---------- Forwarded message ----------
From: awind <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/10/13
Subject: [nasional-list] Aktivis Berkebaya Dan Kampret Jabar Tolak RUU
Pornografi
To: [EMAIL PROTECTED]




http://www.antara.co.id/arc/2008/10/13/aktivis-berkebaya-dan-kampret-jabar-tolak-ruu-pornografi/


13/10/08 13:23
Aktivis Berkebaya Dan Kampret Jabar Tolak RUU Pornografi

Bandung (ANTARA News) - Aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang Gedung Sate
Kota Bandung, Senin digelar oleh sejumlah aktivis dari Jaringan Tolak RUU
Pornografi (JTRP) Jawa Barat.

Uniknya, para aktivis perempuan beraksi menenteng poster dan spanduk
tuntutan mereka dengan mengenakan kebaya, sedangkan aktivis pria mengenakan
baju kampret serba hitam.

Dalam aksi yang mendapat kawalan dari sektiar 30 petugas Dalmas Polresta
Bandung Tengah itu, Jaringan Tolak RUU Pornografi menolak pengesahan RUU
yang mereka anggap akan memasung kebebasan berekspresi sebagai hak dasar
manusia.

"RUU Pornogfrafi tak mencerminkan kebhinekaan Bangsa Indonesia, itu
berbahaya karena mengintervensi masalah privat warga negara," kata Agner Dwi
Rujiati, Koordinator Aksi JTRP.

Selain terkait RUU Porniografi, menurut mereka, masih banyak hal-hal yang
lebih membutuhkan perhatian dan sangat mendesak untuk menjadi bahasan para
wakil rakyat untuk kesejahteraan masyarakat.

Para aktivis menyatakan kuatir, bila RUU Pornografi disahkan, sejumlah
pakaian atau busana tradisional akan `terkubur` karena sebagian dari pakaian
tradisional itu mengenakan kain transparan.

"Ini jelas mengancam, bahkan bila disahkan pakaian seperti kebaya ini juga
dilarang untuk dipakai," kata salah seorang pengunjuk rasa dengan menunjuk
kebaya dari bahan brokat.

Korlap aksi, Agnes menyebutkan, RUU Pornografi itu mengancam pula sejumlah
pentas seni dan budaya tradisional.

Dalam aksi itu, para aktivis juga membentangkan spanduk dan poster yang
isinya penolakan terhadap RUU Pornografi. Selain berorasi, mereka juga
membagi-bagikan sejumlah selebaran yang isinya ajakan kepada masyarakat
untuk menolak RUU itu.

Poster mereka bertuliskan, "RUU Pornigrafi bila disahkan, Indonesia dalam
bahaya", "Kembalikan Ciri keIndonesiaan", "RUU Pornografi batasi kesenian
daerah" dan lainnya.(*)
 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke