wkaka..
emange ngasih nasehat-menasehati, ngingetin SLALU bilang2 & musti gelar 
konferensi PERS dlu???

 



________________________________
From: Putra Semarapura <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, October 31, 2008 11:32:32 PM
Subject: AW: [ppiindia] Alumni HMI Desak PKS Ingatkan Perilaku FPI


kerjaan ini mestinya juga kerjaan bang si pitung !
untuk mengingatkan "sesamanya". ...daripada sibuk 'menanggapi' email di milis 
ini.
 
orang jaman sekarang sebenarnya sudah pada pinter dan tahu sendiri, kalau garam 
itu asin, dan  gula itu manis.., begitu juga dengan coklat itu manis rasanya 
dan terasi itu pahit rasanya.

--- frans suranto <[EMAIL PROTECTED] com> schrieb am Fr, 31.10.2008:

Von: frans suranto <[EMAIL PROTECTED] com>
Betreff: [ppiindia] Alumni HMI Desak PKS Ingatkan Perilaku FPI
An: [EMAIL PROTECTED] s.com
Datum: Freitag, 31. Oktober 2008, 8:22

*Alumni HMI Desak PKS Ingatkan Perilaku FPI*
http://www.antara. co.id/arc/ 2008/6/2/ alumni-hmi- desak-pks- ingatkan- 
perilaku- fpi/

Jakarta (ANTARA News) - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa
Islam (PB HMI) Hasanuddin di Jakarta, Senin, mendesak Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) agar mengingatkan Front Pembela Islam (FPI) untuk bersikap
lebih santun dalam menyampaikan aspirasinya.

"Tidak bisa dipungkiri bahwa aktivis FPI, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan
Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), umumnya menyalurkan aspirasi politiknya
ke PKS dalam setiap momentum politik. Jadi, kami minta PKS ikut peduli
terhadap masalah ini," katanya di Jakarta, Senin.

Ketua Umum PB HMI periode 2003-2005 itu juga berpandangan, keakraban antara
elit PKS dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri), juga perlu
mendapat perhatian serius.

"Artinya, keakraban itu tidak boleh menganggu netralitas polisi dalam
menjalankan tugasnya, seperti yang terlihat pada saat massa FPI menyerang
kelompok Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan
(AKKBB) di Lapangan Monas, Minggu (1/6), saat merayakan Hari Lahir
Pancasila," ungkapnya.

Sementara itu, secara terpisah, Anas Urbaningrum, yang juga mantan Ketua PB
HMI menilai, kekerasan massa FPI itu merupakan bentuk nyata dari
ketidakdewasaan menyikapi perbedaan.

"Saya mengecam keras terjadinya kasus kekerasan itu," tandas mantan anggota
Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang kini menjadi salah satu Ketua DPP Partai
Demokrat itu.

Kekerasan karena perbedaan, menurut dia, merupakan ancaman bagi masa depan
Indonesia yang majemuk.. "Karena itu, kami minta kepada pihak kepolisian
untuk mencari, menemukan dan memproses pelaku kekerasan untuk ditindak
secara hukum," tandasnya lagi.

Atasnama apa pun, kata Anas, kekerasan tidak boleh ditoleransi apalagi
dibiarkan dalam kehidupan berbangsa serta bernegara.(* )

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke