Bung Farid, ada beberapa pertanyaan nih dari audiens tentang RUU Pornografi 
yang sekarang...Apakah kalao disahkan, RUU Pornografi sekarang menjamin:

1 Orang bisa berbikini two-piece di pantai?
2 Wisatawan bisa berjemur no bra di pantai?
2 Perempuan bisa bercelana pendek ke mall seperti trend yang ada sekarang ini?
3 Media massa cetak bisa memasang foto orang berbikini two-piece seperti 
misalnya untuk iklan bra?
4 Apakah adegan mirip seperti persenggamaan (seperti sebuah iklan di radio di 
mana seorang perempuan melenguh dan seorang lelaki melenguh pula di bawahnya 
namun tidak telanjang) juga dilarang? 
5 Apakah wisatawan asing no-bra di pantai masih diperbolehkan?
6 Apakah mal-mal bisa memasang foto/gambar perempuan hanya memakai bra dan 
celana dalam di mall khususnya di counter celana dalam. Begitu juga dengan 
lelakinya?
7 Apakah diperbolehkan spanduk/baliho orang berbikini two-piece atau one piece 
sebagai iklan di sejumlah tempat yang ditunjuk?
8 Bagaimana dengan film-film yang menampilkan perempuan dan laki-laki hanya 
bercelana dalam atau memakai celana dalam dan bra saja?
9 Dijamin tidak ada tindakan polisional dari masyarakat seperti yang dialami 
oleh masyarakat sekarang ini oleh kelompok-kelompok yang mengatas namakan agama 
tertentu, sebut saja Islam. 

Sejumlah audiens memohon petunjuk rekan-rekan...

Eka Zulkarnain

--- On Wed, 10/29/08, Farid Gaban <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Farid Gaban <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [jurnalisme] Re: Rekaman Suara Sdr. Balkan (Ketua RUU Pornografi) yg 
Rasis
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, October 29, 2008, 9:47 PM










    
            Well Berthy,



Saya menghormati pendapat Anda, dan artinya bisa kita simpulkan dengan

pernyataan: kita bersepakat untuk tidak sepakat.



Pembahasan RUU Pornografi sudah demikian panjang, lama dan melelahkan.

Saya berharap hari ini akan ada sebuah tonggak untuk membuat

kontroversi ini berhenti (bukan akhir perjalanan final melainkan

sebuah terminal), dan kita mulai mengerahkan perhatian bersama-sama

untuk memecahkan soal mendesak lain seperti kemiskinan, kerusakan dan

bencana lingkungan, privatisasi ekstrem atas negeri ini, reformasi

birokrasi dan korupsi.



[Ada banyak RUU/UU lain, yang tidak pernah dikonsultasikan kepada

publik dan kita sendiri tidak menyadari pernah disahkan, meski dampak

negatifnya sangat serius bagi tatanan ekonomi dan sosial bangsa kita.]



Saya berharap ada terminal hari ini, semua fraksi secara aklamasi

mengesahkan UU Pornografi ini dalam sidang paripurna. Saya berharap

tidak ada voting, melainkan konsensus bersama semua partai.



Tapi, jika voting akhirnya harus dilakukan, dan saya tidak tahu persis

mana yang akan menang, saya berharap semua pihak bisa menghormati

prosedur demokratis yang telah ditempuh.



Jika UU ini lolos, saya TIDAK AKAN merayakannya. Dan memang tidak

perlu dirayakan. 



[Ada banyak UU lain yang bahkan saya tidak pernah tahu kapan

didisikusikan. Saya benar-benar sedih dan mengutuk diri sendiri karena

tidak tahu April 2008 lalu DPR meloloskan UU Pelayaran yang akan

mengancam kesaulatan laut negeri kita.]



Bagi saya, lebih penting proses ketimbang hasilnya.



salam,

fgaban



--- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, Berthy B Rahawarin <brahawarin@ ...>

wrote:

>

> Dear FG,

>  

> Saya ingin sebaliknya: Bukan karena Balkan itu sedaerah dengan saya,

saya ingin membela dia. Tetapi, perlu sikap proporsional atas

ucapannya itu. Bahkan, saudara Alex yang dianggap "KORBAN PELECEHAN",

tidak ngotot untuk itu.

>  

> Justru, UU PORNO itu lebih MAHA-MEGA RASIALIS daripada ucapan

Kaplale saudara saya itu. Terkeceuali, bahkan ucapan Kaplale ada dalam

sebuah keadaan by-design yang lain untuk mengalihkan penolakan

terhadap RUU P. 

> 

> wassalam,

> ex toto corde,

> Berthy B Rahawarin

> [EMAIL PROTECTED] ..

> 

> --- On Thu, 10/30/08, Farid Gaban <faridgaban@ ...> wrote:

> 

> From: Farid Gaban <faridgaban@ ...>

> Subject: [jurnalisme] Re: Rekaman Suara Sdr. Balkan (Ketua RUU

Pornografi) yg Rasis

> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com

> Date: Thursday, October 30, 2008, 11:02 AM

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> Saya belum dengar rekamannya, tapi memperoleh informasi kutipan ini

> dari Ade Armando. Baik Ade maupun saya SETUJU ini ucapan yang RASIS.

> Tidak semestinya diucapkan, apalagi oleh seorang anggota DPR, apapun

> motifnya.

> 

> Saran saya, gugat orang itu, bikin kampanye anti-rasisme yang membuat

> orang ini gerah sampai mundur.

> 

> Tapi, saya tetap berharap UU Pornografi disahkan.

> 

> fgaban

> 

> --- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, eka zulkarnain <ekalucky_01@

...> wrote:

> >

> > Thanks mbak Dinda, saya sudah dengarkan. Memang ada salah satu

> kalimat rasis yang dilontarkan oleh Kepala Pansus Balkan ini dengan

> kata-kata 'ambillah orang solo untuk perbaikan keturunan."

> > 

> > Sebuah kalimat yang tidak pantas dilontarkan oleh seorang anggota

> DPR apapun motifnya...

> > 

> > Eka Zulkarnain

> > 

> > --- On Wed, 10/29/08, ikramputra <ikramputra@ ...> wrote:

> > From: ikramputra <ikramputra@ ...>

> > Subject: Re: [jurnalisme] Rekaman Suara Sdr. Balkan (Ketua RUU

> Pornografi) yg Rasis

> > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com

> > Date: Wednesday, October 29, 2008, 8:29 PM

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > Saya kurang mengerti strateginya deh, Mbak Dinda.

> > 

> > 

> > 

> > Melawan "sikap anggota DPR yang rasis itu" dengan malah

> > 

> > mendengar-dengarkan rekaman suaranya?

> > 

> > 

> > 

> > Apa kita ceritanya sudah kehabisan strategi yang lain?

> > 

> > 

> > 

> > Ikram

> > 

> > 

> > 

> > On 10/30/08, dinda_milis <dinda_milis@ yahoo.co. id> wrote:

> > 

> > > Dear All,

> > 

> > >

> > 

> > > Aku mempunyai rekaman suara Sdr.Balkan-Ketua Pansus RUU

Pornografi yg

> > 

> > > sangat rasis itu. Rekaman itu merupakan rekaman dari kegiatan dengar

> > 

> > > pendapat di Yogyakarta.

> > 

> > >

> > 

> > > Apabila berminat mendengarkannya bisa minta kepadaku di email:

> > 

> > > titiana.adinda@ gmail.com / titiana.adinda[ at]gmail. com

> > 

> > >

> > 

> > > Mari kita lawan sikap anggota DPR yg rasis tersebut!

> > 

> > >

> > 

> > > Salam hangat,

> > 

> > >

> > 

> > > Dinda

> > 

> > > ===

> > 

> > > Kunjungi blogku di:

> > 

> > > http://titiana- adinda.blogspot. com/

> > 

> > >

> > 

> > > surat terbuka

> > 

> > >

> > 

> > >

> > 

> > > Posted by: "dcute_ema" dcute_ema@ . dcute_ema

> > 

> > > Fri Oct 17, 2008 6:39 pm (PDT)

> > 

> > >

> > 

> > > Surat Terbuka

> > 

> > > Yogyakarta, 16 Oktober 2008

> > 

> > > Kepada kawan-kawanku Bangsa Indonesia

> > 

> > >

> > 

> > > Kawan,

> > 

> > > Senin, 13 Oktober 2008 kemarin, saya dan teman-teman Forum

Yogyakarta

> > 

> > > untuk Keberagaman (YuK!) mengikuti acara `Dengar Pendapat dalam

Rangka

> > 

> > > Uji Publik RUU Pornografi'. Acara yang diadakan oleh Pansus RUU

> > 

> > > Pornografi dari DPR berlangsung di Gedung Pracimosono, Kompleks

Kantor

> > 

> > > Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua Pansus RUU Pornografi,

> > 

> > > Balkan Kaplale, juga datang ke acara itu.

> > 

> > >

> > 

> > > Sekitar enam puluh orang â¤"pro (mayoritas) maupun kontraâ¤" hadir

> > 

> > > sebagai peserta forum. Dalam sesi dengar pendapat pertama, enam

> > 

> > > peserta dipilih untuk bicara. Acara sudah berlangsung sekitar 1 jam

> > 

> > > saat seorang kawan dari Papua, Albert, ditunjuk moderator untuk

> > 

> > > menyampaikan pendapat.

> > 

> > >

> > 

> > > Albert datang mewakili 3000 mahasiswa Papua di Jogja, dan telah

> > 

> > > meminta ijin pada dewan adat dan tokoh masyarakat Papua untuk

mewakili

> > 

> > > warga Papua dalam menyampaikan aspirasi. Di forum, ia

mengusulkan agar

> > 

> > > RUU Pornografi tidak disahkan. Sebab, RUUP tidak memberi ruang bagi

> > 

> > > kaum minoritas, dan membuat Negara Indonesia seolah-olah hanya milik

> > 

> > > sekelompok orang. Jika RUUP disahkan, lebih baik Papua

melepaskan diri

> > 

> > > saja, karena tidak diperlakukan adil.

> > 

> > >

> > 

> > > Saat giliran Pansus bicara, Balkan Kaplale langsung menanggapi

> > 

> > > pernyataan Albert. Balkan menyapa Albert dengan sebutan "Adinda" dan

> > 

> > > berkata: "Jangan begitu dong ah..overdosis. .tak usah ngapain keluar

> > 

> > > dari NKRI. Timor-timur aja perdana menterinya kemaren mengadu ke

> > 

> > > Komisi 10, nangis-nangis, rakyatnya miskin sekarang. Betul,

belajarlah

> > 

> > > ke Ambon, saya kebetulan dari Saparua loh. Kalau mendengar begini

> > 

> > > tersinggung! Belajar baik-baik dari Jawa! (diucapkan dengan kencang

> > 

> > > dan bernada bentakan)"

> > 

> > >

> > 

> > > Balkan juga berkata "Belajarlah baik-baik! Kalau perlu kau ambil

orang

> > 

> > > Solo supaya perbaikan keturunan! (membentak)"

> > 

> > > Sebagian besar peserta forum langsung tertawa mendengar kalimat itu.

> > 

> > > Namun kemudian beberapa peserta lain dan para wartawan berteriak,

> > 

> > > "Rasis! DPR Rasis!!"

> > 

> > >

> > 

> > > Balkan: "Diam dulu nanti kita kasih kesempatan bicara, sampai malam

> > 

> > > kita di sini! Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua

> > 

> > > Pansus!"

> > 

> > > ***

> > 

> > >

> > 

> > > "Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo

supaya

> > 

> > > perbaikan keturunan!"

> > 

> > >

> > 

> > > Kawan,

> > 

> > > Hati saya sakit sekali saat mendengar perkataan Balkan Sang Anggota

> > 

> > > DPR sekaligus Ketua Pansus RUUP. Padahal kata-kata itu tidak

ditujukan

> > 

> > > pada saya. Saya bukan orang Papua. Saya tak bisa membayangkan,

> > 

> > > bagaimana perasaan Albert dan kawan-kawan lain dari Papua mendengar

> > 

> > > ungkapan Balkan yang bernada kasar dan isinya jelas menghina itu.

> > 

> > > Betapa pedihnya!

> > 

> > >

> > 

> > > Yang membuat hati saya lebih sakit lagi, sebagian besar peserta

forum

> > 

> > > yang mayoritas dari etnis Jawa, langsung tertawa saat mendengar

ucapan

> > 

> > > Balkan. Mengapa masih bisa tertawa saat ada saudara kita yang

dihina?

> > 

> > > Apa karena Balkan meninggikan etnis Jawa, lantas kita layak tertawa

> > 

> > > bahagia?

> > 

> > >

> > 

> > > Kita adalah saudara. Sabang sampai Merauke. Kita: orang Batak, Jawa,

> > 

> > > Sunda, Betawi, Madura, Dayak, Bugis, Flores, Papua, dan lain-lain;

> > 

> > > telah berikrar untuk bersatu dalam Negara Kesatuan Republik

Indonesia.

> > 

> > > Kita setara. Tidak ada satu suku atau etnis pun yang tebih tinggi

> > 

> > > derajatnya dari yang lain. Tidak ada pula yang lebih tidak beradab.

> > 

> > >

> > 

> > > Sebagai kesatuan, mestinya kita bersedih jika saudara kita

direndahkan

> > 

> > > karena etnisnya berbeda dengan kita. Bukan tertawa. Mestinya rasa

> > 

> > > empati dan solidaritas kita tumbuh. Mestinya kita menggugat hinaan

> > 

> > > itu! Bukan malah ikut tertawa menghina. Saya kecewa, Kawan.

> > 

> > > Perbedaan etnis, suku, budaya bukanlah perkara salah-benar. Tiap

> > 

> > > kelompok harusnya menyadari bahwa sejak awal Indonesia memang

beragam.

> > 

> > > Merasa diri lebih tinggi derajatnya dari kelompok lain hanya akan

> > 

> > > menimbulkan konflik. Yang merasa diri paling benar memaksakan

> > 

> > > keyakinan kelompoknya pada orang lain. Yang merasa diri beradab

> > 

> > > menghujat kelompok yang dianggap tidak beradab.

> > 

> > >

> > 

> > > Kawan,

> > 

> > > Menurut saya perbedaan adalah perkara bagaimana kita berbesar hati

> > 

> > > untuk menerima dan menghargai orang atau kelompok yang tidak sama

> > 

> > > dengan kita. Andai kita semua mau membuka hati terhadap

perbedaan dan

> > 

> > > memiliki toleransi, saya yakin tak seorang pun akan tertawa saat

> > 

> > > mendengar ucapan Balkan tadi.

> > 

> > > ***

> > 

> > > "Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo

supaya

> > 

> > > perbaikan keturunan!"

> > 

> > > ---"DPR Rasis!"

> > 

> > > "Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua Pansus!"

> > 

> > >

> > 

> > > Kawan-kawanku,

> > 

> > > Saya heran sekali dengan kalimat terakhir itu. Apa yang Balkan

maksud

> > 

> > > dengan hak ketua DPR dan hak Ketua Pansus? Hak untuk menghina orang

> > 

> > > lain? Saya rasa, tidak ada orang yang memiliki otoritas menghina

orang

> > 

> > > lain, sekalipun ia pejabat pemerintahan. Kata-kata Balkan terkesan

> > 

> > > sangat otoriter, seolah-olah ia berhak melakukan apapun sebab ia

> > 

> > > adalah anggota DPR.

> > 

> > >

> > 

> > > Menurut Pansus RUU Pornografi dan pihak yang setuju terhadap

> > 

> > > disahkannya RUUP, RUU ini tidak akan menimbulkan disintegrasi

bangsa.

> > 

> > > Alasan mereka, RUU ini tidak diskriminatif. RUUP mengakomodir

> > 

> > > kepentingan seni dan budaya, adat istiadat, dan ritual tradisional.

> > 

> > > Mari kita gugat pernyataan itu, kawan! Benarkah RUU ini mengakomodir

> > 

> > > semua itu dan tidak diskriminatif? Pertanyaan ini sangat patut

> > 

> > > dilayangkan dan dijadikan bahan pertimbangan, sebab ternyata Balkan

> > 

> > > Kaplale, anggota DPR RI dan ketua Pansus yang menyusun RUUP adalah

> > 

> > > seseorang yang Rasis!

> > 

> > >

> > 

> > > Kawan,

> > 

> > > Seseorang yang sudah tidak adil sejak dalam pikirannya tidak

akan bisa

> > 

> > > bertindak adil dalam perbuatannya. Perkataan Balkan Kaplale pada

> > 

> > > Albert yang rasis dan menghina menunjukkan pikirannya yang tidak

adil

> > 

> > > terhadap saudara-saudara kita orang Papua. Maka saya berani berkata,

> > 

> > > RUUP yang diketuai oleh orang rasis dan tidak adil itu tidak layak

> > 

> > > disahkan!

> > 

> > >

> > 

> > > Dengan cinta pada bangsa dan Negara Indonesia,

> > 

> > >

> > 

> > > Maria Listuhayu.

> > 

> > >

> > 

> > > * saya memiliki rekaman rapat dengar pendapat umum ini.

> > 

> > > ** tulisan ini akan dikirim ke media sebagai surat terbuka.

> > 

> > >

> > 

> > >

> > 

> > >

> > 

> > >

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > [Non-text portions of this message have been removed]

> >

> 

>  

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

>       

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke