http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/03/00181184/ri.dan.jepang.harus.jaga.kemampuan


*RI dan Jepang Harus Jaga Kemampuan*


Jakarta, Kompas - *Wakil Presiden Jusuf Kalla* menuturkan, RI dan Jepang
harus menunjukkan kemampuan ekonominya untuk bekerja sama agar dampak krisis
keuangan global sekarang ini bisa diminimalkan.

Apabila kedua negara itu dapat saling menjaga kemampuan ekonomi, efek krisis
akan kecil bagi negara masing-masing.

Demikian disampaikan Kalla seusai bertemu dengan mantan Perdana Menteri
Jepang Yasuo Fukuda di rumah dinas Wapres, Minggu (2/11) di Jakarta. Dalam
pertemuan itu Kalla didampingi Ketua Perhimpunan Persahabatan
Indonesia-Jepang Rachmat Gobel. Fukuda didampingi Duta Besar Jepang untuk
Indonesia Kojiro Shiojiri.

"Kami berdua membahas hubungan Indonesia dan Jepang yang baik sekarang ini,
tetapi lebih penting lagi bagaimana menjaga hubungan kedua negara sekarang
ini," ujar Wapres.

Menurut Kalla, penguatan kemampuan ekonomi kedua negara dapat diwujudkan
dalam kerja sama di bidang otomotif, teknologi, dan pertanian.

Fukuda menyatakan, ia bersama Kalla saling tukar pandangan mengenai
bagaimana upaya negara masing-masing mengatasi krisis keuangan global.
Langkah Indonesia mengatasi krisis ekonomi dan politik sekarang dinilai
sudah berjalan pada rel yang benar. "Saya juga menyampaikan perkiraan
mengenai stabilisasi kondisi politik dan ekonomi Indonesia di masa sekarang
dan tahun mendatang," kata Fukuda menambahkan.

Rachmat Gobel menambahkan, pernyataan Wapres itu harus diikuti oleh aparat
pemerintah dengan menyiapkan rencana dan langkah untuk menjaga kemampuan
ekonomi RI terkait kerja sama dengan Jepang.

"Di saat krisis seperti sekarang ini, hubungan Indonesia-Jepang memang harus
diperkuat di bidang ekonomi, pertanian dan sektor budaya, dan lainnya," kata
Rachmat.

Menurut Rachmat, dari segi kemampuan, Indonesia memiliki potensi, peluang,
dan pasar yang sangat besar, apalagi pasar dalam negeri belum digali
seluruhnya. Misalnya, dengan meningkatnya impor di sektor makanan, tekstil,
dan elektronik di tengah krisis global, sebenarnya justru akan mendorong
pertumbuhan industri dalam negeri. (HAR)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke