http://www.antara.co.id/arc/2008/11/2/rusia--libya-tandatangani-kesepakatan-nuklir-sipil/

*Rusia - Libya Tandatangani Kesepakatan Nuklir Sipil*


Moskow (ANTARA News) - *Libya* dan *Rusia* Sabtu menandatangani kerjasama
nuklir sipil. Penandatanganan itu dilakukan pada saat pemimpin Libya *Moamer
Kadhafi* berkunjung ke *Moskow* untuk membahas apa yang dikatakan membantu
'keseimbangan geopolitik.'

Kunjungan pertama pemimpin Libya ke Moskow sejak 1985, pada era Perang
Dingin itu, antara lain akan bertemu dengan *Presiden Rusia Dmitry Medvedev*dan
*Perdana Menteri Vladimir Putin*. Pembicaraan kedua pemimpin diperkirakan
akan difokuskan pada penjualan minyak dan gas dan senjata.

Sementara para pejabat Rusia tidak membenarkan adanya kesepakatan nuklir
itu, Menteri Luar Negeri Libya Abdelrahman Chalgham menyebutkan, pembicaraan
juga menyinggung berbagai masalah.

"Perjanjian kerjasama tersebut dirancang di daerah pengguna nuklir sipil
untuk keperluan damai, terutama dalam rancang-bangun reaktor-reaktor dan
pasokan energi nuklir," kata Abdelrahman Chalgham, yang menyertai Kadhafi.

Kesepakatan juga diperluas untuk penggunaan nuklir di bidang kesehatan dan
penanganan limbah nuklir, ujarnya seperti dilaporkan AFP.

Kremlin memilih tidak berkomentar terhadap hal ini, dan juru bicara
pemerintah Rusia, Dmitry Peskov mengatakan, tidak ada perjanjian demikian
yang telah ditandatangani dalam pertemuan antara Kadhafi dan Putin.

Menurut sumber-sumber di delegasi Libya, kesepakatan itu ditandatangani oleh
kepala badan energi atom Rusia, Rosatom, dan kepala pengelola energi nuklir
Libya.

Chalgam mengatakan, dua negara juga menandatangani perjanjian berkaitan
seruan-seruan untuk pembentukan badan seperti OPEC di kalangan negara-negara
penghasil gas.

Kadhafi sebelum juga mengatakan tentang kerjasama di bidang energi ini.

"Kerjasama di bidang minyak dan gas sangat penting sekarang ini," kata
pemimpin Libya yang kaya energi itu kepada Medvedev, melalui seorang
penerjemah Rusia.

"Kami akan membahas masalah-masalah ekonomi dan koordinasi di bidang
kebijakan luar negeri, hal-hal yang sangat penting pada saat ini," kata
Medvedev.

Dalam pertemuan dengan Putin, Kadhafi mengatakan 'perkembangan hubungan
bilateral kami menjadi faktor positif bagi situasi internasional saat ini
... karena hal itu memberikan kontribusi bagi pembentukan kembali
keseimbangan geopolitik.'

Putin mengatakan kedua delegasi akan membahas 'proyek-proyek besar bersama'
dan menambahkan, bahwa dia 'meyakini bahwa kunjungan ini akan mendorong
perkembangan dalam hubungan-hubungan kita di semua bidang.'

Surat kabar Vedomosti Sabtu melaporkan, bahwa Kadhafi mungkin akan
menandatangani pakta kerjasama energi nuklir. Surat kabar ini mengutip
seorang sumber yang terlibat dalam persiapan kunjungannya, namun dia tidak
memberikan rincian lebih lanjut.

Rusia dilaporkan telah melakukan pembicaraan mengenai pembangunan pabrik
tenaga nuklir di Libya, setelah beberapa tahun negara tersebut kembali
bergabung dengan masyarakat internasional.

Topik lain yang diperkirakan dibahas kedua pemimpin termasuk kesepakatan
senilai multi miliaran dolar untuk meningkatkan mutu persenjataan militer
Libya yang dibeli pada era Sovyet dan kontrak-kontrak yang menguntungkan
perusahaan-perusahaan Rusia. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke