----- Original Message ----- 
  From: Sunny 
  To: Undisclosed-Recipient:; 
  Sent: Monday, October 27, 2008 9:21 AM
  Subject: [mediacare] Terkait JI dan Kompak


  http://www.suarapembaruan.com/News/2008/10/25/index.html

  SUARA PEMBARUAN DAILY 
------------------------------------------------------------------------------

  Jaringan Kelapa Gading 

  Terkait JI dan Kompak
   

  ANTARA/Prasetyo Utomo 

  Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri yang baru Irjen Polisi 
Sisno Duaji (kanan) berjalan bersama Kapolda Jawa Barat yang baru Irjen Polisi 
Timur Pradopo (kiri) pada acara serah terima jabatan (sertijab) Kabareskrim dan 
Kapolda Jabar di Jakarta, Jumat (24/10). 

  [JAKARTA] Jaringan teroris pimpinan Wahyu alias Ramdhani yang ditangkap di 
Kepala Gading Sengon, Jakarta Utara, terkait jaringan Jemaah Islamiyah, Kompak, 
dan Wardah Islamiah. Seluruh jaringan itu terkait erat dengan jaringan teroris 
di Poso, Maluku, dan Ambon. 

  Hal itu disampaikan sumber SP di Mabes Polri, Sabtu (25/10) pagi. Dia 
menyebutkan, keterikatan jaringan itu terungkap dari hasil penggerebekan di 
Kelapa Gading dan terakhir di sebuah rumah kontrakan di Lubang Buaya, Jakarta 
Timur, Jumat (24/10) sore. Dijelaskan, penyelidikan intensif terkait 
pengungkapan kasus teroris di Kelapa Gading dan dokumen di Lubang Buaya masih 
dikembangkan guna mengungkap jaringan lebih besar lagi. 

  Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak kepada SP Sabtu pagi 
mengungkapkan, jaringan Kompak ada di beberapa kota seperti di Poso, Maluku, 
dan Ambon. "Mereka aktif bergerak di daerah-daerah konflik. Di situ jaringan 
kerja sama terbentuk, saling kenal, dan membangun sinergi antarkelompok," 
ujarnya. 

  Dikatakan, tokoh Kompak yang menonjol adalah Arismunandar yang berhubungan 
dengan Amrozi dalam pembelian senjata api. Hal itu ada di Berita Acara 
Pemeriksaan Amrozi. 


  Incar Pejabat 

  Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso saat serah terima 
jabatan Kabareskrim di Mabes Polri Jumat (24/10) mengatakan, jaringan teroris 
Kelapa Gading selain mempunyai pengalaman terlibat kejahatan transnasional di 
daerah konflik wilayah Maluku dan Sulawesi, mereka dalam gerakannya juga 
mengincar objek vital terutama milik negara asing, yakni Amerika Serikat dan 
Australia. 

  Jaringan teroris melibatkan Wahyu cs menargetkan keresahan dengan sasaran 
objek perekonomian rakyat termasuk mengincar pejabat yang sempat menangani atau 
memerangi teroris di Indonesia. Kapolri belum menjelaskan siapa oknum pejabat 
yang diincar. Dikatakan, ancaman itu sudah diantisipasi sejak dini dengan 
mengingatkan semua warga masyarakat untuk waspada. 

  Dijelaskan, target membahayakan dari teroris di Kelapa Gading dengan 
mengincar sasaran peledakan depo BBM di Plumpang Jakarta Utara merupakan satu 
bukti kejahatan mereka tidak bisa ditoleransi. 

  "Semua pelaku teroris yang ditangkap di Kelapa Gading dikembangkan selain 
menginterogasi seperti apa awal jaringan mereka terlibat juga kepemilikan 
barang bukti berbentuk dokumen yang digeledah di rumah Muntasir," ujarnya. 

  Sementara itu, warga Lubang Buaya, Jakarta Timur, tidak menduga Hasan (30), 
pemuda asal Pemalang, Jawa Tengah, terlibat dalam kelompok teroris yang 
ditangkap aparat kepolisian di Kelapa Gading, Jakarta Timur. 

  "Dalam pergaulan sehari-hari, dia baik sekali. Sesekali dia makan di warung 
saya. Kami juga sering berkomunikasi. Karena itu, saya kaget ketika Hasan 
diduga sebagai anggota kelompok teroris yang ditangkap di Kelapa Gading 
beberapa waktu yang lalu," kata Anto pemilik warung Padang saat ditemui SP di 
Kelurahan Lubang RT 6 RW 8, Jakarta Timur, Sabtu (25/10) pagi. [RBW/G-5] 



------------------------------------------------------------------------------
  Last modified: 25/10/08 
   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke