FRONT NASIONAL PERJUANGAN BURUH INDONESIA
POLITIK RAKYAT MISKIN
(FNPBI-PRM)
Sekber : Jl. Manggarai Utara 1, Blok H No 6, Jakarta Selatan. Telp/Fax:: 021 
829 7732, Email:[EMAIL PROTECTED], webblog:www.fnpbi-prm.blogspot.com
======================================================

Statament

Gagalkan SKB 4 Menteri Dengan Persatuan Mobilisasi Kaum Buruh dan Rakyat Miskin
Non Kooptasi-Non Kooperasi.


Pada hari jumat (24/10), empat menteri yang terdiri dari menteri tenaga kerja, 
menteri perindustrian, menteri perdagangan dan menteri dalam negeri telah 
menyepakati untuk mengeluarkan SKB 4 Menteri yang berisikan kesepakatan untuk 
tidak memberlakukan satu standarisasi upah minimum di satu wilayah tertentu 
(yang biasa dikenal dengan UMP/UMK), dengan kata lain Pemerintah tidak lagi 
terlibat (baca: melepaskan tanggung jawab) dalam penentuan upah untuk kaum 
buruh Indonesia

Dengan demikian, penentuan upah bagi kaum buruh di seluruh Indonesia untuk upah 
tahun 2009 tidak lagi ditentukan dengan mekanisme UMP/UMK yang telah berjalan 
selama ini, melainkan dengan mekanisme baru, yakni mekanisme perundingan antara 
buruh dan pengusaha di tiap-tiap perusahaannya masing-masing.

Alasan utama dari Pemerintah untuk melepaskan tanggung jawabnya ini adalah 
untuk mengantisipasi dampak krisis financial yang terjadi di Amerika terhadap 
para pengusaha di Indonesia.

Agar para pengusaha Indonesia tidak bangkrut, maka harus ada penekanan terhadap 
biaya produksi, dan biaya produksi yang paling bisa di tekan serendah-rendahnya 
adalah upah buruh jika dibanding dengan menurunkan biaya bahan mentah, biaya 
perawatan mesin, biaya listrik, biaya bbm dan bahkan biaya siluman.

Tentu saja alasan Pemerintah ini adalah alasan yang dibuat-buat, alasan yang 
secara jelas menunjukan keterpihakan Pemerintah pada siapa, yakni pada para 
Klas Pengusaha, sebab sejatinya krisis yang terjadi dan kemudian dampaknya 
tidak bisa di bebankan pada kaum buruh dan rakyat miskin, karena :

Seluruh keputusan ekonomi politik yang dibuat selama ini (baik di Amerika 
maupun di Indonesia dan juga negara-negara kapitalis lainnya) yang sekarang ini 
mengakibatkan krisis, TIDAK DIBUAT OLEH KAUM BURUH dan RAKYAT MISKIN, melainkan 
oleh Segelintir Orang yang MERUPAKAN PERWAKILAN KAUM PEMODAL.Selama Indonesia 
dan juga negara-negara lainnya menggunakan system kapitalis, maka sudah pasti 
akan selalu terjadi krisis, sebab sistem ekonomi politik kapitalis mempunyai 
kontradiksi di dalam dirinya sendiri, yakni kontradiksi antara kepentingan 
untuk menumpuk kekayaaan di tangan segelintir pemodal dengan daya beli 
mayoritas rakyat (kaum buruh dan rakyat miskin). Dalam bahasa sederhana adalah 
kenaikan upah kaum buruh sebesar 1 rupiah berarti pengurangan keuntungan 
sebesar 1 rupiah bagi para pemodal.Kontradiksi ini di sebabkan oleh sebab yang 
paling mendasar, yakni kepemilikan alat-alat produksi (termasuk modal di 
dalamnya) dikuasai oleh segelintir orang, semantara
 watak produksi sendiri bersifat social.Krisis keuangan yang saat ini terjadi 
di Amerika Serikat dan juga negara-negara kapitalis besar lainnya, adalah 
cerminan bahwa daya beli kaum buruh dan rakyat miskin di seluruh dunia sudah 
tidak mampu lagi membeli barang atau jasa yang ada, karena nilai barang dan 
jasa ini sudah sangat tinggi melampau nilai sebenarnya (dalam bahasa umum, 
kemandekan sector riil) dan bukan sebaliknya, krisis finasialah yang 
menyebabkan kemandekan sector riil. Sebesar-besarnya keuntungan spekulan di 
pasar modal, tetap ada batasnya yakni kesanggupan daya beli mayoritas rakyat, 
dan jika daya beli ini sudah tidak lagi memadai maka gelembung-gelembung 
keuntungan di pasar modal akan pecah berantakan seperti yang sekarang ini 
terjadi.
Oleh karena itu, kami menuntut:

Menolak keputusan pemerintah (SKB 4 Menteri) yang secara nyata akan 
mengorbankan jutaan kaum buruh dan berdampak pada jutaaan rakyat miskin lainnya 
yang hidupnya tergantung pada seberapa besar upah yang di dapat oleh kaum buruh 
(pedagang kecil, ojek, supir angkutan, pemilik kontrakan dan lain 
sebagainya)Menolak segala keputusan “penyelesaian” krisis yang merugikan 
mayoritas rakyat (seperti penalangan kerugian pengusaha oleh pemerintah, 
pencabutan subsidi, pemotongan upah, peningkatan pajak bagi mayoritas rakyat, 
penggunaan system kerja kontrak dan outsouching  dan pelarangan pemogokan atau 
demonstrasi).

Kami juga menyatakan :

Penyelasaian krisis di Indonesia harus dilakukan dengan cara-cara radikal, 
yaitu :a) Menasionalisasi perusahaan-perusahaan swasta besar (baik yang 
dimiliki oleh modal         internasional maupun oleh Pengusaha Indonesia) 
terutama Pertambangan, Energi dan Perbankan dengan mobilisasi politik klas 
buruh dan rakyat miskin, serta di bawah kontrol klas buruh dan rakyat miskin.

b) Membubarkan Pasar Modal, atau setidaknya mengenakan pajak bagi setiap 
transaksi yang terjadi di pasar modal (mengacu pada Negara Kuba yang mengenakan 
pajak 1 % untuk setiap transaksi).

c) Menolak pembayaran hutang luar negeri, dan Indonesia harus segera keluar 
dari lembaga-lembaga keuangan dan perdagangan Internasional yang hanya 
menguntungkan negara-negara induk kapitalis.

d) Dalam jangka pendek cara yang bisa di tempuh untuk melindungi kaum buruh dan 
rakyat miskin adalah melindungi pasar negeri dengan cara melarang import barang 
yang sudah bisa di penuhi oleh Industri dalam negeri atau mengenakan pajak 
import yang tinggi, menggunakan bahan baku dalam negeri, yang ketiga Pemerintah 
juga harus mengambil alih (dan menyerahkan kepada buruh) perusahaan-perusahaan 
(di sector riil) yang bangkrut dan memberikan modal (dari dana APBN) untuk 
menjalankannya kembali, yang keempat melakukan standarisasi upah layak secara 
nasional sebagai bentuk untuk meningkatkan daya beli.Sudah saatnya, kaum buruh 
dan rakyat miskin Indonesia, mengambil inisiatif untuk menyelasaikan krisis 
ini, dengan cara menggantikan kekuasaan politik klas pemodal yang saat ini 
berkuasa di Indonesia (melalui Sisa Orde Baru, Tentara dan Reformis Gadungan), 
apalagi saat ini kekuatan politik pemodal itu tengah berusaha keras dengan 
berbagai cara (termasuk berpura-pura
 mendukung beberapa tuntutan kaum buruh dan rakyat miskin) untuk mendapatkan 
dukungan kembali melalui pemilu 2009 nanti.Untuk tugas itu, maka dibutuhkan 
segera pembangunan persatuan seluruh kekuatan politik kaum buruh yang 
progressif bersama dengan kekuatan politik rakyat miskin lainnya, yang berskala 
nasional, yang terbangun di semua pusat-pusat perlawanan kaum buruh dan rakyat 
miskin, tanpa campur tangan dan tanpa kerja sama dengan kekuatan politik klas 
pemodal (dalam bahasa lain adalah politik mandiri non kooptasi, non 
kooperasi).Persatuan-persatuan ini di arahkan untuk melakukan 
mobilisasi-mobilisasi polititis, baik yang bertujuan jangka pendek (seperti 
menolak SKB 4 Menteri) atau yang bertujuan jangka panjang, mengganti kekuasaan 
politik klas pemodal dengan kekuasaan klas pekerja dan rakyat miskin. 


BUKAN PEMILU 2009, TAPI SOSIALISME SEBAGAI JALAN KELUAR!!
BANGUN PERSATUAN GERAKAN RAKYAT NON KOOPTASI-NON KOOPERASI, GULINGKAN KEKUASAAN 
KLAS PEMODAL, WUJUDKAN PEMERINTAHAN RAKYAT MISKIN!


Jakarta, 25 Oktober 2008


Koordinator Sementara


Budi Wardoyo 


--

Posting oleh  APA ITU FNPBI-PRM?  ke  FNPBI-PRM  pada  10/26/2008 10:27:00 AM


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke