http://www.antara.co.id/arc/2008/9/26/tsunami-finansial-di-as-tak-membuat-ekspor-ri-tertutup/



*"Tsunami Finansial" di AS Tak Membuat Ekspor RI Tertutup*


Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah mengakui ekspor Indonesia ke
negara-negara yang saat ini mengalami krisis, terutama AS, mencapai sekitar
30 persen dari total ekspor nasional, namun kondisi itu tidak berarti ekspor
Indonesia tertutup.

"Saya kira kita akan tempuh berbagai langkah dan bukan berarti kalau ada
krisis di AS, pasarnya sama sekali tertutup, kita tetap bisa ekspor," kata
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu (BKF) Anggito Abimanyu di Jakarta,
Jumat.

Menurut dia, komoditas ekspor Indonesia masih cukup kompetitif, sehingga
tetap mampu bersaing dengan negara lain sehingga tetap dapat diekspor.

"Produk kita cukup kompetitif, termasuk dari harganya, sehingga kita dapat
melakukan diversifikasi tujuan ekspornya," katanya.

Menurut dia, tujuan ekspor Indonesia dapat didiversifikasi ke kawasan
regional. Apakah itu China, ASEAN, dan kawasan lain yang masih mengalami
pertumbuhan.

Ketika ditanya apakah diversifikasi itu dapat mengkompensasi penurunan
ekspor ke AS, Anggito mengatakan belum tahu.

"Kita masih belum tahu seberapa besar perekonomian Amerika bisa menyerap
krisis ini, dan sampai kapan krisis di sana akan berlanjut," kata Anggito.
(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke