Biasanya sih para pejabat (termasuk Soeharto) merasa mengabdi pada negara. Padahal yang namanya Pahlawan/pengabdi itu melakukan sesuatu tanpa pamrih.
Sedangkan para pejabat, itu justru dilayani rakyat. Mereka dapat fasilitas mobil dan rumah mewah. Kalau jalan2 diiringi voor rijders hingga tidak macet. Begitu pensiun jadi jutawan. Itu bukan pengabdi/pahlawan. --- Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Koran TEMPO, 15 November 2008 > > Soeharto Pahlawan? > > Bonnie Triyana, sejarawan-cum-wartawan. > > Sepuluh bulan setelah Soeharto meninggal, > kontroversi mengenai gelar pahlawan kembali > mengemuka saat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) > menayangkan iklan di televisi dalam rangka Hari > Pahlawan 10 November. Mengomentari hal itu, tokoh > sejarah Des Alwi, yang diwawancarai oleh RRI Pro 2 > FM, pada 11 November 2008 mengatakan penyebutan > pahlawan untuk Soeharto dinilainya masih terlalu > dini. Hal itu memang beralasan, mengingat Bung Karno > digelari pahlawan 14 tahun setelah ia meninggal, > sementara Bung Hatta baru lima tahun sesudah ia > wafat. > > Seperti diberitakan di harian ini, politikus PKS, > Fahri Hamzah, berpendapat Soeharto tetap pantas > dihormati sebagai guru bangsa. "Dia pernah > mempengaruhi hidup kita," katanya. "Nilai negatif > pasti ada, tapi yang harus jadi contoh nilai yang > positif." (Koran Tempo, 11 November 2008.) Sebelum > PKS, Partai Golkar pernah (dan masih) getol > mengajukan Soeharto untuk mendapat gelar pahlawan > nasional. > > Pengertian pahlawan menurut Peraturan Presiden Nomor > 33/1964 adalah: a) warga negara RI yang gugur dalam > perjuangan membela bangsa dan negara, b) warga > negara RI yang berjasa membela bangsa dan negara > yang dalam riwayat hidup selanjutnya tidak ternoda > oleh suatu perbuatan yang membuat cacat nilai > perjuangannya. Apakah mantan presiden Soeharto > memenuhi ketentuan ini? > > Nama Soeharto mulai populer ketika ia disebut-sebut > sebagai perwira yang menginisiasi sekaligus memimpin > Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949 di Yogyakarta. > Pada 1979, untuk menunjukkan peran penting Soeharto > dalam SO 1 Maret 1949 itu, dibuatlah film Janur > Kuning yang disutradarai oleh Alam Rengga > Surawidjaja. Film itu kemudian menjadi tontonan > wajib bagi semua lapisan rakyat, tak terkecuali > siswa SD. Versi sejarah Orde Baru mengenai SO 1 > Maret 1949 pun ditulis dalam buku-buku sejarah yang > kemudian diajarkan kepada siswa sekolah. > > Ketika Soeharto tak lagi menjabat presiden, muncul > versi lain mengenai SO 1 Maret 1949. Dalam > pleidoinya, Kolonel Abdul Latief mengatakan, pada > saat serangan itu berlangsung, ia menemui Soeharto > yang sedang berada di front belakang sembari > menyantap soto babat. Versi resmi Orde Baru > menyebutkan, Soeharto adalah penggagas tunggal SO 1 > Maret 1949, sementara versi lain yang muncul > kemudian menyebut nama Sri Sultan Hamengku Buwono IX > sebagai inisiator SO 1 Maret 1949. > > Semasa bertugas menjadi Panglima TT-IV/Diponegoro di > Semarang, Soeharto ketahuan menjalankan aktivitas > ekstra-militer dengan menyelundupkan gula ke > Singapura untuk dibarter dengan beras. Dalam > otobiografinya, Soeharto mengatakan penyelundupan > itu ia lakukan untuk mengatasi kekurangan pangan di > Jawa Tengah. Namun, aktivitas ekstra-militer itu > menyebabkan ia diberhentikan dari jabatan panglima > dan diperintahkan mengikuti pendidikan di Sekolah > Staf Komando Angkatan Darat (SSKAD) di Bandung. > > Robert Elson dalam Biografi Politik Soeharto > mencatat pemberantasan korupsi di kalangan tentara > tak terlepas dari peran penting Jenderal Nasution, > yang membentuk Inspektorat Jenderal Angkatan > Bersenjata sebagai "tangan kanannya". Pada April > 1957 ia mengeluarkan perintah untuk menyelidiki > tindakan korupsi di setiap komando teritorial, > termasuk di antaranya TT IV pimpinan Soeharto. Atas > mediasi Jenderal Gatot Subroto kepada pucuk pimpinan > Angkatan Darat, Soeharto urung dipecat dari > kedinasan tentara. Kariernya pun terselamatkan. > > Pada saat konfrontasi dengan Malaysia berlangsung, > Soeharto dipercaya menjabat Wakil Panglima Komando > Siaga Mandala (Kolaga). Ketika menjalankan tugas > itu, ia malah memilih "jalan lain" dalam > menyelesaikan konfrontasi. Ia menugasi beberapa > pembantunya untuk mengadakan kontak dengan pihak > Malaysia, yang kemudian menjadi langkah awal > normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia pada saat ia > berkuasa. Tentu saja operasi-operasi itu dilakukan > tanpa sepengetahuan Bung Karno sebagai Panglima > Tertinggi ABRI. > > Ketika Soeharto mulai berkuasa, ia menjadikan > pembangunan, stabilitas politik, dan keamanan > sebagai tolok ukur keberhasilan, kendati pencapaian > tersebut harus ditempuh dengan cara-cara yang > mengabaikan demokrasi dan hak asasi manusia. > Keberhasilan pembangunan yang dipuja-puji banyak > pihak menjadi selubung penutup penderitaan rakyat di > pelbagai sudut lain Indonesia. Pembangunan di masa > Soeharto berkuasa bertumpu pada "bantuan lunak" > lembaga donor internasional yang semakin lama > semakin berlipat ganda bunganya. Ketika Soeharto > berhenti pada 1998, ia meninggalkan warisan utang > (pemerintah dan swasta) sebesar US$ 150 miliar. > > Warisan lain yang juga perlu diingat adalah korban > pelanggaran kemanusiaan sejak Soeharto berkuasa > (secara de facto) pada 1965, mulai dari pembantaian > massal 1965-1969, pembuangan ke Pulau Buru, > terlunta-luntanya nasib eksil di luar negeri, > Tanjung Priok, penembakan misterius, peristiwa > Lampung 27 Juli 1996, korban operasi militer di Aceh > dan Papua, penculikan aktivis, dan penembakan > mahasiswa Trisakti. Bahwa ada sebagian orang > mengatakan Soeharto pernah melakukan sesuatu yang > bermanfaat, itu sah-sah saja, tapi bagaimana dengan > mereka yang justru dirugikan oleh pemerintah Orde > Baru? Bukankah Perpres No. 33/1964 mengatur bahwa > seseorang yang membuat cacat nilai perjuangannya tak > memenuhi syarat untuk jadi pahlawan? > > Pahlawan mendatang > > Pemberian gelar pahlawan kepada tokoh di republik > ini selalu dikaitkan dengan perjuangan bersenjata > (baca: otot). Penganugerahan gelar pahlawan pun > seakan terjebak pada kepentingan politis atau malah > seremonial belaka demi mengisi peringatan Hari > Pahlawan 10 November tiap tahunnya. Kecuali gelar > pahlawan revolusi yang diberikan kepada korban > peristiwa G-30-S 1965, gelar kepahlawanan biasanya > disematkan kepada mereka yang berjuang pada periode > revolusi kemerdekaan dan di era kolonial Belanda. > Padahal perjuangan mengisi kemerdekaan pun tak kalah > pentingnya dengan perjuangan merebut dan > mempertahankan kemerdekaan. > > Selain Soeharto, sebenarnya ada beberapa tokoh yang > punya jasa besar kepada masyarakat namun sampai hari > ini belum pernah dikaji untuk menjadi pahlawan. > Sebut, misalnya, Prof Dr Sarwono Prawirohardjo, > dokter ahli kebidanan generasi pertama, inisiator > gerakan Keluarga Berencana sekaligus intelektual > terkemuka salah satu pendiri Majelis Ilmu > Pengetahuan Indonesia (kemudian jadi LIPI). Ia juga > dikenal sebagai dokter kandungan yang bertugas > melayani keluarga Bung Karno. Beberapa putra-putri > Bung Karno, salah satunya mantan presiden Megawati, > kelahirannya ditolong oleh Sarwono. > > Tokoh lain yang juga tak kalah pentingnya untuk > dikaji menjadi pahlawan nasional adalah Dr > Soedjatmoko. Semua orang tahu bagaimana sepak > terjang Koko--demikian nama panggilannya--di dalam > dunia intelektual nasional maupun internasional. Ia > adalah satu-satunya orang Indonesia yang pernah > menjabat Rektor Universitas PBB di Jepang. > Pemikirannya merentang luas, mulai dari filsafat, > sejarah, kebudayaan, sampai persoalan lingkungan > hidup. Pengakuan internasional terhadap kualitas > intelektualitasnya pun terbukti dari pemberian gelar > doctor honoris causa oleh Cedar Crest University, AS > (1969), Yale University, AS (1970), dan Universitas > Kenegaraan Malaysia (1980). > > Romo Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, yang dikenal > sebagai budayawan, arsitek, penulis, rohaniwan, > aktivis, dan pembela wong cilik, juga tak kalah > pentingnya untuk bisa diajukan sebagai pahlawan > nasional. Pada era revolusi fisik, Romo Mangun turut > berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan bergabung > sebagai prajurit TKR Batalion X Divisi III. Ia > pernah ikut dalam pertempuran di Ambarawa, Magelang, > dan Mranggen. > > Setelah Indonesia merdeka, perjuangannya pun belum > selesai. Ia mencurahkan kebobrokan penguasa dan > kepincangan sosial melalui novel-novelnya, salah > satu yang terkenal adalah Burung-burung Manyar. > Kepiawaiannya menulis sastra membuat Romo Mangun > dianugerahi penghargaan Raymond Magsaysay dari > Filipina. Tak berhenti di sastra, Romo Mangun juga > dikenal sebagai bapak arsitektur modern Indonesia. > Kepeduliannya pada wong cilik diwujudkan dengan > merancang permukiman di tepi Kali Code, Yogyakarta, > yang kemudian mengantarkannya mendapat Aga Khan > Award, salah satu penghargaan tertinggi karya > arsitektural di dunia berkembang. Ketika kasus > pembangunan waduk Kedung Ombo mencuat, tanpa ragu ia > turun ke bawah, bergerak bersama mahasiswa untuk > membela warga Kedung Ombo yang dirugikan oleh > pemerintah. > > Bila dibandingkan dengan Soeharto, ketiga tokoh > tersebut lebih memungkinkan untuk diajukan sebagai > pahlawan. Pertama, ketiga nama-nama di atas tak > berpotensi menimbulkan kontroversi. Kedua, mengacu > pada Peraturan Presiden No. 33/1964, baik Sarwono > Prawirohardjo, Soedjatmoko, maupun Romo Mangun tak > memiliki catatan perbuatan tercela yang menodai > nilai perjuangannya. Bagaimana? * > > > > New Email addresses available on Yahoo! > Get the Email name you've always wanted on the > new @ymail and @rocketmail. > Hurry before someone else does! > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ > === Paket Umrah 2009 Mulai Rp 16,9 juta Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti: UNREG SI kirim ke 3252. hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com ___________________________________________________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

