http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/22/00133033/presiden.negosiasi.ulang.tangguh.di.china
Presiden Negosiasi Ulang Tangguh di China Rabu, 22 Oktober 2008 | 03:00 WIB Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan anggota rombongan meninggalkan Indonesia selama lima hari, sejak Rabu (22/10), untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asia dan Eropa (Asem) Ke-7 di Beijing, China, 24-25 Oktober 2008. Selama di China, Presiden akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Hu Jintao dan akan mengangkat negosiasi ulang kontrak gas alam cair atau LNG Tangguh. Pertemuan bilateral Presiden dengan Hu Jintao direncanakan dilakukan di sela-sela KTT Asem, 24 Oktober 2008. "Presiden akan membahas dan menyinggung kontrak gas Tangguh. Saat ini ada proses pembahasan dari kedua pemerintah," ujar Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa. Negosiasi ulang kontrak gas Tangguh mengemuka dan menjadi isu politik setelah muncul pernyataan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla seusai bertemu Wakil Presiden China Xi Jinping di Beijing, China, 24 Agustus 2008. Menurut Wapres, negosiasi ulang perlu dilakukan sebab kontrak Tangguh yang ditandatangani tahun 2002 adalah kontrak terjelek dan paling berbahaya dalam sejarah perminyakan Indonesia. Selain pertemuan bilateral dengan Presiden China, Presiden juga berencana melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Singapura, Presiden Kamboja, dan Presiden Thailand. Pertemuan bilateral dilakukan di sela-sela KTT Asem. Presiden juga direncanakan bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Durao Barroso. Dalam pertemuan itu, Presiden berupaya agar larangan terbang seluruh maskapai penerbangan Indonesia ke Uni Eropa yang terus diperpanjang pemberlakuannya sejak setahun lalu dicabut. "Presiden pernah mengatakan, larangan terbang itu tak adil bagi Indonesia dan karena itu harus dicabut," ujar Dino. Dua hari sebelum KTT Asem, Presiden akan mengikuti pertemuan pemimpin ASEAN pada 23 Oktober dan pertemuan pemimpin ASEAN+3 (China, Jepang, dan Korea Selatan) untuk menyikapi dan membuat langkah bersama menghadapi krisis finansial. Dua pertemuan ini terselenggara atas inisiatif Presiden. (INU) [Non-text portions of this message have been removed]

