PRALANGGA.ORG - Our Peacekeeing Journey
Advanded team KONGA XXVI-A bertolak ke Lebanon [1]
Posted: 31 Oct 2008 05:14 AM CDT

PUSPEN TNI (31/10) - 103 prajurit Satuan Tugas ( Satgas ) Force Head Quarter 
Support Unit (FHQSU) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVI-A/UNIFIL sebagai 
advance team berangkat ke Lebanon mengunakan pesawat Qatar Airways dengan 
tiga sorty di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pada sorty pertama, Kamis malam (30/10) diberangkatkan 10 personel yang 
dipimpin langsung oleh Dansatgas Kolonel Mar F. Saut Tambatua, sorty kedua, 
Jumat (31/10) diberangkatkan 47 personel, sorty ketiga dan Sabtu (1/11) 
diberangkatkan 46 personel.
Advance team berangkat mendahului main body dikarenakan dengan berakhirnya 
masa tugas Kontingen Ghana yang akan digantikan di Lebanon segera usai, maka 
PBB mengajukan permohonan kepada Indonesia untuk segera mengirimkan Key 
Person Konga XXVI-A lebih awal untuk pelaksanaan Handing Taking Over .
Sementara itu, untuk peralatan Satgas FHQSU telah berangkat lewat laut, 
Minggu (26/10) menggunakan kapal laut MV Ice Star yang diperkirakan tiba di 
Beirut Port - Lebanon dua minggu sejak keberangkatan.



Komandan Sektor Timur UNIFIL memuji prestasi KONGA XXIII-B [1]
Posted: 31 Oct 2008 05:11 AM CDT

(Adshit Al Qusayr, 28/10) Menjelang purna tugas sebagai Sector East 
Commander (Komandan Sektor Timur) UNIFIL, Brigadir Jenderal Medina Fernandez 
bersama dengan calon penggantinya Brigjen Alverto Asarta Cuevas yang 
sama-sama berasal dari Spanyol berkesempatan mengunjungi Markas Satgas Yon 
Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B di UN Posn 7-1 Adshit Al 
Qusayr.

Kunjungan Dansektor Timur dan Brigjen Alverto ini diterima langsung oleh 
Dansatgas Letkol Inf A M Putranto, S.Sos. Turut serta mengikuti ke-2 
jenderal ini ialah Chief of Staff Komando Sektor Timur Kolonel Salas dan 
para perwira Spanyol yang akan bertugas sebagai perwira-perwira Staf Komando 
Sektor Timur pada bulan Desember mendatang. Kesempatan kunjungan kali ini 
tidak disia-siakan oleh Dansatgas untuk mempromosikan kampanye gerakan 
penghijauan yang telah dilakukan di lingkungan Markas Kontingen Indonesia. 
Sesaat setelah turun dari kendaraan, ke-2 Jenderal Spanyol itu langsung 
"ditodong" dan dimohon kesediaannya untuk ikut menanam Pohon Trembesi 
(samanea saman atau rain tree) sebagai simbol dukungan terhadap kampanye 
penghijauan sekaligus sebagai kenang-kenangan bersejarah bagi Kontingen 
Indonesia yang bertugas di Lebanon Selatan.

Tak dinyana, ke-2 Jenderal itu malah menyambut gembira "todongan" tersebut. 
Bahkan, saking semangatnya mereka tidak mau dibantu saat menimbun kembali 
tanah untuk menutup lubang yang telah terisi bibit Pohon Trembesi itu.
Seusai acara penanaman pohon, Brigjen Medina dan rombongan didampingi 
Dansatgas berjalan kaki menuju Mako Satgas. Di sisi kanan dan kiri sepanjang 
perjalanan, pepohonan Angin-angin (varietas imbricatus atau wind tree) telah 
tumbuh mencapai sekitar 3 meter. Tiba-tiba Brigjen Medina teringat akan 
pohon Angin-angin yang pernah ditanamnya 3 bulan silam saat Ia akan menjabat 
sebagai Dansektor Timur. Ia pun menyempatkan diri menengok pohonnya itu. 
Dari ekspresi wajah dan komentarnya, terlihat Ia sangat senang menyaksikan 
pohon yang ditanamnya kini telah tumbuh setinggi 2,5 meter. Setelah puas 
memandangi pohonnya, Ia dan rombongan melanjutkan perjalanannya.

Setelah menerima Jajar Kehormatan, beliau beserta rombongan disambut oleh 
Seluruh Perwira Staf dan Komandan Kompi Satgas Konga XXIII-B. Seusai 
bersalaman, rombongan menuju Ruang Rapat untuk menerima paparan dari 
Dansatgas selama 30 menit. Materi paparan meliputi tugas pokok Konga 
XXIII-B, misi, situasi umum daerah operasi dan peristiwa-peristiwa menonjol 
yang terjadi seperti penemuan UXO yang mencapai 147 buah. Sebagai catatan, 
jumlah ini merupakan yang tertinggi dari seluruh Kontingen PBB yang bertugas 
di UNIFIL. Selain itu dipaparkan pula penempatan pasukan serta hot spots di 
Area Operasi Kontingen Indonesia. Di sela-sela paparan, ditayangkan pula 
film tentang prestasi dan keberhasilan Kontingen Indonesia di antaranya saat 
upacara penganugerahan Medali PBB, pelaksanaan kegiatan Cimic (Civil 
Military Co-operation) dan latihan bersama Kontingen Indonesia dengan 
personel kontingen lainnya.

Brigjen Medina seusai menerima paparan, menyatakan puas dan memuji terhadap 
paparan yang ditampilkan. Sementara Brigjen Alverto merasa "tersentuh" 
dengan cara-cara pendekatan yang dilakukan oleh prajurit-prajurit Indonesia 
yang dilihatnya dari film yang ditayangkan. Bahkan Ia meminta film yang 
ditampilkan dalam paparan tersebut untuk dibawa pulang ke negaranya sebagai 
bahan kajian dan pembelajaran bagi Kontingen Spanyol yang akan bertugas di 
Lebanon. Ia mengaku menjadi optimis dan yakin bahwa tugasnya sebagai 
Komandan Sektor Timur kelak akan sangat terbantu dengan profesionalitas dan 
inovasi prajurit Kontingen Indonesia. Pada kesempatan itu, Ia berjanji akan 
mempelajari beberapa kosa kata dan kalimat bahasa Indonesia sebagai bentuk 
apresiasinya terhadap keunggulan pasukan Indonesia.

Sehari sebelumnya, Brigjen Alverto juga telah meninjau Base Camp Kompi dalam 
rangka peninjauan keliling. Seperti biasa, Base Camp Kompi Mekanis-B/ Ajax 
di Sheikh Abbad Tomb menjadi tempat favorit untuk dikunjungi.
Dalam kunjungannya tersebut, Beliau tertarik dengan penjelasan tentang 
sejarah makam Sheikh Abbad. Makam ini cukup terkenal karena selain 
berbatasan langsung dengan Israel yang menjadikannya salah satu Hot Spot di 
wilayah operasi UNIFIL, juga karena bentuk makamnya yang terbagi dua secara 
harfiah, yaitu separuh masuk wilayah Israel (diakui sebagai makam Rabbi 
Ashi, pendeta Yahudi) dan separuh lainnya masuk wilayah Lebanon (diakui 
sebagai makam Sheikh Abbad, tokoh agama Islam).

Sebagai penutup rangkaian kunjungan, Brigjen Medina dan rombongan melakukan 
foto bersama dengan Dansatgas, Wadansatgas Letkol (Mar) Ipung Purwadi dan 
seluruh Komandan Kompi serta Kepala Seksi Konga XXIII-B. Dalam kesan 
tertulisnya sebelum meninggalkan Markas Konga XXIII-B, Dansektor Timur 
mengungkapkan kekaguman atas prestasi yang telah ditunjukkan Prajurit Konga 
XXIII-B selama ini sebagai berikut, "It's a great pleasure to have 
Indonesian Contingent under my command. They are very brave and professional 
soldiers and to work together with them for peace has been an honour for 
me.All the best for you". Tidak mau kalah, dalam kesempatan itu Brigjen 
Alverto pun menuliskan pujiannya, "It has been a pleasure to meet you on 
this occasion. Excellent briefing and presentation. I'll be proud to command 
you from next December".

Satgas Konga XXIII-B atau Indobatt (Indonesian Battalion) merupakan salah 
satu kontingen yang bertugas dalam misi PBB di wilayah Lebanon Selatan 
sesuai Resolusi DK PBB NO. 1701 yang operasionalnya berada di bawah kendali 
Komando Sektor Timur UNIFIL. Selain Indobatt, juga terdapat kontingen dari 
negara lain seperti Indbatt (India), Nepbatt (Nepal), Malcon (Malaysia) dan 
Spanbatt (Spanyol). Namun diantara kontingen tersebut, hanya Indonesia dan 
India yang memiliki Hot Spot atau area dengan potensi konflik sangat tinggi 
sehingga sangat rawan terjadi pelanggaran terhadap Resolusi, baik oleh 
milisi Hizbullah (AE) maupun oleh pihak Israel sendiri.

You are subscribed to email updates from PRALANGGA.ORG - Articles
To stop receiving these emails, you may unsubscribe now.Email Delivery 
powered by FeedBurner
If you prefer to unsubscribe via postal mail, write to: PRALANGGA.ORG - 
Articles, c/o FeedBurner, 20 W Kinzie, 9th Floor, Chicago IL USA 60610 


Kirim email ke