ternyata yg ribut2 itu CUMA 6 propinsi toh, ya ampyuuun koq suaranye kenceng 
banget kaya' seantero dunia hehe
6 propinsi ini blh dikasih label, 'PROPINSI BEBAS PORNOGRAFI'
selamet ya..:p




PDS Bersedia Bahas RUU Pornografi



Hidayatullah.com--Fraksi
Partai Damai Sejahtera (FPDS) berbalik arah menyikapi pembahasan
Rancangan Undang-Undang Pornografi. FPDS menyatakan siap untuk
mengajukan surat agar bisa terlibat kembali dalam pembahasan asalkan
aspirasi keberadaan penolakan dari daerah seperti Bali, Papua, Sulawesi
Utara dan lainnya diakomodir.
"PDS
siap mengajukan surat untuk terlibat pembahasan RUU, asalkan
pembahasannya mengakomodir substansi persoalan yaitu daerah-daerah yang
menolak," kata Ketua FPDS DPR Carol Daniel Kadang kepada wartawan di
Gedung DPR, Rabu (24/9). 
Namun
begitu, lanjut dia, fraksinya sedang mencari tahu
perkembanganya.Pembahasan yang tidak subtasif akan menyurutkan kembali
niat FPDS untuk terlibat dalam pembahasan.
"Kami sedang mencari tahu perkembangannya. Kalau hanya pembahasan titik dan 
koma, untuk apa terlibat," tandas Carol lagi.
Sedangkan
Wakil Ketua Umum DPP PDS Denny Tewu yang mengatakan, jika hanya membuat
surat secara tertulis seperti yang diinginkan ketua Pansus RUU
Pornografi agar FPDS dapat terlibat kembali dalam pembahasan, bukanlah
hal sulit untuk dilakukan, meski ia sendiri tidak mengetahui secara
persis bahwa itu adalah bagian dari tatib di DPR.
Bagi PDS, kata Denny, yang terpenting RUU tersebut tidak melebar kepada 
substansi yang tidak relevan.
"Sekarang ini kan pembahasan itu melebar, makanya PDS memilih walk out.
Tetapi sekarang karena ada niat baik untuk kemasalah substansi, kami
ingin bergabung kembali. Lagi pula dengan adanya enam provinsi menolak
mestinya RUU itu sudah batal demi hukum," kata dia.
Menurut
dia, yang perlu diperhatikan dalam RUU itu adalah substansinya. Artinya
bahwa penafsiran dari pornografi itu sendiri tidak melebar. Jangan
sampai seperti yang sekarang terjadi di mana masih ada penafsiran yang
keliru dalam RUU itu bahwa yang masuk dalam pornografi itu adalah yang
membuat berahi memuncak.
"Seperti
itu kan sulit. Bisa-bisa semua perempuan yang berdandan dan menarik
berahi laki-laki ditangkap. Ini kan tidak benar," katanya.
Sebelumnya
Ketua Pansus RUU Pornografi Balkan Kaplale mengisyaratkan akan menolak
fraksi yang meninggalkan Pansus Pornografi, termasuk FPDS. Bahkan dia
meminta kepada kedua fraksi itu untuk membuat permintaan secara
tertulis dan ditembuskan kepada pimpinan DPR bila ingin bergabung
kembali di Pansus.
"Saya
juga dengar kalau dua fraksi mundur dari pansus akan rujuk kembali,
Memang pansus ini main-mainan, dan bisa diseperti itukan.
Pansus
ini ada dibuat resmi dan ada aturan mainnya. Saya minta mereka
mengajukan permintaan tertulis dan ditembuskan kepimpinan DPR bila mau
rujuk lagi. Jika tidak akan saya usir, apalagi tidak meminta maaf,"
ujar dia. [sind/www.hidayatullah.com]


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke