http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/10/25/3630.html

*Pertemuan Bilateral, Regional, dan Multilateral di Beijing Konkret
 *

Beijing: Kehadiran Indonesia pada KTT ke-7 ASEM di Beijing, China, bertjuan
mencari upaya meminimalkan dampak krisis finansial global, termasuk
Indonesia. Hal ini dikatakan *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono*, Sabtu
(25/10) malam, di Hotel Peninsula Beijing, China, di hadapan wartawan
Indonesia didampingi seluruh delegasi Indonesia ke Beijing.

Seperti disampaikan Presiden pada briefing hari pertama, ada 3 kegiatan
utama kunjungan kerjanya di China. Pertama, apa saja yang bisa kita dapatkan
dalam pertemuan bilateral dengan berbagai pemimpin dunia. Kedua, dalam
kaitan kegiatan regional ASEAN dan ASEAN Plus Three, dan ketiga KTT ASEM
yang merupakan pertemuan multilateral.

Saat ini, dunia termasuk Indonesia sedang berupaya meminimalkan dampak
krisis keuangan global, mengurangi dampaknya. "Dampak ini tidak bisa
dinolkan. Saya tidak ingin memberikan angin surga kepada saudara-saudara
kita karena saya tidak jujur nanti. Saya sampaikan, pasti ada dampaknya.
Negara lain juga kena, ada yang berat, ada yang sedang.
Yang kita usahakan adalah melakukan kebijakan, langkah-langkah, tindakan
cepat. Apapun, untuk mengurangi dampak itu," Presiden SBY menjelaskan.

Untuk mengurangi dampak krisis, ada beberapa sasaran pemerintah. Pertama,
supaya pasar keuangan kita dan pasar keuangan dunia bisa distabilkan. "Tidak
gonjang-ganjing terus, saham, nilai tukar, dan lain-lain," kata Presiden.
Kedua, kita ingin sektor riil bisa relatif kita jaga, walaupun saya tahu ada
penciutan, tapi relatif bisa kita jaga. "Ketiga, kita ingin rakyat
Indonesia, terutama dari golongan lemah, bisa kita proteksi untuk tidak
mendapatkan dampak yang tidak kita kehendaki," ujar Presiden

Presiden menjelaskan, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RRT Hu
Jintao dan semua pihak di China yang bisa meneruskan kerjasama di bidang
ekonomi utamanya, pembicaraan selalu beriorientasi pada 3 kepentingan atau
tujuan tadi. "Bagaimana ada satu pengaman keuangan, bagaimana komitmen untuk
pendanaan jalan terus. Bagaimana kerjasama pembangunan infratstruktur jalan
terus, dan lain-lain," ujar Presiden SBY.

Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RRT Hu Jintao membawakan harapan,
kerjasama di bidang ekonomi akan terus. Kita lanjutkan dengan besaran yang
makin ditingkatkan, baik pendanaan maupun perdagangan yang saling
menguntungkan," kata Presiden SBY.

Kegiatan regional ASEAN dan ASEAN Plus Three, kita bersama-sama memikirkan
langkah agar kalau krisis ini terus berlanjut. "Dari segi ASEAN Plus Three,
ada satu mekanisme penyelamatan, menolong mereka yang sangat terpukul.
Itulah saya bicara dengan gamblang pada pertemuan Asean Plus Three, dan
rupanya teman-teman Asean dan Plus Three mempunyai pemikiran yang serupa dan
kita sepakat adanya Chiangmai Inisiatif akan mengumpulkan dana dari negara
dari negara negara Asean plus three. Harapannya nanti ada 80 miliar USD
dengan menkanisme tertentu dengan instrumen tertentu dengan prosedur
tertentu untuk bisa membantu negara-negara yang membutuhkan bantuan," jelas
Presiden SBY.

"Kita juga sepakat dalam pertemuan Asean Plus Three kemarin , kita akan
menugasi menteri-menteri keuangan kita dengan semacam working group untuk
mempercepat bagaimana instrumen pengaturan, kerangka, yang berhubungan
dengan Chiangmai Insiatif itu, sehingga pada saatnya bisa digunakan. Itu
secara konkrit yang kita rumuskan bersama dalam pertemuan Asean dan Asean
Plus Three," ujar Presiden SBY.

Lalu dalam pertemuan Multilateral pada ASEM ke 7 yang dilaksanakan dua tahun
sekali ini , dimana hampir semua pemimpin Asia dan Eropa atau 45 kepala
pemerintahan hadir serta sudah dipersiapkan jauh sebelumnya ."Oleh karena
itu agendanya bukan hanya bagaimana kerjasama menghadapi krisis finansial ,
ada agenda climate change, ada dialog civilatition, dan isu –isu lain , "
jelas Presiden SBY.

"Meskipun kemarin katakanlah sehari penuh kita membahas permasalahan ekonomi
global dan krisis keuangan global ini, Semua berbicara , yang jelas kita
sepakat bahwa kita harus meningkatkan kerjasama secara konkrit , baik secara
regional, maupun antar organisasi kawasan untuk tujuan memulikan keprcayaan
, menstabilkan pasar keuangan , memastikan ekonomi riil terus bergerak,
kemudian bisa tetap melindungi mereka –mereka yang terpukul akibat krisis
finansial," kata Presiden SBY. (win/osa0


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke