Jalan pikiran Harry Antinegara dan pemerintah Australia memang
sama-sama sontoloyo!
Dimana prinsip "keadilan" yang dianutnya hanya berlaku untuk membela
'right or wrong' warganya sendiri.
 

Mari kita simak pernyataan-pernyataan dibawah ini. 

1.A. Posting (#86344): "Jadwal Baru Eksekusi Amrozi Cs di Jaksa Agung"
.... Lha mbok ya ngak usah di-eksekusi saja, di di-amin aja  di sel2
tahanan dan di biarkan saja para pembom itu ber-"telor"(kan mereka
baru punya bini baru). Ketimbang urusan molor sana sini itu membikin
kantong pemerintah tambah mbo-kek aja. .... 


1.B. Dalam diskusinya dimilis sebelah, Selasa 04 November 2008, HA
mengatakan:
==============Harry:.....
Anggap saja apa yang dikatakan Babah Honggie itu benar, kalau tidak
ada satu lembaga yang pernah ngumumin kapan eksekusi pembom Bali itu.
Coba di serapi ya. Pengadilan sudah menetapkan tersangka Terbukti
bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Apa cumin sebegitu jauh saja ya.
Soal eksekusinya ya bisa 1 , 2 hari, bisa juga 1.2 bulan atau bisa
juga 1, 2 tahun, atau bisa juga 100,200 tahun lagi ya? Aneh banget ya
peradilan di Indonesia itu.


1.C.
http://www.abc.net.au/news/stories/2008/10/03/2381586.htm

Rudd firm on capital punishment stance
Updated Fri Oct 3, 2008 4:52pm AEST

'[They] deserve the justice that will be delivered to them' - Bali
bombers Amrozi and Iman Samudra.
Prime Minister Kevin Rudd says the fact that he backs the death
penalty for the Bali bombers in Indonesia does not signal any change
in his opposition to capital punishment in Australia.
Mr Rudd says the three men on death row in Indonesia over the bombings
that killed 202 people, including 88 Australians, are cowards and mass
murderers who deserve the justice that will be delivered to them.
------ c u t ---------


Pada tanggal 08 November 2008, tidak lama setelah ke 3 teroris Amrozi
Cs. mati di eksekusi, HA maupun pemerintah Australia mendadak sontak
berubah pikiran:


2.A.
Dalam postingnya (#86553): 'Hukuman mati adalah "keadilan" yang semu',
"Yang pokok aku tidak setuju dengan hukuman mati terhadap  siapapun,
betapun kejahatan yang se-seorang itu telah lakukan."


2.B.
http://www.detiknews.com/read/2008/11/09/151533/1033956/10/pasca-eksekusi-amrozi-cs-australia-dorong-larang-hukuman-mati

Minggu, 09/11/2008 15:15 WIB
Pasca Eksekusi Amrozi Cs, Australia Dorong Larang Hukuman Mati
Nograhany Widhi K - detikNews

Sydney - Terpidana bom Bali I Amrozi Cs yang telah dieksekusi Minggu
(9/11/2008) telah membuat Australia lega. Namun, itu tidak membuat
Australia menyetujui hukuman mati dan malah mendorong dunia
internasional melarang hukuman itu.
"Australia tentu sejak dulu menentang hukuman mati," ujar Menteri Luar
Negeri Australia Stephen Smith beberapa jam setelah eksekusi Amrozi Cs
kepada stasiun televisi ABC seperti dilansir news.com.au, Minggu
(9/11/2008).
"Kita mendorong negara-negara yang melanjutkan hukuman mati untuk
tidak melakukannya lagi," imbuh Smith.
Dikatakan Smith, dalam waktu dekat Australia akan menjadi co-sponsor
resolusi di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk menunda
hukuman mati. Di Australia, ada oposisi bipartisan dalam tingkat
negara maupun federal dalam perdebatan hukuman mati ini. ------- c u t
---------


2.C.
http://www.theaustralian.news.com.au/story/0,25197,24624678-12377,00.html

Australia to push for death penalty ban after Bali executions
November 09, 2008 

AUSTRALIA is to press for an international moratorium on capital
punishment in the wake of the execution of the Bali bombers, the
Federal Government said today.
Foreign Minister Stephen Smith said today he had nothing but contempt
for the bombers, but Australia did not support the death penalty.
"Australia of course for a long period of time has generally opposed
capital punishment," he told ABC TV just hours after the executions.
"We urge countries who continue to apply capital punishment not to do
so." --------- c u t ---------


Lhaaaa ... ada apa koq orang-orang Australi bisa mengeluarkan
pernyataan yang berbeda-beda seperti orang linglung ... ???


Mari kita simak lagi berita selanjutnya untuk mendapatkan jawabannya:

3.
http://www.detiknews.com/read/2008/11/09/135304/1033933/10/eksekusi-amrozi-cs-buat-bali-nine-lesu

Minggu, 09/11/2008 13:53 WIB
Eksekusi Amrozi Cs Buat Bali Nine Lesu
Nograhany Widhi K – detikNews

Denpasar - Tak seperti warga negara Australia sebelumnya yang lega
dengan eksekusi mati ini, tiga terpidana mati Bali Nine malah lesu
mendengar Amrozi Cs dieksekusi.
Ada tiga orang dari sembilan orang kelompok penyelundup heroin dari
Bali ke Australia ini yang masih terkena hukuman mati.
Mereka adalah Andrew Chan (24), Myuran Sukumaran (27) dan Scott Rush
(22) karena perannya menyelundupkan delapan kilogram heroin ke Bali.
Eksekusi Amrozi Cs mengingatkan takdir yang sama akan menunggu mereka.
"Mood mereka rata-rata sedikit lesu," ujar rohaniawan yang sering
mengunjungi mereka di Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali, Pastor Ed
Trotter, seperti dilansir dari news.com.au, Minggu (9/11/2008).
Mereka menjadi banyak pikiran, imbuh Trotter, dan terlihat memikul
beban lebih berat dibanding biasanya.
"Itu (eksekusi Amrozi Cs) sungguh-sungguh membawa pesan kepada rumah
mereka, tentang apa yang mereka hadapi dan betapa seriusnya pemerintah
(Indonesia)," tandas Trotter.
Sebelumnya Mahkamah Agung (MA) memutuskan 6 anggota kelompok Bali Nine
dihukum mati dan 2 lainnya diganjar hukuman seumur hidup. Hal ini
tercantum dalam putusan MA yang mengabulkan kasasi Kejaksaan Agung.
Anggota Bali Nine asal Australia yang divonis mati adalah Scott
Anthony Rush, Myuran Sukumaran, dan Andrew Chan. ----- c u t --------


Baik pemeritah Australia yang mencoba melakukan intervensi hukuman dan
Harry Antinegara berkhotbah mengenai "keadilan", tujuannya sama-sama
menyelamatkan anggota Bali Nine asal Australia; sindikat penyelundup
heroin.



Jadi apa yang dimaksud dengan jalan pikiran Australia sontoloyo?

'Only Australians' should be spared execution!


http://asiadeathpenalty.blogspot.com/2008/01/only-australians-should-be-spared.html

Sunday, 6 January 2008
'Only Australians' should be spared execution

Australia's acting prime minister has confirmed the government will
only appeal for Australians to be spared the death penalty.
Acting Prime Minister Julia Gillard was responding to calls from the
Catholic Church for Australia to oppose the death penalty in all
countries and under all circumstances.
According to The Age newspaper, Gillard said Australia would not
intervene in death sentences for foreigners.
"Our position is perfectly clear. We support global moves against the
death penalty [but] we only use our diplomatic resources on behalf of
Australian nationals who are at risk of the death penalty overseas,"
she said.
"I think that that's entirely appropriate. Obviously our obligations
are on behalf of our citizens and nationals. We intervene on their
behalf." ------- c u t --------- 




Kirim email ke