Buku "HM Misbach" Juga Ditarik dari Gramedia Jumat, 31 Oktober 2008, 15:20:00 WIB Laporan: Yayat R. Cipasang Jakarta, myRMnews. Sepuluh tahun reformasi ternyata tidak ada perubahan dalam kebijakan sensor perbukuan di Indonesia. Pemerintah masih melarang buku yang dianggapnya mengajarkan Marxisme, Leninisme dan Komunisme. Padahal kalau dilihat dari isinya bisa bertolak belakang dengan dugaan penguasa. Setelah seluruh Gramedia menarik buku "Trilogi Lekra Tidak Membakar Buku", toko buku ini juga juga meretur buku "HM Misbach, Kisah Haji Merah" terbitan Komunitas Bambu, Jakarta. Pengelola Komunitas Bambu JJ Rizal dalam pesan singkat (SMS) yang diterima myRMnews, Jumat (31/10) menyatakan buku karya Nor Hikmah tersebut ditarik dari peredaran setelah pihak kejaksaan merazia toko buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur. "Kejaksaan Agung sudah mulai memperingatkan Gramedia atas peredaran buku HM Misbach, Kisah Haji Merah karya Nor Hikmah terbitan Komunitas Bambu Oktoer 2008," kata Rizal. Dikatakan Rizal, selain menelepon manajemen Gramedia, aparat Kejagung juga merazia semua buku yang dianggap mengandung ajaran Marxisme, Leninisme dan Komunisme. Dalam pelarangan buku ini Kejakgung selalu berpatokan kepada Undang-Undang 4/PNPS/1963 tentang Pengamanan Barang Cetakan yang Isinya Dapat Mengganggu Ketertiban Umum dan Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang barang cetakan yang mengandung ajaran Komunisme, Marxisme dan Leninisme. [yat] http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=66792

