Jurnal Toddopuli:
MELEBARNYA RUANG JELAJAH "SASTRA KEPULAUAN"?
Ketika membuka laptopku petang ini, aku dapatkan berita dari Lily Yulianti,
penulis kucerpen "Makunrai" [bahasa Bugis: Perempuan], yang lengkapnya
sebagai berikut:
"DISPLAY BUKU-BUKU PENULIS MAKASSAR DI PARIS"
halo semua,
Pengelola Pasar Malam bersedia memberikan ruang pamer buku-buku penulis
Makassar, untuk acara di Paris 7 Desember, karenanya kami berencana membuka
gerai buku-buku penulis Makassar selama acara berlangsung. bagi yang berminat
menitipkan buku mohon hubungi saya [EMAIL PROTECTED] com atau ke kak luna
[EMAIL PROTECTED] com"
Bila buku yang masuk lebih banyak dari kapasitas angkut, dengan sangat terpaksa
kami akan menyeleksi, mendahulukan karya sastra, sejarah, penulis berpotensi
dan terbitan baru, karena kami rencananya membawa buku-buku teman penulis Aceh
untuk promosi, membantu Komunitas Tikar Pandan Aceh".***
salam
Ly
[Sumber: Lily Yulianti <[EMAIL PROTECTED]>,"display buku-buku penulis makassar
di paris",, in:: [EMAIL PROTECTED]>, Tuesday, 18 November, 2008, 10:34 PM] .
Seperti diketahui, pada 07 Desember yang akan datang, Lembaga Persahabatan
Perancis-Indonesia "Pasar Malam", di Paris akan menyelenggarakan kegiatan
"Sepuluh Jam Untuk SAstra Indonesia". Menurut rencana, akan hadir di acara
tersebut, dari Indonesia adalah Lily Yulianti [dari Makassar],, Luna Vidya
[aktor dan penyair kelahiran Setani , Papua], Richard Oh [pemodal Hadiah
Sastra Khatulistiwa dari Jakarta], dan Sitor Situmorang [yang bermukim di
Belanda]. Sedangkan para pakar dan Indonesianis dari berbagai negeri, termasuk
tentu saja Perancis dan Belanda juga akan turut menyemaraki pertemuan sastra
ini, antara lain Harry Poeze, penulis tentang Tan Malaka, disamping para wakil
dari penerbit-penerbit besar Perancis seperti Flammarion, Gallimard, yang
antara lain telahmenerbitkan karya Ayu Utami:"Saman". Masalah yang akaan
dibahas adalah hubungan dan perkembangan seorang sastrawan dari lokalitas
berkembang melintasi nasionalitas hingga ke ruang
universalitas. Tema inilah yang barangkali melatartbelakangi komposisi para
mereka yang diundang oleh "Pasar Malam" yang menggunakanpendekatan kebudayaan
dalam menggalang persahabatan antara rakyat Perancis dan Indonesia..
Jika semua rencana "Pasar Malam" ini semua berjalan lancar, maka kehadiran Lily
Yulianti dan Luna Vidya, dalam kegiatan internasional tentang sastra
Indonesia di Paris, merupakan konsolidiasi, menyusul kedatangan penyair Bali,
Tan Lioe Ie, beberapa waktu silam. Konsolidasi dari perhatian pada
sastrawan-sastrawan di luar pusat-pusat kegiatan sastra-seni tradisional yang
berfokus di Jawa. Artinya, Paris mulai melirik dengan mata terbuka pada
perkembangan saastra di daerah-daerah dan pulau-pulau di luar Jawa. Bahwa
Indonesia bukan hanya Jawa. Bahwa di pulau-pulau dan di daerah-daerah lain,
disamping pusat-pusat tradisional sastra Indonenesia berbahasa Indonesia, ada
dan berkembang juga sastra dan seni. Barangkali masalah ini ada sagkut-autnya
dengan masalah wawasan tentang apa yang disebut sastra Indonesia itu sendiri
dan menjalar ke politik kebudayaan yang diterapkan oleh penyelenggara negara
selama berdasawarsa, dari rezim satu ke resim
lain.Atau wawasan para politisi yang berimbas pada dunia sastra-seni dan
kebudayaan secara umum.
Rumah Dunia Serang , Banten yang pada 5-7 Dsember 2008 akan
menyelenggarakan temu sastra Ode ke-3, menyebutkan bahwa sekarang ini
terdapat 4000 komunitas sastra-seni atau komunitas yang menaruh perhatian pada
sastra-seni. Lepas dari tepat tidaknya angka Rumah Dunia ini, jika jumlah ini
direduksi menjadi 2000 atau separonya saja, maka jumlah 2000 ini pun sudaha
sangat berarti. Angka ini memperlihatkan bahwa penggiat sastra-seni terdapat di
berbagai tempat. Terdapat suatu penyebaran sejalan dengan terdapatnya
perguruan-perguruan tinggi yang ada diberbagai kota dan pulau. Perguruan tinggi
mempunyai peran penting dalam mengembangkan kehidupan sastra-seni. Ia merupakan
pusat kebudayaan. Jika kita amati, komunitas-komunitas ini pun melakukan
penerbitan karya-karya para anggotanya. Aku percaya bahwa dari kuantitas ini
akan lahir suatu kualitas yang terus-menerus meningkat dan berkembang tanpa
henti . Apalagi antara komunitas-komunitas ini terjalin suatu
kerjasama yang memungkinkan mereka saling belajar dan meningkatkan diri.
Kerjasama ini misalnya napak dari posting pendek Lily Yulinati di atas.
Penulis-penulis Makassar membantu promosi penulis-penulis dari Aceh pada
kesempatan Lily dan Luna ke Paris.
Adanya komunitas-komunitas dalam jumlah yang aku kira akan terus meningkat,
mempunyai arti kongkret dalam mewujudkan politik budaya yang berkeindonesiaan,
mengakar dan majemuk. Keadaan ini juga cepat atau lambat akan berdampak pada
desentralisasi nilai dan menangkal dominasi nilai serta standar. Adanya
komunitas-komunitas ini pun, kukira merupakan dasar bagi terujudnya dari bawah
politik kebudayaan "biar bunga mekar bersama, seribu aliran bersaing suara"
yang di Indonesia sejak lama kita kenal dengan istilah "bhinneka tunggal ika".
Dari keragaman inilah akan muncul sastra-seni Indonesia bukan sastra-seni
patokan dari penyelenggara negara. Atau dari atas. Sesuai dengan posisi
sastrawan-seniman yang merupakan warga republik berdaulat, komunitas-komunitas
ini pun, mengapa tidak berfungsi sebagai pengawas sosial dalam masyarakat kita.
Display buku-buku karya para penulis Makassar dan Aceh di Paris dalam acara
"Sepuluh Jam Untuk Sastra Indonesia" yang diselenggarakan oleh "Pasar Malam",
pada 07 Desember 2008, nanti, akan memperlihatkan kepada Paris, potensi yang
terdapat di berbagai daerah dan pulau. Bahwa sastra Indonesia berbahasa
Indonesia juga terdapat di berbagai daerah dan pulau dari ujung barat hingga ke
ujung timur tanahair. Jakarta, Yogyakarta, Bandung,Surabaya, Malang hanyalah
beberapa nama saja dari tempat kegiatan sasta-seni dan yang memproduksi
karya-karya sastra.Jika demikian, terlalu salahkah jika mengatakan bahwa
sastra-seni kepulauan itu ada dan berkembang? Kehadiran Lily Yulianti Luna
Vidya, menyusul kehadiran Tan Lioe Ie di Paris, barangkali bisa dilihat sebagai
makin melebarnya ruang jelajah "sastra kepulauan" ini. Bahwa sastra kepulauan
mempunyai esok dan terus merambah jalan majunya.***
Perjalanan Kembali, Musim Gugur 2008
---------------------------------------
Try cool new skins, plus more space for friends.
Download Singapore Yahoo! Messenger now!
http://sg.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]