DARI ARSIP ANDI MAKMUR MAKKA
The Habibie Center,Jakarta
 

  
“Fried Chicken ”lokal.


A.Makmur Makka 

Berdiri di jalan Sabang atau berada dalam mal-mal di Jakarta , kini hampir 
terasa sama jika kita berada di jalanan di Amerika Serikat. Di Jakarta telah 
lama kita temui restauran cepat saji seperti Mc Donald, Kentucky Fried Chicken, 
Pizza Hut, Dunkin Donat, Subway, Wendy's, serta penjual Coca Cola ketengan 
disetiap pojok jalan.Tidak hanya di Jakarta, produk seperti Mc.Donald, Pizza 
Hut dan Kentuky Fried Chicken malah sudah merambah di hampir semua kota besar 
di Indonesia. Di Jakarta,d melalui parabola atau kabel televisi  kita bisa 
menonton siaran televisi CNN, ABC atau CBN. Pada saat di Amerika Serikat kita 
bisa menonton Larry King mewawancarai mantan First Lady Nancy Reagan dalam 
memperingati 90 tahun usia mantan Presiden Ronald Reagan,- walaupun berbeda 
waktu duabelas jam-, tetapi pada saat itu juga kita menonton siaran yang sama. 
Di Jakarta kita menonton acara penyerahan Piala Oscar atau Grammy Award yang 
menampilkan tamu Julia Robert,Sandra Bullock,
 Nicole Kidman atau Chaterina Zeta-Jones.Mereka menggunakan pakaian gemerlapan 
dan mengundang mimpi rancangan Donna Karan,Girgio Armani, Calvin Klein atau 
Emanuel Ungaro. Pada acara lain sepanjang hari,kita bisa menonton filem kartun 
dari TCM yang menampilkan Donald Duck, pelaut Popeye atau Rugrats dengan 
anak-anak balita Tommy atau Angelicayang nakal . Kita mulai merasa tidak ada 
yang aneh dengan semua ini. Tetapi seorang Jack Lang, menteri kebudayaan 
Prancis di tahun l983, pernah marah-marah ketika //soap opera// Dallas , filem 
seri  Amerika sedang memukau pemirsa seluruh dunia. Di Hongkong , Australia . 
Turkey atau Inggeris,termasuk Indonesia , jika opera sabun ini ditayangkan, 
jalanan pada sepi dan semua kegiatan jadi terhenti. " Itulah simbol 
imperialisme budaya Amerika ", kata Jack Lang. Imperialisme budaya biasanya 
diartikan ketika tradisi dan budaya lokal terpukul dan terancam menghilang oleh 
membanjirnya  produk komersial dan produk
 media,umumnya datang dari Amerika Serikat.    dari barat tahun tujuh puluhan 
,telah membuat kita kehilangan lemonade  produk kampung atau sasaparila, produk 
minuman botolan yang merakyat. Gantinya adalah coca cola, pepsi cola dan root 
beer produk industri multinasional Amerika Serikat. Tetapi tidak semua 
penetrasi itu diterima dengan negatif,karena bukankah kemudian ada juga rakyat 
kecil yang kreatif membuat sinkritisasi dan hibrida  dengan membuat fried 
chicken,pizza, chicken nugget  dan hamburger lokal yang bisa dijajakan di 
warung dan jalanan.Atau ayam goring Ny.Soeharti dan rumah makan Padang yang 
tidak merasa hadirnya pesaing asing.Drama radio Saur Sepuh juga pernah bersaing 
dengan opera sabun “Dallas” ditahun delapan puluhan,sama dengan Misteri Gunung 
Merapi dan Srimulat yang kini tetap diperingkat atas dalam acar televisi 
kendatipun ada serbuan telenovela buatan Madrid,Spanyol.Sengaja atau tidak 
disengaja oleh dunia barat,tokh akhirnya
 kita memasuki globalisasi ekonomi, dimana pusat kegiatan produksi,konsumsi dan 
sirkulasi, kapital,sumber daya, manajemen,teknologi dan pasar diatur secara 
global. Pada waktu itu kita tidak bisa lagi bicara soal hagemoni,imperialisme 
budaya atau mengeluh tentang konsumerisme karena anak-anak kita berkumur -kumur 
Coca cola sebelum berangkat sekolah dipagi hari 



KEKUATAN 


A.Makmur Makka 
( Dengan berakhirnya “pemerintahan” partai Republik, terakhir dipimpin  
Presiden  Bush junior, Presiden “terburuk” dalam sejarah Amerika Serikat, maka 
harapan perubahan kini ditujukan kepada Presiden terpilih Barack Obama.)   
Mengenang pendahulu Obama, orang akan teringat  ketika Amerika terlibat dalam 
perang Vietnam, ketika di Amerika ada kelompok yang dijuluki  “dove” atau  
mereka yang tidak setuju keterlibatan Amerika dalam perang .Yang lainnya 
disebut kelompok  “hawk” atau yang mendukung keterlibatan Amerika dalam perang. 
Jumlah yang pendukung  “dove” lebih banyak dari “hawk”, ini terlihat jika 
diadakan jajak pendapat.Tetapi pemerintah Amerika tetap saja  berperang di 
Vietnam sambil akhirnya terusir secara tidak terhormat.Kenapa semua itu terjadi 
? Noam Chomsky, guru besar bahasa di MIT Massachusetts yang sangat vocal 
melemparkan kritik ke pemerintah sekarang
ini,memperkenalkan  kata “ manufacture of concent” ,arti halus dari  
"mengontrol pikiran". Di negara seperti Amerika Serikat , jika  pemerintah 
tidak bisa memaksa orang dengan kekuatan, maka cara terbaikadalah  mengontrol 
apa yang mereka pikirkan. Orang terdidik , media nasional  telah  mempercepat 
semuaini bisa terjadi, kata Chomsky . Mungkin itu sebabnya dalam  perang 
Vietnam , Amerika merasa tidak  pernah ada yang salah dalam kebijakanpolitik 
luar negerinya. Padahal  berapa rakyat Vietnamatau yang  disebut "Viet Cong" 
dibantai selama perang Vietnam dari  tahun l962 sampai l972. Bukan seribu dua 
ribu, tetapi puluhan  ribu, tetapi tidak ada rakyat Amerika yang pernah 
mengatakan bahwa mereka telah melakukan “genocide” ? . Sekitar 550.000 tentara 
Amerika, sejumlah besar adalah anak-anak muda  di kirim ke perang Vietnam . 
Ribuan diantaranya  gugur dalam perang Vietnam , bahkan ribuan lainnya sekarang 
masih dinyatakan hilang , tetapi
 tidak ada yang mengatakan bangsa ini telah melakukan pembunuhan massal pada 
anak-anak terbaik mereka sendiri ? Bahkan orang Amerika bisa menikmati 
bagaimana cara-cara pasukan Amerika membantai rakyat Vietnam dengan gaya filem 
Rambo yang dibintangi Silver Stalonne, sambil menikmati popcorn. Lebih jauh 
lagi, tidak ada yang berteriak meminta  "rezim Kennedy", "rezim
L.B.Johnson", atau  " rezim Richard Nixon" bertanggung jawab. Tidak pernah ada  
yang berusaha mau menghadirkan Jenderal West Moreland , panglima Angkatan 
Perang Amerika saat perang Vietnam untuk ditanyai di mahkamah militer 
internasional. Seperti  jika pemerintah Amerika sekarang berhadapan dengan 
negara dunia ketiga dalam kapasitasnya sebagai pejuang hak-hak azasi manusia . 
Berapa wartawan perang yang tertembak dan mati  selama perang Vietnam , tetapi 
orang Amerika tidak pernah  berani menuntut jenderal Vietnam Utara yang gagah 
perkasa itu ? karena korban
dan penderitaan rakyat Vietnam lebih banyak. Bacalah sejarah Amerika, kata 
Chomsky,  dan cari mengenai perang Vietnam , anda tidak banyak  menemui cerita 
mengenai invansi  atau agresi Amerika di Vietnam. Dalam sistem doktrin Amerika 
, peristiwa itu di luar dari sejarah.  Jika kami menggunakan kekuatan, itu 
karena kami Amerika. Kami bangsa yang  diperlukan, kami berdiri tinggi, kami 
melihat jauh ke masa depan. Kata Madeleine Albright , mantan Menteri Luar 
negeri Amerika pada suatu ketika. Mungkin karena itu, orang mengatakan politik 
luar negeri Amerika Serikat sebenarnya tidak ada, yang mereka punya hanya  
“kekuatan”. **** 


      ______________________________________________________________________
Search, browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel.
http://sg.travel.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke