak berguna
mengkotak kotakan diri ... karena Allah tidak akan tebang pilih seperti manusia
di kotak mana?
Ummat muslim yang
membentuk kotak kotak ...
sadarlah engkau
akan mudah di adu domba oleh lawanmu ...
baik yang nampak
atau tidak ...
setan setan nyata
dan yang tidak nyata ...
camkan ...
gugahlah hatimu
...
mengkotakan diri
ternyata membawa kerugian ...
sadarlah manusia
"Agama" adalah pakaian rohani ...
yg urusannya
hanya pribadi pribadi dengan Allah ...
bukan aku dengan
kamu ...
bukan dia dengan
mereka ...
bukan mereka
dengan mereka ...
.... hanya dengan
Allah semata ... segala perbuatanmu dipertanggung jawabkan kelak ...
dosaku bukan kamu
yang menanggung ...
dosa dia bukan
mereka yang menanggung ..
dosa mereka bukan
dengan mereka yang menanggung ...
dosa mereka bukan
aku yang menanggung ...
semoga suara hati
dihari suci ini membuka mata hati ummat di dunia ...
sadar akan kesalahan dalam mengkotak kotakan dirinya ...
amin ...
[Non-text portions of this message have been removed]