JK:Tolong Pers Jangan Menyebar Kebencian! Kamis, 30 Oktober 2008, 14:03:03 WIB
Laporan: Yayat R. Cipasang Jakarta, myRMnews. Kalau media massa tidak terbuka dan bebas seperti sekarang, tidak mungkin kasus korupsi dapat terungkap. Pernyataan apresiatif tersebut dikemukakan Wakil Presiden Yusuf Kalla yang menjadi pembicara kunci dalam "Refleksi 9 Tahun Kebebasan Pers" di Jakarta, Kamis (30/10). Disamping mengakui peran pers, Kalla juga mengingatkan pers untuk tetap berkembang di jalur yang benar. Dalam pandangan Wapres jalur yang benar adalah tidak menyebar kebencian, tidak mewartakan kekerasan dan tetap menjaga moral bangsa. "Silakan kalau saya korupsi atau presiden korupsi dijadikan headline (HL). Tapi kalau unjuk rasa dan pembakaran gedung KPU di daerah atau kantor polisi, menurut saya tidak tepat," kata Kalla. Menurut Kalla, bila pers terus menerus memberitakan kekerasan di suatu tempat malah menjadi contoh untuk pengunjuk rasa atau pelaku kekerasan di daerah lain. Kalla juga mengaku merasa tidak nyaman dengan pemberitaan media massa akhir-akhir ini. Wapres mempunyai pengalaman pribadi saat kunjungan kerja ke Solo, Jawa Tengah, baru-baru ini. Ia mengaku kaget saat diberitakan kunjungannya didemo sekelompok orang dan menjadi berita utama. Tapi materi yang disampaikan Kalla dan dianggapnya bermanfaat untuk rakyat malah menjadi latar belakang berita. "Ada ratusan orang yang mendengarkan pidato saya. Tetapi yang menjadi headline unjuk rasa 10 orang," ujar Kalla. [yat]

