http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/10/12/3577.html

*Presiden Hadiri Peringatan Hari Lahir Kongcu*




(Presiden SBY menandatangani barongsai yang turut meramaikan peringatan Hari
Lahir Nabi Kongcu, Shengren Kong Zi ke-2559, di Stadion Sepakbola Persikabo,
Cibinong, Bogor, Minggu (12/10) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info))


Cibinong: *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* dan *Ibu Ani* menghadiri
peringatan Hari Lahir Nabi Kongcu, Shengren Kong Zi ke-2559, di Stadion
Sepakbola Persikabo, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/10) pagi. Tahun
ini tanggal 27 bulan 8 Imlek/Kongzi Li jatuh pada Jumat, 26 September 2008.

Ketua Matakin (Majelis Tinggi Agama Khonghucu) Ws. Budi S. Tanu Wibowo,
menjelaskan, Khongcu lahir pada 27 bulan 8 Imlek tahun pertama atau
bertepatan dengan 551 tahun sebelum masehi. "Setiap tahun, umat Khonghucu di
seluruh dunia memperingati hari kelahiran beliau, termasuk di tempat-tempat
ibadah agama Khonghucu di Indonesia," kata Budi.

Peringatan kelahiran Khongcu 2008 ini mengambil tema `Membenarkan
Nama-nama`.Tema ini, ujar Budi, dipetik dari salah satu sabda nabi ketika
menjawab pertanyaan muridnya tentang apa yang pertama-tama dilakukan ketika
nabi mendapat sebuah tanggung jawab. "Intinya beliau menekankan pentingnya
adanya keselarasan antara nama dan makna, antara atribut atau jabatan dengan
tanggung jawab," Budi menjelaskan.

Lebih lanjut Budi menambahkan, saat ini sebagian besar pasangan Konghucu
sudah bisa mencatatkan pernikahannya di catatan sipil. Bahkan di beberapa
daerah, pemerintah daerah sempat ikut melakukan pencatatan pernikahan secara
masal. "Peraturan pemerintah tentang agama dan pendidikan keagamaan juga
sudah mencakup pendidikan agama dan keagamaan Konghucu. Bahkan baru-baru ini
peraturan menteri tentang standar kelulusan dan kurikulum agama Khonghucu
telah resmi ditandatangani," Budi menerangkan.

Presiden SBY berharap agar dengan semangat hari lahir nabi Khongcu ini ke
depan umat Khonghucu bisa menjalani kehidupan yang baik dan kehidupan yang
dicita-citakan bersama. "Kita harus terus memelihara kehidupan yang
harmonis, penuh dengan kerukunan, dan penuh toleransi. Masyarakat seperti
itulah yang ingin kita tumbuhkan di Indonesia. Semoga perayaan ini membawa
kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan bagi semua umat Khonghucu," kata
SBY.

Di akhir acara, Presiden SBY dan Ibu Ani serta kurang lebih 10 ribu umat
Khonghucu dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang
menyaksikan pertunjukan Barongsai. Barongsai berbulu lebat itu menari lincah
diantara tonggak-tonggak yang disusun berjejer. Presiden SBY sangat
menikmati pertunjukkan tersebut. Bahkan Presiden SBY sempat berjabat tangan
dengan pemain Barongsai dan membubuhkan tanda tangan pada kostum Barongsai.

Dilepaskan pula 80 ekor merpati yang membawa 80 pesan perdamaian keseluruh
pelosok. Nampak hadir antara lain, Menag Maftuh Basyuni, Mensesneg Hatta
Rajasa, Wakil Gubernur Jabar Yusuf M. Effendi dan Jubir Kepresidenan Andi
Mallarangeng. (osa)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke