Pemerintah Mesir Tangkapi Anggota Ikhwanul Muslimin Alfian Banjaransari - detikNews
Kairo - Pemerintah Mesir dua hari terakhir ini gencar menangkapi anggota-anggota Ikhwanul Muslimin (IM). Berita ini dibenarkan baik oleh pihak kepolisian maupun dari IM. Rabu (22/10/2008), dua belas orang aktivis IM ditangkap aparat berwenang di Provinsi Fayoum, sebelah selatan Kairo. Menurut situs IM seperti yang dilansir AFP, mereka ditangkap karena mencoba menyalurkan persediaan obat-obatan ke Jalur Gaza. Sebelumnya, pada hari Selasa (21/10/2008), polisi menangkap empat belas Ikhwani (sebutan bagi angota IM) di kota Port Said yang berada di sisi Mediterania (utara) Mesir. Selain itu, seorang lagi ditangkap di Beni Sueif. Demikian menurut keterangan pihak IM. Kepolisian Mesir sejauh ini telah menangkap lebih dari tiga puluh aktivis IM ketika di awal bulan ini para aktivis tersebut mencoba mengadakan konvoi menuju Rafah, perbatasan Mesir-Palestina. Rafah merupakan satu-satunya wilayah penghubung Mesir dengan Palestina yang tidak berada di bawah kontrol Israel. Pemerintah Mesir selama ini membiarkan arus keluar masuk Gaza, namun menolak untuk membuka akses secara permanen. Ikhwanul Muslimin, kelompok oposisi terbesar di negara tersebut secara resmi telah dilarang di Mesir. Meski demikian, IM berhasil menempatkan wakilnya di parlemen melalui jalur independen. Saat ini, IM menguasai seperlima kursi di parlemen Mesir. Dalam hal kebijakan penanganan pengungsi Palestina yang keluar masuk Mesir, IM berbeda pendapat dengan kebijakan pemerintah Mesir.(alf/asy)

