http://www.antara.co.id/arc/2008/11/13/greenland-benarkan-bom-nuklir-hilang-di-bawah-es-pada-1968/

*Greenland Benarkan Bom Nuklir Hilang di Bawah Es pada 1968*


Kopenhagen (ANTARA News) - Greenland, Rabu, membenarkan laporan BBC yang
menyatakan AS meninggalkan sebuah bom nuklir di bawah lapisan es di kawasan
protektorat Denmark itu, menyusul jatuhnya sebuah pembom pada 1968.

Menlu Per Berthlesen mengemukakan kepada AFP bahwa Greenland sudah menyadari
masalah ini sejak lama.

"Tak ada yang baru dalam laporan ini dan kami tahu sejak lama bahwa salah
satu dari empat bom nuklir belum diketemukan menyusul pencarian oleh
orang-orang Amerika," katanya, seraya menambahkan "tak ada risiko" terhadap
lingkungan.

Berthlesen menyatakan pihak berwenang di Greenland mengharapkan tanggapan
dari AS dan pemerintah Denmark setelah pembeberan dokumen dari BBC tersebut.

Dalam pernyataannya, Greenland mengungkapkan insiden ini telah diselidiki
pada 1995.

Dengan memanfaatkan kesaksian dari mereka yang terlibat dan dokumen yang
telah dideklasifikasi berdasarkan UU Kebebasan Informasi AS, diperoleh
informasi bahwa senjata tersebut tak pernah ditemukan, sekalipun telah
dilakukan upaya pencarian secara besar-besaran di lokasi jatuhnya pesawat
dekat sebuah pangkalan militer AS di Thule.

Dibangun pada awal dekade 1950-an, Pangkalan Udara Thule merupakan pangkalan
sangat strategis AS selama berlangsungnya Perang Dingin antara dua musuh
bebuyutan, AS dan Uni Sovyet, karena dari pangkalan inilah radar dapat
memindai langit untuk mendeteksi berbagai rudal yang meluncur dari Kutub
Utara.

Akan tetapi, Washington mencemaskan Sovyet kemungkinan akan menghancurkan
pangkalan ini sebagai babak pembukaan serangan nuklir atas AS.

Akibatnya, militer AS menempatkan sejumlah pembom B-52 yang bersenjata
nuklir untuk mengadakan patroli di atas pangkalan itu mulai 1960, sehingga
mereka dapat langsung menuju Moskow seandainya pangkalan itu dihancurkan,
kata jaringan televisi itu.

Namun demikian, pada 21 Januari 1968, salah satu dari pesawat itu jatuh ke
lapisan es beberapa kilometer dari pangkalan. Bahan peledak yang melingkupi
empat senjata nuklir di pesawat diledakkan, namun peralatan nuklir aktifnya
belum, kata BBC.

Para investigator menemukan ribuan pecahan pesawat di lokasi, termasuk es
yang mengandung zat radioaktif, namun segera disadari hanya tiga senjata
nuklir yang keamanannya dapat dipertanggungjawabkan.

Upaya pencarian di bawah air dilancarkan pada April 1968, namun mereka tak
menemukan apapun dan akhirnya mereka menghentikan pencarian. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke