Salam Jawaban itu jelas butuh data. Bukan asumsi, apalagi stigmatisasi. Boosting syahwat gak perlu melulu pake viagra kayaknya :) Banyak jalan beromansa :))
Taufiq --- In [email protected], "Kartono Mohamad" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yug menjadi pertanyaan mengapa Arab Saudi penyedot viagra terbesar di timur tengah? Apakah kasus ED paling banyak dijumpai di Arab Saudi? Atau banyak laki2 Saudi yang ingin diLboostL syahwatnya meskipun tidak mengalami ED? > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -----Original Message----- > From: "v2xtopz" <[EMAIL PROTECTED]> > > Date: Sat, 27 Sep 2008 18:07:09 > To: <[email protected]> > Subject: [ppiindia] Re: Viagra laris manis: Saudi Arabia penyedot terbesar di kawasan Timur Tengah > > > Salam damai tuk seluruh alam. > > Menarik juga topik ini. Tapi sampai sejauh ini belum saya menemukan > fatwa ulama yang mengharamkan viagra. Di samping tidak ada "nash" > (dalil) yang melarangnya, "ijma" (konsensus) ulama juga belum ada yang > sampai mengharamkannya. Kecuali jika kelak penggunaan viagra sudah > sangat membahayakan fisik manusia. > > Karena tidak ada "nash" yang melarang ato belum ada "ijma" hukum dari > ulama, maka penggunaanya hingga kini masih "mubah" (boleh). Karena > viagra hanyalah sebuah sarana "penyempurna" keharmonisan hubungan > intim anak manusia. Di artikel M. Ghazanfar Ali Khan disebutkan, > penggunaannya cenderung lebih disebabkan oleh ED (erectile > dysfunction) yang memang menurut PBB di akhir artikel- hingga kini > menjadi kendala besar kemanusiaan, dan diperkirakan hingga tahun 2025 > akan menjadi momok bagi sekitar 322 juta kaum lelaki. > > Ternyata, disebutkan juga di artikel itu, penggunaan viagra sangat > membantu kaum tua yang memang sudah "loyo" ato lelaki yang mengalami > ED, untuk normalisasi kemampuan seksualnya. Dalam Islam, ini > dibolehkan. Yang tidak boleh adalah "takhliq" ato mengubah fisik > makhluk yang sudah diciptakan secara kodrati. Dalam kaitan perangkat > seks, memperbesar kemaluan dengan alat apapun -mungkin termasuk ala > Mak Erot- tidak diperbolehkan, karena sama dengan mengubah bentuk > fisik makhluk. Layaknya keharaman operasi plastik jika bukan untuk > kepentingan hal-hal darurat. > > Dalam sebuah hadits disebutkan: "La dharara wa la dhirara" (Tidak > bahaya dan tidak membahayakan). Ejakulasi dini, yang kebanyakan > dialami manusia lanjut usia (manula) maupun orang-orang yang memang > kurang "jago" mengatur syahwat seksualnya, akan membuat pasangan intim > (istri) sangat kecewa. Bahkan menurut Dr. Aiman Husaini dalam > "Al-Mamnu' wa al-Marghub fi Syahr al-`Asal" (Yang Dibolehkan dan yang > Dilarang Saat Bulan Madu), ejakulasi dini apalagi ED- akan sangat > menyakiti pasangan intim (istri yang muslimah). Dan menyakiti sesama > orang muslim sangat dilarang. Logikanya, jika kita mengalami ED, maka > agar tidak menyakiti istri yang muslimah, harus berupaya sekuat tenaga > mencari sarana pengobatannya. Dan salah satunya viagra itu, ato lewat > herbal-herbal lainnya yang syar'i. Silahkan baca buku Dr. Aiman > Husaini itu, ada paparan lengkap herbal-herbalnya. > > Yang patut dianalisis adalah, mengapa di Saudi bisa sebegitu > boomingnya market viagra? Jangan bawa unsur agama di sini. Tapi > silahkan analisis pakai data aja. Di artikel M. Ghazanfar Ali Khan > disebutkan 50 persen manula Saudi mengidap ED. Jadi sangat maklum jika > Viagra begitu booming di sana. > > Lalu, mengapa bisa sebegitu banyak? Apakah karena faktor iklim, > makanan, pola hidup, ato lainnya? Saya rasa bukan cuma di Saudi, tapi > fenomena ED di seluruh dunia seperti perkiraan PBB- menjadi momok. > Ini jelas PR para dokter untuk mengantisipasi dan menolong kawan-kawan > manusia lain yang mengalami sindroma tersebut. > > Ada artikel bagus "Sex, Viagra, and Islam" karya Dr. Shahid Athar di > http://www.islam-usa.com/e110.htm, mengulas tentang bahaya penggunaan > viagra secara tidak proposional. Bahaya ini harus diantisipasi para > ulama untuk memikirkan status hukum viagra jika digunakan berlebihan > ato gak proporsional. Saya kira hukumnya akan menjadi haram, jika > membahayakan diri sendiri, apalagi orang lain. > > Makasih > Salam damai. > > Taufiq > Jakarta > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

