http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8484
TIGA SUKHOI BARU TNI AU DIRAKIT DI MAKASSAR



Jakarta - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio mengatakan, 
tiga unit Sukhoi TNI Angkatan Udara baru yang akan tiba Oktober 2008, akan 
langsung dirakit di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar. 

Dalam kunjungan kerja ke Skadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis, 
ia mengatakan, semula ketiga unit Sukhoi baru itu akan dirakit di Lanud 
Iswahjudi, Madiun seperti empat Sukhoi sebelumnya. 

"Semula memang direncanakan dirakit di Madiun, karena dikhawatirkan kalau 
dirakit di Makassar akan mengganggu penerbangan sipil yang letaknya berdekatan 
dengan Lanud Sultan Hasanuddin," kata Subandrio. 

Namun, tambah dia, karena kesiapan di Lanud Sultan Hasanuddin makin mendukung 
sebagai Skadron Tempur Sukhoi maka diputuskan tiga unit Sukhoi yang akan datang 
dirakit di Makassar. 

Menanggapi itu, Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) II 
Marsekal Pertama TNI Yushan Sayuti mengatakan, seluruh kesiapan Lanud Sultan 
Hasanuddin sebagai `home base` Sukhoi telah siap termasuk landasan yang telah 
mampu didarati pesawat angkut Antonov yang akan membawa tiga unit Sukhoi TNI AU 
dari Rusia, sebelum dirakit. 

"Hanggar baru pun telah selesai sekitar 80 persen. Tinggal menyelesaikan 
sebagian halaman depan hanggar dan instalasi listrik yang diperkirakan 
memerlukan dana sekitar Rp4,5 miliar," ungkapnya, saat berbincang-bincang 
dengan Kasau Marsekal Subandrio. 

Perusahaan Rusia penghasil pesawat tempur, Sukhoi, pada 21 Agustus 2007, 
mengumumkan penjualan enam pesawat tempur kepada Indonesia senilai 300 juta 
dollar AS (Rp2,85 triliun). 

Enam pesawat itu terdiri atas tiga SU-30 MK2 dan tiga SU-27 SKM, yang akan 
melengkapi empat pesawat Sukhoi yang sudah dimiliki TNI Angkatan Udara (TNI-AU) 
sejak September 2003. 

Penandatanganan nota kesepahaman bagi pengadaan enam pesawat tempur ini 
berlangsung saat pembukaan Pameran Kedirgantaraan Moskwa 21 Agustus 2007. 

Berbeda dari nilai di atas, dalam nota kesepahaman disebutkan bahwa nilai 
penjualan enam pesawat itu 355 juta dolar AS (sekitar Rp 3,37 triliun). 

Pada 2008, tiga unit dijadwalkan tiba di Indonesia lengkap dengan 
persenjataannya untuk jenis SU-30MK2, sedangkan pada 2009 akan tiba jenis 
SU-27SKM. 

Pesawat tempur Sukhoi ini menggantikan peran pesawat A-4 Skyhawk dan berbasis 
di Skadron 11 Pangkalan Udara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Pembelian enam Sukhoi itu tidak termasuk dalam skema kredit negara yang 
diberikan Pemerintah Rusia senilai satu miliar dolar AS bagi modernisasi 
persenjataan Indonesia selama masa 2007-2010. 

Sementara itu, tiga pilot Sukhoi yang baru menyelesaikan pelatihan di Rusia 
telah tiba di Indonesia. Ketiga pilot tersebut adalah Mayor Pnb Ikoputro 
(Komandan Skadron Udara 11), Mayor Pnb Dedy Ilham Suryanto, dan Mayor Pnb David 
Yohan Tamboto. 

Selain kesiapan infrastruktur, TNI AU juga telah menyiapkan kembali delapan 
calon penerbang Sukhoi yang terkenal dengan julukan "Flanker". 


Sumber : Antara


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke