coba hubungi bumn besar, mereka punya dana program kemitraan dan bina lingkungan, semacam kredit mikro.
bunganya cuma 6 persen per tahun. At 12:02 AM 10/24/2008 -0700, Dian Purnama wrote: >Terimakasih atas pencerahannya. > >Semoga saya sedang dalam masa mengupas kulit pisang itu, dalam menjalani >usaha saya saat ini. Kiranya cukup terengah-engah, untuk menambah besar >usaha saya dalam membesarkan ayam kampung secara intensif, untuk dijual >telur dan jikalau sudah sampai masa afkirnya, dijual sebagai ayam potong. >Mulai dari modal 10 ekor ayam, dan sekarang sedang berusaha untuk menambah >menjadi 100 ekor lagi, agar omzet usaha menjadi lebih besar. >Jikalau ada dari rekan-rekan yang berminat untuk memberikan informasi, >dimana kami bisa mendapatkan pinjaman dana atau dana hibah atau dana >kemitraan, semoga sudilah kiranya bisa memberikan informasinya kepada kami. > >Terimakasih, > >Dian Purnama Putra > > > > > > >--- On Fri, 10/24/08, ali.hozi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >From: ali.hozi <[EMAIL PROTECTED]> >Subject: [ppiindia] Bercita-cita Menjadi Entrepreneur Muslim >To: [email protected] >Date: Friday, October 24, 2008, 7:38 AM > > > > > > > > > > > > Oleh : Alihozi > >http://Alihozi77. blogspot. com > > > >Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui, hingga kini pertumbuhan jumlah > >pengusaha pribumi berjalan lambat dibandingkan dengan pertumbuhan > >jumlah pengusaha nonpribumi. Ini karena minat lulusan universitas di > >Indonesia masih sedikit yang ingin menjadi pengusaha. Banyak diantara > >anak anak keturunan pribumi lebih memilih menjadi pegawai negeri > >sipil atau seorang tentara. Ini berbeda dengan kultur anak anak > >nonpribumi yang sangat besar untuk berwiraswasta Hal ini disampaikan > >Wapres saat memberikan pengarahan di acara pembukaan "Tepang Saudagar > >Tatar Sunda " atau pertemuan para kelompok pengusaha yang berasal > >dari daerah Pasundan, Jawa Barat di Gedung pertemuan Bank Indonesia > >(BI) Bandung.(Kompas , 25 Maret 2008). > > > >Apa yang dikatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla tsb memang benar , > >banyak teman teman saya yang lulus sekolah atau kuliah itu tidak > >berfikiran sama sekali untuk menjadi pengusaha dengan berbagai macam > >alasan. Mereka lebih memilih menjadi pegawai swasta atau menjadi > >pegawai negeri. Terlepas bagaimana cara orang orang nonpribumi itu > >berbisnis, yang perlu kita cermati adalah bagaimana orang orang > >nonpribumi itu berusaha membangun jiwa kemandirian tanpa harus bekerja > >kepada orang lain. > > > >Saya mempunyai teman nonpribumi pada waktu SMEA namanya Maria Deliana > >,ia seorang wanita yang cerdas dan berprestasi di sekolah . Setelah > >lulus sekolah ia tidak ikut teman teman yang lain untuk ikut test > >ikut masuk perguruan tinggi STAN milik pemerintah , ia lebih memilih > >kuliah di swasta sambil bekerja dan berjualan sepatu, ini saya melihat > >sendiri ketika bertemu di sebuah kereta listrik (KRL) jabotabek > >padahal saya tahu orangtuanya mempunyai toko material di daerah klender. > > > >Banyak alasan teman teman saya ummat muslim untuk tidak menjadi > >pengusaha karena keterbatasan modal, padahal membuka usaha itu > >tidaklah harus langsung besar yang penting adalah semangat untuk > >membangun jiwa kemandirian secara terus menerus seperti yang > >dilakukan oleh orang orang nonpribumi. Saya pernah mendengar ceramah > >Ir.Fadel Muhammad di kampus (sekarang gubernur gorontalo) mengenai > >membuka usaha itu seperti orang yang memakan pisang haruslah dikupas > >dulu kulitnya satu per satu barulah bisa memakan manisnya buah pisang. > > > >Jadi untuk membuka usaha bisa mencoba dari hal hal yang kecil dulu, > >sekecil apapun usaha yang dijalankan atau menemui kegagalan dalam baru > >memulai usaha , berarti sudah mendapatkan satu point pengalaman yang > >berharga dibandingkan tak pernah mencoba sedikitpun untuk menjadi > >pengusaha. Apabila belum mempunyai modal , bisa bekerja dengan orang > >lain dulu untuk mengumpulkan modal sambil menjalankan usaha kecil > >kecilan dulu setelah usaha berjalan barulah berhenti dari bekerja > >dengan orang lain. > > > >Ummat muslim yang penduduknya mayoritas di Indonesia haruslah segera > >meninggalkan pola fikir yang masih bekeinginan setelah sekolah tinggi > >lalu bekerja dengan orang lain menuju pola fikir untuk membangun > >semangat jiwa entrepreneur pada diri sendiri dan anak keturunan , > >bukankah Rasululah SAW dan mayoritas para sahabat mencotohkan untuk > >menjadi entrepreneur. Hanya dengan membangun semangat jiwa > >entrepreneur , ummat muslim bisa mengejar ketinggalan di bidang > >ekonomi, apalagi saat ini kita harus bersiap untuk menghadapi realitas > >ekonomi global yang penuh ketidak pastian dan kondisi ekonomi dalam > >negeri yang mana terjadi kenaikan harga semua kebutuhan pokok . > > > >Sebagai penutup, saya bercerita ada seorang karyawan swasta yang > >bekerja di perusahaan asing datang ke tempat mertua saya untuk > >menceritakan perihal kerjanya yang selalu pulang larut malam bahkan > >sampai pagi, oleh mertua saya ia disarankan untuk keluar dan menjadi > >pengusaha. Ia menuruti apa yang dikatakan oleh mertua saya walaupun > >orangtuanya sangat keberatan ia keluar kerja dari perusahaan asing tsb. > > > >Ia memulai usaha dengan membuka wartel dan kursus private pelajaran > >sekolah namun gagal, lalu ia mencoba terus dengan usaha lain, > >terakhir ia datang ke mertua saya untuk meminta bantuan mencari > >karyawan kasir untuk ditempatkan di perusahaannya yaitu usaha cuci > >cetak foto digital di daerah ciledug. Usahanya sekarang itu terbilang > >lumayan karena omzetnya 1 bulan mencapai Rp.25 juta. > >Siapa yang akan menyusul untuk menjadi entrepreneur muslim ? > > > >Wallahu'alam > >Al-Faqir > > > >© Alihozi Oktober 2008 http://Alihozi77. blogspot. com > >Bergabunglah dengang milist Shar-e , sebuah milist komunitas pengguna > >Shar-e. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > >[Non-text portions of this message have been removed] > > >------------------------------------ > >*************************************************************************** >Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia >yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. >http://groups.yahoo.com/group/ppiindia >*************************************************************************** >__________________________________________________________________________ >Mohon Perhatian: > >1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) >2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. >3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com >4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] >5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] >6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] >Yahoo! Groups Links > > >

