peace...(kaya' slank nih)
 
untung ane ga suka kebanyakan jln2, hasilnye cuma bikin sewot + esmosi jiwa, 
khan berabe :)

pernyataan & pertanyaan yg bagus bang!
tepat sekali, kaya'na ente jg jarang jln2 nih hehe

doeloe, pemerintah hindia belande jg nyebut perlawanan bang pitung, pangeran 
diponegoro, imam bonjol dll sbg pemberontakan, tanya aje ma van basten klo ga 
percaya.
tp apakah yg dilakukan bang pitung cs itu salah? khan tentu aje kaga, hanya 
orang yg terlalu byk jln2 aje yg bilang bgitu hehe

knape bang pitung cs memberontak? krn mereka adalah orang2 cepat tanggap & 
brani melawan penindasan, ketidakadilan
 dan kesewenangan2. Mereka adalah orang2 yg memperjuangkan haknya yg direnggut 
oleh blande.

nah...skrng apa siy yg melatar belakangi 'pemberontakan' kaum muslim di thai 
selatan?

dah diksh artikel, kaga dibace ma tuan dimas wartawan yg suka jln2 :)

Pada awalnya, empat provinsi itu  merupakan kerajaan Melayu Islam yang 
berdaulat. Namun, pada 1826, Kerajaan 
Siam menaklukkan kerajaan Melayu itu. Pada 1902, Siam (kini Thailand) pun 
mendapatkan dukungan dari Inggris. Melalui dukungan Inggris, Siam menghapuskan 
secara resmi sistem pemerintahan kesultanan Melayu Pattani, meski tanpa 
persetujuan rakyat Melayu. sejak penghapusan kesultanan Melayu Pattani, 
masyarakat Melayu dalam posisi tertekan, lemah, dan diperlakukan bukan sebagai 
warga negara Thailand.. Mereka dikucilkan. Hak-hak mereka dihilangkan. Tokoh-
tokoh pejuang dibunuh dan dipenjarakan.

Perjuangan muslim thai selatan, ga da bedanya dg perjuangan bang pitung cs.

yah jauh lebih  baik tuan dimas -wartawan top yg suka jln2-, bicara sesuatu 
berdasarkan atas data yg akurat jgn sampe malu2in diri sendiri hehe

moso' tuan dimas bilang, "Yang berdarah-darah di Thailand Selatan itu dua-dua 
pihak"
pernyataan (baca: cuap-cuap esmosi jiwa) di atas jelas hayalan tanpa data.
nyatanya selama 4th terakhir konflik ini, 3400 tewas dibantai militer thai. yah 
ga tau brp ekor dari pihak thai yg tewas, kaya'na kite lebih baik tunggu data 
dari tuan dimas -wartawan top yg suka2 jln2-

yg lucunye lg, tuan dimas bilang gini, "Muslimnya juga belagu, jadi teroris"
entah data apa yg melatar-belakangi 'pernyataan' di atas, sptnya tuan dimas 
bener2 sedang stress berat jd pendapatnya ngawor bin ngidul hehe
penggunaan stigma2 spt ini emang cara2 yg dpraktekkan oleh kaum penjajah, dlu 
bang pitung cs jg disebut extrimis-lah, lalu skrng bush menamakan penjajahannya 
sbg perang melawan teror(is) pdhl dia sndiri pelaku teror.


akibat terlalu sering jln2 tuan dimas jd ga fokus dlm berdiskusi, udh jelas 
temanya 'pembantaian thailand' knp pula nyebut2 "kayak Filipina Selatan 
membunuh pendeta Budha dan warga sipil ... "
jelas sekali ini adalah rekayasa utk mengaburkan & melebarkan masalah, walaupun 
belum tentu bs dibuktikan adanya kesamaan sebab musabab terjadinya 
pemberontakan antara kedua negara tsb, sayangnye krn ane ga suka jln2, ane jd 
ga kepancing tuch :)


fatalnya tuan dimas jg kebingungan dg siape yg dimaksud mayoritas dan minoritas 
di indo, pdhl ane bilang cuma di indo aje mayoritas bs dibantai oleh minoritas 
hhehe

tuan dimas selaen kbanyakan jln2, hobinye laennye sok ngatur, kaya' juragan aje 
wkaka


 

 


----- Original Message ----
From: radja perdamaian <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, October 14, 2008 7:25:48 PM
Subject: Bls: [ppiindia] Re: Pembantaian di Thailand


kalau menurutku, negara ini juga di bangun dengan PEMBERONTAKAN juga........
jadi menurutku, yang harus kita lihat apakah dasar mereka memberontak. 
......... ? 

Sila diskusi (jangan emosi dunk...masdimas. ....)

Saleum DAMEe

----- Pesan Asli ----
Dari: masdimas62 <[EMAIL PROTECTED] com>
Kepada: [EMAIL PROTECTED] s.com
Terkirim: Selasa, 14 Oktober, 2008 19:18:49
Topik: [ppiindia] Re: Pembantaian di Thailand

Emangnya lu siapa Tung, gue musti posting pakai data-data...
Lu aja kalau posting asal mangap.... 
Nggak ngaca lu...

Filipna + Thailand sama-sama ada pembrontak muslimnya
apa dan dimana bedanya?
Lu kelamaan tinggal di hutan ?
Dasar pemalas gak tahu diri
Googling aja napa ?

Yang namanya pembrontak musti dibantai. 
Dari zaman Ken Arok sampai Gus Dur, pembrontak ya dibantai
DI Kartosuwiryo, Komunis, GAM, semua dibantai ...

Mau jadi apa negara ini, kalau pembrontak dicuekin...?
Nasehat banyak baca cocoknya buat lu sendiri..
Sementara ini gua jalan-jalan aja...
Yang mayoritas mana, yang minoritas mana lu aja nggak tahu...
Kalau memang lu korban gizi buruk lapor aja..
nggak usah posting dulu..

--- In [EMAIL PROTECTED] s.com, si pitung <sipitung68@ ...> wrote:
>
> kaya'na dimas kebanyakan jln2 dech, jd baca artikelnya sambil merem
> lagi ngomongin thailand selatan eh malah lari2 ke filipina selatan, 
emangnya thailand = filipina? wkaka
> emang mnurut khayalan dimas yg cuap2 ga pake bukti ini, muslim yg 
minoritas belagu jd pantas dibantai sedangkan muslim yg jd mayoritas 
jauh lebih blagu shingga toleransi bragama sulit terwujud.
> Sayangnye dimas si cuap2 ini, ga nyadar klo bicara musti pake 
bukti, mana buktinya muslim thailand itu teroris? lalu brp byk korban 
di pihak muslim? brp korban pihak thai? selain dr jumlah, kekuatan 
senjata pun jg ga berimbang, kaya'na dimas si cuap2 ini emang udh ga 
py mata dech.
> ente diksh artikel baca donk, masa wartawan males baca, malu2in 
donk :)
> 
> cuma di indo mayoritas bs dibantai oleh minoritas, ga tau deh 
komennya di dimas wartawan yg kebanyakan jln2 :)
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: masdimas62 <masdimas62@ ...>
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Sent: Sunday, October 12, 2008 4:44:08 PM
> Subject: [ppiindia] Re: Pembantaian di Thailand
> 
> 
> Dasar turunan preman pasar, Lu, Tung.
> Lu bilang dipukul aje ributnya minta ampun?! 
> Maksudnya kalau dipukuli, terus diam aja gitu? Nggak Waras Lu... 
> Emang lu nggak lihat teve korban Monas pada bedarah-darah?
> Emang kalau bedarah-darah terus ditulis "berair-air. .."
> 
> Yang berdarah-darah di Thailand Selatan itu dua-dua pihak. 
> Muslimnya juga belagu, jadi teroris, kayak Filipina Selatan
> membunuh pendeta Budha dan warga sipil ... 
> Makanya baca laporan yang lengkap, 
> bukan cuman tulisan sesama fundamentalis doang...
> Otak udang lu...
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, si pitung <sipitung68@ ...> wrote:
> >
> > tragedi thailand berdarah, judul yg pas & memang pantas 
> dibandingkan judul rekaan ala aktivis islam liberal dg sandiwara 
> monasnya 'tragedi monas berdarah', dipukul aje ributnye minta 
ampyun, 
> udh gitu pk konfrensi pers, tp sama sekali mereka ga bersuara ttg 
> pembantaian di thailand. Koq bisa ya? :p
> > 
> > 
> > Pembantaian di Thailand 
> > Oleh: Asro Kamal Rokan
> > 
> > Laki-laki
> > Melayu berumur 80 tahun itu baru saja menyelesaikan shalat di 
masjid
> > yang tak jauh dari rumahnya di Provinsi Pattani, Thailand Selatan,
> > Senin (15/9). Ketika berjalan pulang, tiba-tiba sebuah peluru 
> menerjang
> > tubuhnya yang renta. Ia terkapar dan tewas seketika. Lelaki tua 
itu
> > menemui Tuhan menyusul ribuan korban lainnya yang lebih dahulu 
> tewas.
> > 
> > Ahad
> > tiga hari lalu, menurut kantor berita AFP, tiga orang tewas dalam
> > serangan di Thailand Selatan itu. Seorang penyadap karet berusia 
60
> > tahun ditembak ketika sedang mengisi bensin sepeda motor di pompa
> > bensin di Provinsi Pattani. Hari yang sama, kekerasan juga 
terjadi 
> di
> > Provinsi Yala. Seorang pemuda Muslim, berusia 22 tahun, tewas 
akibat
> > ditembak orang yang naik kendaraan.
> > 
> > Nyawa seperti tidak berharga
> > di Thailand Selatan ini. Setiap hari, ada saja yang tewas tanpa
> > diketahui siapa yang membunuhnya. Selama empat tahun ini saja, 
> menurut
> > laporan pers, lebih dari 3.400 orang tewas akibat konflik di 
> Thailand
> > Selatan. Beberapa foto dokumentasi memperlihatkan mayat 
> bergelimpangan
> > di bawah senjata militer Thailand dan tatapan putus asa remaja
> > berjilbab. Dengan senjata terhunus, militer memaksa puluhan anak-
> anak
> > muda Melayu tiarap di tanah dengan kedua tangan diikat di 
> punggungnya.
> > Foto-foto
> > yang mudah ditemukan di berbagai laman internet memberi kesan 
telah
> > terjadi pembantaian dan pelanggaran hak asasi manusia besar-
besaran 
> di
> > Thailand Selatan--yang berpenduduk mayoritas Muslim--tanpa ada 
yang
> > memedulikannya.
> > 
> > Pada 26 Oktober 2004 lalu, masih segar dalam
> > ingatan, polisi Thailand memasukkan pemuda-pemuda Melayu ke dalam 
> truk
> > dengan tuduhan melakukan kerusuhan. Mereka diperlakukan bukan 
> sebagai
> > manusia, ditumpuk layaknya hewan. Akibatnya, 78 orang tewas karena
> > kehabisan napas. Media-media di negara-negara Muslim, termasuk
> > Indonesia, memberitakan peristiwa itu dan kemudian melupakannya.
> > 
> > Konflik
> > pemerintah pusat dengan masyarakat Melayu terjadi sejak Thailand
> > merampas kesultanan Melayu. Di selatan Thailand, terdapat empat
> > provinsi yang didiami Melayu. Provinsi tersebut, yakni Pattani, 
> Yala,
> > Narathiwat, dan Songkhla. Pada awalnya, empat provinsi itu 
merupakan
> > kerajaan Melayu Islam yang berdaulat. Namun, pada 1826, Kerajaan 
> Siam
> > menaklukkan kerajaan Melayu itu.
> > 
> > Pada 1902, Siam (kini Thailand)
> > pun mendapatkan dukungan dari Inggris. Melalui dukungan Inggris, 
> Siam
> > menghapuskan secara resmi sistem pemerintahan kesultanan Melayu
> > Pattani, meski tanpa persetujuan rakyat Melayu. Menurut situs 
> wikipedia,
> > sejak penghapusan kesultanan Melayu Pattani, masyarakat Melayu 
dalam
> > posisi tertekan, lemah, dan diperlakukan bukan sebagai warga 
negara
> > Thailand. Mereka dikucilkan. Hak-hak mereka dihilangkan. Tokoh-
tokoh
> > pejuang dibunuh dan dipenjarakan.
> > 
> > Akhir pekan lalu, kedua pihak
> > duduk membahas perdamaian di Istana Bogor. Wakil Presiden Jusuf 
> Kalla
> > yang bertindak sebagai mediator mempertemukan utusan Pemerintah
> > Thailand, Jenderal Kwanchart, yang juga penasihat militer perdana
> > menteri sebelumnya, Samak Sundaravej, dengan Ketua Delegasi 
Majelis
> > Permusyawaratan Rakyat Melayu Pattani, Wahyuddin Mohammad.
> > 
> > Berbekal
> > mandat dari Pemerintah Thailand dan keinginan mendamaikan konflik,
> > Indonesia menempuh berbagai langkah. Hasilnya, pertemuan Bogor
> > memperlihatkan prospek cerah. Namun, tiba-tiba, Departemen Luar 
> Negeri
> > Thailand tidak mengakui adanya pertemuan tersebut dan mengaku
> > pemerintah sama sekali tidak terlibat.
> > 
> > Kini, jelas bagi kita
> > yang beradab: selain tidak memiliki keinginan menyelesaikan 
konflik
> > yang mengakibatkan ribuan orang-orang Melayu tewas, Thailand juga
> > mempermalukan Indonesia--negara yang tulus membantu mereka!
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/

[Non-text portions of this message have been removed]

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke