Setiap orang pernah mendengarkan orang yang sedang bertengkar.
Kadangkala kedengarannya lucu dan kadangkala kedengarannya mengerikan

Mereka suka mengatakan hal2 seperti ini :
Bagaimana perasaanmu jika ada orang yang melakukan hal yang sama
kepadamu ?
Mengapa kau melakukannya lebih dahulu ?
Berikan kepadaku bagianmu, tadi aku sudah memberikan bagianku padamu.
Ayolah, kau kan sudah berjanji.

Orang2 suka mengatakan hal2 seperti ini, baik orang2 terpelajar maupun
bukan, baik anak2 maupun orang dewasa

Bertengkar berarti berusaha menunjukkan bahwa orang yang lain itu salah.

Dan tidak akan ada gunanya berusaha melakukan hal itu kecuali bila
anda dan dia mempunyai semacam kesepakatan tentang apa itu benar dan
salah.

Hukum atau aturan tentang benar dan salah, dulu disebut hukum alam.
Hukum ini disebut hukum alam, karena orang berfikir bahwa setiap orang
mengenalnya secara alami tanpa perlu diajari.
Maksudnya dalam kaitannya dengan umat manusia secara keseluruhan,
adalah bahwa gagasan manusia tentang perilaku yang bermoral itu jelas
bagi setiap orang.

Walaupun barangkali terkadang peradaban yang berbeda, ataupun usia
yang berbeda, memiliki moralitas yang sangat berbeda.
Namun perbedaan2 itu tidak menghasilkan perbedaan total.

Manusia berbeda pendapat tentang kepada siapa kita harus bersikap
tidak egois -- apakah hanya kepada keluarga sendiri, atau juga rekan2
sebangsa, atau kepada setiap orang.
Tetapi umumnya selalu sepakat, bahwa kita tidak boleh mengutamakan
diri sendiri. Keegoisan belum pernah dihargai.

Seseorang atau suatu masyarakat selalu berkemungkinan gagal
mempraktekkan bentuk perilaku yang diharapkan, dengan segala macam
dalih.

Tradisi keagamaan menjelmakan pandangan hidup dan cara hidup yang
mengalir dari pandangan hidup itu.
Bagaimana orang menerjemahkan apa yang dikatakan oleh teks menjadi apa
yang benar2 dilakukan orang, artinya bagaimana pandangan hidup
seseorang mempengaruhi perilakunya.

Kesatuan yang tertinggi yang mendasari kemajemukan semesta alam yang
kelihatan, seharusnya meningkatkan gaya hidup antikekerasan, yaitu
hubungan yang selaras dan timbal balik.
Karena kekerasan bertentangan dengan sifat dasar realitas sendiri,
maka kekerasan merusak baik kedamaian batin maupun perdamaian dunia.
Percaya pada Allah yang penuh kasih seharusnya membawa orang kepada
perilaku mengasihi.

Gandhi pernah menulis :
Kekerasan bukan merupakan sifat kodrati manusia.
Satu hal yang dapat kita pelajari dari sejarah ialah bahwa jika perang
tidak dapat dihapuskan, sama sekali tidak ada harapan bagi masa depan
manusia, karena cepat atau lambat masyarakat akan musnah dengan
sendirinya.
Maka perang harus dihapuskan, jika peradaban ingin terus berlangsung.
Kegilaan akan kekerasan harus diketahui, sebab2nya dilenyapkan, dan
peralatannya dimusnahkan. Hal itu dapat dilakukan dengan manifestasi
jiwa yang lebih baik.
Itu berarti perubahan watak dan tingkah laku melalui perubahan
gagasan, akal sehat, dan kehendak baik

Untuk itu kita harus mengubah sikap memusuhi menjadi sikap ramah
tamah, dan untuk itu dituntut adanya ruang kosong yang ramah.

Nan-in, seorang guru berbangsa Jepang pada jaman Meiji, menerima
seorang Profesor yang datang kepadanya untuk bertanya mengenai Zen.
Nan-in menyuguhi tamunya teh. Dia menuangi cangkir tamunya sampai
penuh, dan terus menuanginya. Profesor itu memperhatikan terus
cangkirnya yang melimpah, sampai pada suatu saat dia tidak dapat
menahan diri lagi. "Sudah luber. Cangkir itu tidak muat lagi !" kata
Nan-in "Seperti cangkir ini, anda penuh dengan pendapat dan spekulasi
anda. Bagaimana saya dapat berbicara mengenai Zen sebelum anda
mengosongkan cangkir anda ?"

Untuk dapat belajar, penting untuk menjadi kosong





Kirim email ke