http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/10/12/3578.html

*Presiden di Cibinong:
Kebijakan yang Adil dan tidak Diskriminatif Adalah Pilihan Indonesia

*


(Presiden SBY dan Ibu Ani, serta Mensesneg dan Wagub Jabar Dede Yusuf, saat
menghadiri peringatan Hari Lahir Khongcu, Shengren Kong Zi ke-2559, di
Cibinong, Bogor, Minggu (12/10) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info))


Cibinong: Kebijakan yang adil dan tidak diskriminatif adalah pilihan bangsa
Indonesia. *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* mengajak seluruh jajaran
terus menjalankan kebijikan yang adil. "Saya senang bila pelaksanaannya
berjalan makin baik. Memang saya akui, satu dua daerah masih ada
hambatan-hambatan," kata SBY dalam sambutannya saat menghadiri peringatan
Hari Lahir Nabi Khongcu, Shengren Kong Zi ke-2559, di Stadion Persikabo,
Cibinong, Bogor, Minggu (12/10) pagi.

"Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah, harus menjalankan
tugasnya secara adil dan tidak diskriminatif. Jalankan kewajiban itu dengan
sebaik-baiknya," lanjut SBY.

Pemimpin, apapun jabatnnya, harus membuktikan satunya kata dalam perbuatan.
"Katakan apa yang telah anda lakukan dan lakukan apa yang telah anda
katakan. Empat tahun yang lalu, tanggal 9 September 2004, sebelum saya
menjadi Presiden, di Jakarta saya menyampaikan pidato yang berjudul
Indonesia Untuk Semua. Salah satu butir penting dalam pidato itu adalah
diskriminasi `no`, kesetiakawanan sosial yes," ujar SBY.

"Ada kalimat yang saya kutip dari pidato itu apa adanya, wawasan kebangsaan
kita mengharuskan hadirnya keberagaman. Mengharuskan hadirnya pluralitas dan
kebinekaan. Wawasan ini mengharuskan bahwa setiap orang dan kelompok
masyarakat harus memiliki hak dan kewajiban yang sama. Tidak boleh ada
perlakukan diskriminasi. Karena belum menjadi Presiden, maka saat itu saya
katakan, di awal masa pemerintahan saya nanti akan saya pastikan dilakukan
evaluasi dan penghentian setiap aturan dan praktik kehidupan yang
diskriminatif," SBY menjelaskan.

"Empat tahun yang lalu dan sekarang kita semua ingin mewujudkan semuanya itu
secara sungguh-sungguh. Kemajuan telah tercapai dan masih ada pekerjaan
rumah, mari kita selesaikan bersama-sama," Presiden SBY menegaskan. (osa)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke