Salam, 

Saya sering melakukan hal yang sama. Secara umum, layanan Pertamina
sekarang lebih baik. Nampaknya karena ada pesaing, khususnya dari
Malaysia. Makanya kaget dan bebenah.  

Gitulah perusahaan Indonesia, dihina-hina dulu, disaingi dulu baru mau
bebenah. Selama ini main monopoli, seenaknya aja. 

Sebagai konsumen, saya nggak gila hormat. Senyum seperlunya cukup.
Yang penting gak pasang muka kenceng. Yang saya harap adalah pelayanan
yang efektif dan efisien. Timbangan akurat, kita yang belanja nggak
merasa dikerjai. Itu aja. Saya kira umumnya juga begitu.

Ngisi bensin 'kan beda dengan ngafe yang memang mau berlama-lama
nongkrong, kongkow. Orang yang ngisi bensin umumnya mau cepat, apalagi
kalau lagi yang ngisi banyak dan ngantri. 

Kalau ada keluhan bau bensin, saya tak keberatan kapau para karyawan
pakai masker. Khususnya kalau pas ngisi. Mungkin sistemnya "buka
tutup". Kalau ngomong, nanya "berapa ngisinya pak?", "dari nol ya pak"
ya buka masker. Setelah itu, ditutup nggak masalah.

Semua yang punya mobil, apalagi yang tinggal di kota, peduli kesehatan
kok. Juga peduli kesehatan orang lain. Termasuk sama penjaga bensin. 


Wassalam,


Dimas. 

--- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> >From: "Jhoni Tuerah" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Date: Thu, 23 Oct 2008 12:22:18 +0700
> >Subject: [mediacare] Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin
> >
> >From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> >Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin
> >
> >
> >
> >Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom
> >
> >bensinnya. Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja.
Sering
> >
> >kalinya saya hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal yang
mungkin
> >
> >tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya.
> >
> >
> >
> >Kembali ke soal perbincangan saya dengan beberapa petugas pom
bensin. Hal
> >
> >yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat pom
> >
> >bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap
hari dan
> >
> >kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar mengurangi
uap bensin
> >
> >yang terhirup.
> >
> >
> >
> >Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar
sambil
> >
> >ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin tersebut.
> >
> >
> >
> >Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya
menjawab
> >
> >bahwa sebenarnya mereka juga pusing. Mereka merasakan dada yang
sesak. Dan
> >
> >makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, katakan saja flu,
perasaan
> >
> >sakit di dada semakin menjadi.
> >
> >
> >
> >Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban mereka
> >
> >semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan
melarang mereka
> >
> >memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. Mereka
diwajibkan untuk
> >
> >tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. Mereka bilang, kalau
mereka pakai
> >
> >masker, mereka tidak bisa lagi menunjukkan senyum mereka ke nasabah
dan itu
> >
> >akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai pelanggan.
> >
> >
> >
> >Hazrah kazrah!
> >
> >
> >
> >Saya terkaget mendengar jawaban mereka. Jawaban mereka semuanya
seragam.
> >
> >Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina di
televisi yang
> >
> >mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan.
> >
> >
> >
> >Ironisnya, dibalik senyum yang mereka berikan, ada derita yang
harus mereka
> >
> >tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat memberikan
> >
> >gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya paru-paru
dan otak
> >
> >mereka.
> >
> >
> >
> >Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker
penutup
> >
> >hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya tahu dibalik
> >
> >senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan.
> >
> >
> >
> >Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib para
> >
> >pekerja pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan petugas
pom bensin
> >
> >agar pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas pom bensin
dengan
> >
> >masker penutup hidung.
> >
> >
> >
> >Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas
pom bensin
> >
> >ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke
kendaraan saya.
> >
> >Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu dibalik senyuman
petugas
> >
> >pom bensin ada derita yang harus mereka tanggung akibat menghirup uap
> >
> >bensin.
> >
> >
> >
> >Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa
> >
> >diperbaiki dimulai dengan memakai masker penutup hidung.
> >
> >
> >
> >catatan:
> >
> >Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam,
diterapkan tiga
> >
> >shift kerja. Kurang lebih mereka bekerja seharinya sekitar 8-9 jam.
Jumlah
> >
> >jam yang cukup lama untuk menghirup uap bensin terus menerus.
> >
> >
> >
> >Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda
pikir dapat
> >
> >mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom bensin
dibolehkan
> >
> >memakai masker penutup hidung.
> >
> >
> >
> >jabat erat,
> >
> >
> >----------
> >ABOUT TNS
> >TNS is a global market information and insight group.
> >
> >Its strategic goal is to be recognised as the global leader in
delivering 
> >value-added information and insights that help its clients make more 
> >effective business decisions.
> >
> >TNS delivers innovative thinking and excellent service across a
network of 
> >80 countries. Working in partnership with clients, TNS provides 
> >high-quality information, analysis and insight that improves
understanding 
> >of consumer behaviour.
> >
> >TNS is the world s leading provider of customised services, combining 
> >sector knowledge with expertise in the areas of Product Development & 
> >Innovation, Brand & Communications, Stakeholder Management and
Retail & 
> >Shopper. TNS is a major supplier of consumer panel, media
intelligence and 
> >audience measurement services.
> >
> >TNS is the sixth sense of business".
> >www.tnsglobal.com
> >------------------------
> >DISCLAIMER: This e-mail and any files transmitted with it are
confidential 
> >and intended solely for the use of the individual or entity to whom
they 
> >are addressed and others may not distribute, copy or use it. If you 
> >receive this e-mail by mistake, please either delete it without 
> >reproducing, distributing or retaining copies thereof or notify our
e-mail 
> >administrator at [EMAIL PROTECTED] Note that this is NOT 
> >the address of the person who sent this mail to you but a general 
> >administrative address. The views expressed in this e-mail may be the 
> >personal views of the sender and not of TNS unless specifically
stated. 
> >Please note that TNS is able to, and reserves the right to, monitor
e-mail 
> >communications passing through its network. By accepting any work
product 
> >from TNS, client agrees to be bound by TNS s standard terms and
conditions 
> >which such terms and conditions can only be amended by mutual written 
> >agreement, and client separately agrees tha t TNS s liability for any 
> >claims, demands, damages, costs, including legal costs, and expenses 
> >resulting from any act or omission is strictly limited to the
amount of 
> >any fees receivable by TNS in respect of the specific deliverable
which is 
> >the subject of the potential claim and that TNS shall not be liable
for 
> >client s loss of profits, loss of turnover, loss of data, loss of
business 
> >opportunities, or consequential loss.
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke