--- In [EMAIL PROTECTED], Epri Saqib <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Bang Ikra, 

terimakasih informasinya.

dari data pdf di situs itu saya lampirkan copinya  mengenai siapa
saja yang ikut dari Indonesia sejak tahun 1970 - 2007.

Pertanyaan saya, apakah pemberi rekomendasi hanya 1 orang saja selama
ini yang ditunjuk oleh panitia? apakah tidak berbentuk kepanitiaan
beberapa orang?

Saya kira Saut memposting situs itu berkenaan bahwa penulis yang
muncul dan dikirim ke sana boleh dibilang sejak tahun 2001 96 % adalah
dari TUK. Berikut rinciannya : 

2001 SRENGENGE, Sitok
2002 PRASETYO, Arif
2005 UTAMI, Ayu
2006 AMAL, Nukila
2006 PAMUNTJAK, Laksmi
2007 DEWANTO, Nirwan



dan berikut ini data lengkap keseluruhan peserta dari Indonesia sejak
tahun 1970 : 

1970 POYK, Gerson
1970 SIREGAR, Sori
1971, 1991 ISMAIL, Taufiq
1972 HURIP, Satyagraha
1972 NOER, Arifin
1973 HADI, Abdul
1974 BACHRI, Sutardji Calzoum
1974, 1976 WIDJAYA, Putu
1975 AKHUDIAT,
1976 AGUSTA, Leon
1976 DANARTO,
1977 HADI, Wisran
1977 SRIWIDODO, Rayani
1978 RIANTIARNO, N.
1979 ATMOWILOTO, Arswendo
1979 NADJIRA, Frans
1980 ECIP, S. Sinanasari
1980 TJITRAWASITA, Totilawati
1981 NADJIB, Emha Ainum
1982 AGUSTINUS, Linus Suryadi
1983 MASSARDI, Yudistira
1984 NOERHADI, Toeti Herati
1987 BUDIANTA, Eka
1988 MOENIR, Darman
1990 TOHARI, Ahmad
1993 KOIRI, Muchamad
2001 LOEKITO, Medijanti
2001 SRENGENGE, Sitok
2002 PRASETYO, Arif
2005 UTAMI, Ayu
2006 AMAL, Nukila
2006 PAMUNTJAK, Laksmi
2007 DEWANTO, Nirwan

Beberapa bulan lalu saya ketemu lagi dengan Shiho Sawai, peneliti dari
Jepang yang sedang membuat disertasi Doktoralnya mengenai
komunitas-komunitas sastra di Indonesia. Ketika saya tanya bagaimana
perkembangannya? Ia sebagaimana pertemuan saya terakhir di Solo dengan
kawan-kawan Apsas bersama kang Sigit, Cak Bono dan kawan-kawan yang
lain, lagi-lagi Shiho mengambil nafas panjang sebelum menjawab. 

Dia bilang begitu banyaknya komunitas sastra di Indonesia, begitu
beragam dan karenanya ia sendiri sangat kesulitan menuntaskan
disertasinya. Terakhir ia bilang ia ingin segera menyelesaikannya 
dengan secara khusus kembali dulu ke Jepang katanya.

Dari sini saya cuma ingin bertanya, apakah dari Universitas IOWA atau
kepanitiaan International Writing Program sebegitu minimnya data
mengenai penulis-penulis dari Indonesia yang begitu banyak dari
berbagai komunitas dengan bakat-bakat potensial bertebaran di mana-mana?

Oiya Bang Ikra apa saja syaratnya  ya kalau boleh tahu?

Terimakasih banyak telah berbagi.

Salam 


Epri Tsaqib
www.epriabdurrahman.multiply.com  



--- Pada Sab, 27/9/08, Ikranagara <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Ikranagara <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [*Apresiasi-Sastra*] Re: Situs Sastra Menarik !!!
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Tanggal: Sabtu, 27 September, 2008, 11:57 PM










    
            Thx, Saut untuk kiriman situs Universitas Iowa itu!



Program Penulis Internasional ini memang bagian dari Universitas Iwoa 

di AS. Mula-mula dikelola oleh penyair Paul Engle, sudah berlangsung 

lama, kalau tidak salah di tahun 70-an. Yang terkenal adalah nama 

pengarang drama Vaclav Havel yang akhirnya menjadi presiden salah satu 

negera Eropah Timur itu.



Dari Indonesia pun banyak sudah pengarang yang mendapatkan "Grant 

Iowa" ini. Dananya dari State Departemen, pemerintah AS. Sempat macet 

beberapa tahun, entah apa sebabnya, mungkin karena pengelolanya 

meninggal dunia. Entahlah!



Yang terpilih mendapatkan grant itu berdasarkan rekomendasi dari 

negara masing-masing. Untuk Indonesia, tentulah rek,momendasinya dari 

kalangan seniman senior Indonesia. Yang ter;pilih bukan hanya yang 

berdomisili di Jakarta, melainkan dari berbagai daerah atau kota 

lainnya juga. Dari Yogya yang saya ingat antara lain Ainun Najib, 

Linur Suryadi, Darmanto, dll. Surabaya antara lain Akhudiat, dari Bali 

Frans Najira. Banhyak deh! Saya sudah agak lupa. Nah, kemudian 

dihidupkan lagi program itu dan ;pengelolanya tentulah orang baru. 

Saya sempat kberkenalan dengan dia ketika masih bermukim di AS. Kalau 

tidak salah Sitok adalah orang pertama setelah periode baru ini yang 

dipilih dari Indonesia.



Ketika Paul Engle masih jadi pengelolanya, saya gtermasuk yang ikut 

dalam panitia pemilih dan merekomendasikan siapa dari kalangan 

penjulis kita yang dapat grant. Karena itu, saya menolak untjuk ikut 

sebagai penerima grant terswebut. Saya cari grant yang lain yang saya 

tidak ikut jadi pemberi rekomendasi, grant itu adalah Fulbright dan 

Ford, juntuk khusus bidang teater, dan tingkat dosen, jadi saya pun 

bertugas memberikan lecture keliling di berbagai universitas di AS. 



Yang paling lama jadi dosen teater adalah di OSU (Ohio State 

University) di Columbus, yang saya gunakan juga untuk melalukan riset 

ke;pustakaan menyangkut pristiwa G30S. Nah, salah satu buku penting 

ternhyata ditulis oleh mata-mata Cheko yang melarikan diri dari 

negerinya karena negerinya digrudug tank Uni Soviet! Buku itu 

berjudul "The Deception Game." Sayangnya buku tersebut terbit setelah 

Bung Karno wafat. Buku itu membongkar bahwa Dokumen Gilchrist itu 

palsu, buatan inter Cheko dan Uni Soviet, yang mengisukan 

adanya "Dewan Jenderal" itu. Bung Karno, Bandrio, Leimina dll percaya 

dokumen itu asli dan benar. Jadi, peranan KGB begitu besar dan 

menentukan, bukan?  



Sekarang saya tidak lagi menjadi pemberi rekomendasi resmi. Tapi kalau 

ada yang berminat dapat grant, dan butuh rekomendasi, tentulah akan 

saya akan memberikannya, asalkan semua persaratan dipenuh dulu. 

Rasanya rekomendasi saya masih diperhitungkan deh oleh pengelola yang 

baru itu!



Ikra.-

======



--- In Apresiasi-Sastra@ yahoogroups. com, "sautsitumorang" 

<sautsitumorang@ ...> wrote:

>

> 

> coba kalian masuk ke situs sastra keren ini!

> 

> lihat "biografi" para sastrawan Indonesia di situ, mulai tahun 2001 

> s/d 2007. enjoy your obscurity!!!

> 

> 

> http://iwp.uiowa. edu/writers/ archive/2006bios .html

>


Kirim email ke