Saya bosan membaca komentar, reaksi, serta ungkapan pendapat yang emosional dan
tidak rasional menyangkut isu RUU Pornografi ini. Orang-orang yang mewakili
kelompok tolol dan idiot, yang senang sekali bermain dalam dikotomi antara
"kami" dan "kalian", "kita" dan "mereka". Yang memegang prinsip buta, kalau
bukan kawan berarti lawan. Dan dengan lancang mengatasnamakan kelompok Islam
(Iya, Islam yang idiot barangkali).
Saya menentang pornografi, yang secara global sudah berabad-abad dikomoditaskan
menjadi industri. Pornografi dengan batasan yang saya mengerti.
Tetapi bukan berarti saya harus setuju dengan RUU Pornografi yang batasannya
kurang jelas, yang mungkin saja akan membuat saya masuk bui hanya karena pakai
kaos oblong dan celana pendek lantaran kegerahan.
Masih banyak Undang-Undang lain yang lebih penting diselesaikan pemerintah dan
DPR untuk melindungi segenap warganegara dan mengupayakan kesejahteraan mereka,
daripada sekadar mengurusi moral dan akhlak warga negara.
Saya bosan melihat milis ini makin hari makin dipenuhi orang-orang
fundamentalis yang sok moralis. Sepertinya lebih baik keluar saja dari milis
yang makin tidak memberikan pencerahan, dan meluangkan lebih banyak waktu untuk
mendengar lagu. Seperti lagu Iwan Fals ini contohnya.
Manusia Setengah Dewa
Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )
Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini
Suara yang keluar dari dalam goa
Goa yang penuh lumut kebosanan
Walau hidup adalah permainan
Walau hidup adalah hiburan
Tetapi kami tak mau dipermainkan
Dan kami juga bukan hiburan
Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa
Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau
Tegakkan hukum setegak tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa
Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau
Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Tegakkan hukum setegak tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa
Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini
[Non-text portions of this message have been removed]