http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/08/01303064/prospek.ekspor.sepatu.tetap.baik
Prospek Ekspor Sepatu Tetap Baik
Masih Ada Harapan Ekspansi Produksi Tahun 2009
Jakarta, Kompas - Melemahnya pasar Amerika Serikat karena krisis finansial
diprediksi tidak akan menekan ekspor produk sepatu Indonesia ke negara itu.
Beberapa pemegang merek besar dan sejumlah investor baru dari Taiwan dan Korea
Selatan berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi sepatu di Indonesia.
Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko
mengemukakan optimisme tersebut di Jakarta, Selasa (7/10).
Kalaupun krisis ini menurunkan permintaan sepatu di AS, saya lihat yang akan
lebih kena dampak adalah produksi China. Sekarang, ada sekitar 30.000 pabrik
sepatu di China. Tahun 2009, diprediksi sekitar 5.000 pabrik bakal tutup.
Beberapa prinsipal menilai saat ini sebenarnya lebih kompetitif memproduksi
sepatu di Indonesia daripada di China, ujar Eddy.
Aprisindo memperhitungkan nilai ekspor sepatu Indonesia hingga akhir tahun 2008
sebesar 1,8 miliar dollar AS, meningkat 12,5 persen dari 1,6 miliar dollar AS
tahun lalu.
Sekitar 55 persen ekspor sepatu itu diserap pasar AS dan 30 persen diekspor ke
Eropa. Ekspor sepatu dari Indonesia didominasi produk sepatu olahraga yang
dibuat untuk beberapa pemegang merek besar, seperti Adidas, Reebok, dan Nike.
Order pembelian untuk pengiriman sampai Maret 2009 ke pasar AS sudah kami
terima pada Juli-Agustus lalu. Untuk pengiriman triwulan II-2009 sekarang juga
sudah ada sampel modelnya, tetapi volumenya baru bisa dipastikan
Desember-Januari mendatang. Baru saat itu kami bisa tahu apakah ada penurunan
dan berapa besarnya, kata Eddy.
Meski begitu, ia optimistis tidak akan terjadi penurunan signifikan dalam
produksi sepatu di Indonesia. Keyakinan itu antara lain didasari fakta tahun
ini Adidas, Reebok, dan Nike telah menambah kapasitas produksi dengan lima
pabrik baru di Indonesia.
Sejumlah 22 investor dari Taiwan dan Korea Selatan juga telah mendaftarkan
rencana investasi ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan target
realisasi tahun 2009.
Memang tahun ini juga ada sejumlah investor yang mundur karena khawatir
masalah suplai listrik dan lain-lain. Kalau semua terealisasi, bisa lebih dari
50 pabrik baru. Namun, dengan 22 pabrik ini saja, minimal tahun depan ada
tambahan produksi 4-6 juta pasang per bulan, papar Eddy.
Saat ini kapasitas produksi sepatu Indonesia 26 juta pasang per bulan. Dengan
komitmen investasi yang sudah ada, diharapkan kapasitas produksi sepatu tahun
depan meningkat 20 persen.
Penurunan permintaan sepatu secara global diprediksi lebih berdampak ke China.
Citra produk China juga sedang memburuk, bukan hanya untuk urusan makanan dan
susu. Produk sepatu juga bisa diproduksi lebih murah, diduga karena ada waste
material yang dicampur dalam bahannya, tutur Eddy.
Pasar domestik
Meskipun kinerja ekspor sepatu olahraga diperhitungkan tetap cerah pada tahun
2009, penguasaan pasar domestik khususnya untuk produk sepatu menengah bawah
dan sepatu wanita tetap rendah.
Eddy memperkirakan, sekitar 60-70 persen pangsa pasar domestik untuk produk
sepatu menengah bawah dikuasai oleh produk dari China.
Sementara pada jenis sepatu wanita, justru impor dari negara-negara ASEAN ke
Indonesia sedang tumbuh tinggi. Ada sekitar 10 merek sepatu wanita dari ASEAN,
ujarnya.
Data Aprisindo menunjukkan, pasar sepatu domestik sekitar 1,2 triliun.
Sepertiganya merupakan penjualan pada saat menjelang Lebaran.
Untuk produk menengah bawah yang mengedepankan harga murah, produk sepatu lokal
kalah bersaing dengan produk China. Untuk sepatu wanita, produsen lokal masih
harus meningkatkan kemampuan desain agar bisa lebih kompetitif di pasar. (DAY)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/