Penjagal Kebebasan Pers, Ya Komunitas Pers Sendiri Kamis, 30 Oktober 2008, 14:49:37 WIB
Laporan: Yayat R. Cipasang Jakarta, myRMnews. Rumah kebebasan pers harus diselamatkan dan dipertahankan jangan sampai direbut pihak atau kelompok yang ingin tetap mengerangkeng media massa. Demikian salah satu poin yang mengemuka dalam seminar "Refleksi 9 Tahun Kebebasan Pers" di Jakarta, Kamis (30/10). Ketua Dewan Pers Ichlasul Amal, misalnya menyatakan, kebebasan pers rusak dan tercela lebih banyak karena sikap komunitas pers itu sendiri. "Sikap-sikap komunitas pers sendiri yang mematikan kebebasan pers," kata Ichlasul. Sikap bunuh diri pers itu contohnya banyak wartawan yang tidak profesional dan tidak menjunjung kote etik pers. Ichlasul juga mengatakan, sampai saat ini juga Dewan Pers kewalahan untuk mendata institusi pers di Indonesia. "Saking banyaknya, Dewan Pers sampai saat ini belum bisa mengidentifikasi semua media. Mungkin cuma Tuhan yang tahu," kata guru besar UGM ini berseloroh. "Banyak koran harian. Tapi matinya juga harian," lagi-lagi Ichlasul berseloroh. [yat]

