Gramedia Tarik "Trilogi Lekra Tidak Membakar Buku"
Selasa, 28 Oktober 2008, 14:43:59 WIB

Laporan: Yayat R. Cipasang

Jakarta, myRMnews. Tanpa alasan yang jelas dan tanpa pemberitahuan
resmi seluruh gerai Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia meretur
atau menarik dari display "Trilogi Lekra Tidak Membakar Buku". 

Buku karya penulis muda Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M Dahlan
tersebut hanya satu hari mejeng di rak Toko Buku Gramedia. Hari
berikutnya, sudah masuk gudang seperti di Gramedia Matraman, Jakarta
Timur. 

Buku tersebut berjudul "Lekra Tidak Membakar Buku", Gugur Merah
Sehimpun Puisi Lekra" dan "Laporan dari Bawah" berupa kumpulan cerita
pendek di rubrik kebudayaan Harian Rakjat. 

"Hari ini buku sudah dikembalikan semua kepada kami," kata Rhoma Dwi
Aria Yuliantri saat dimintai konfirmasi myRMnews, Selasa (28/10). 

Rhoma tidak mendapatkan penjelasan atas penarikan buku-bukunya yang
diriset selama 1,6 tahun ini dan diluncurkan di Newseum, Jalan
Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (24/10). 

Dalam peluncuran buku yang dipandu budayawan Taufik Rahzen ini tampil
pembicara tokoh Lekra Amarzan Loebis dan sejarawan Anhar Gonggong. 

Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah wartawan media nasional dan
tokoh Lekra seperti Martin Aleida. [yat]

http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=66586


PENARIKAN BUKU LEKRA
Gramedia Minta Lambang Palu Arit Dicabut
Selasa, 28 Oktober 2008, 15:10:13 WIB

Laporan: Yayat R. Cipasang

Jakarta, myRMnews. Sebab penarikan buku "Trilogi Lekra Tidak Membakar
Buku" yang dilakukan manajemen Gramedia di seluruh Indonesia sudah jelas. 

Pihak Gramedia baru akan memajang dan menjual buku karangan penulis
muda Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M. Dahlan ini, bila lambang
PKI dalam sampul buku tersebut diganti. 

"Tapi kami tidak mau," kata Rhoma kepada myRMnews, Selasa sore (28/10). 

Dalam sampul aslinya, lambang palu arit itu dicetak menonjol dalam
dasar putih. Sekilas bila kurang jeli, sampul buku tersebut terlihat
putih polos. 

Sementara itu Toko Buku Gunung Agung, kata Rhoma, sampai saat ini
belum memberikan respons atas tawaran untuk menjual buku "Trilogi
Lekra Tidak Membakar Buku". 

"Kami sampai saat ini dicuekin Toko Gunung Agung, kata mahasiswa
program S-2 Sejarah Universitas Negeri Jakarta ini sambil terkekeh. 

Rhoma dan Muhidin adalah bagian dari sejumlah penggiat di I:BOEKOE
yang bermarkas di Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Kegiatan mereka ini
mendapat supervisi dari budayawan Taufik Rahzen. [yat]


http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=66588


Kirim email ke